8/14/2020

Sejarah Terbentuknya Tiga Provinsi di Nusa Tenggara

Apero Fublic.- Setelah pemilihan umum pertama di Indonesia tahun 1955. Timbul ketidak puasan di tengah masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Ketidak puasan tersebut tentu sangat berkaitan erat dengan sosioreligius dan sosiokutural. Kesejarahan juga menjadi alasan yang tidak dapat dipisahkan. Seperti yang terjadi dikawasan kepulauan Nusa Tenggara di ujung pulau Jawa.

Dalam situasi demikian lahir Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah yang berlaku untuk seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yaitu, Undang-Undang No. 1 Tahun 1957 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah yang berlaku pada 18 Januari 1957.

Dengan ladasan UU tersebut, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara, Bapak Sarimin Reksodihardjo mengusulkan kepada Pemerintah Pusat Republik Indonesia supaya daerah provinsi Nusa Tenggara dibagi menjadi dua provinsi, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Meliputi, Pulau Bali, Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa dengan ibukota Singaraja. Provinsi Nusa Tenggara Timur meliputi Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor dengan ibukota, Kupang.

Kemudian pada tanggal 14 Agustus 1958, disahkan Undang-Undang Nomor 64 tahun 1958. Tentang pembentukan daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dengan Keputusan Presiden No. 202/1956 perihal Nusa Tenggara dan laporan peninjau Menteri Dalam Negeri dan memperhatikan kehendak masyarakat di Nusa Tenggara.

Sehingga Provinsi Nusa Tenggara dibentuk menjadi tiga provinsi. Pertama Provinsi Bali dengan ibukota Singaraja. Tapi kemudian dipindahkan ke Denpasar. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tanggal 23 Juli 1960. NO. 52/2/36-B6. Keputusan bersasarkan Resolusi DPRD Tingkat I Bali. Kemudian, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan ibukota Mataram dan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ibukota Kupang.

Keputusan pemerintah adalah keputusan berdasarkan sosiokultural dan sosioreligious. Di Kawasan Nusa Tenggara dimana pulau berjajar di ujung Pulau Jawa. Masyarakatnya memiliki sosial budaya yang berbeda dengan latar keagamaan berbeda. Sehingga Pemerintah Membagi wilayah menjadi tiga bagian. Memang sangat unik dikawasan Nusa Tenggara, sekaligus menjadi pengingat sejarah.

Pulau Bali atau Provinsi Bali dan sekitarnya mayoritas beragama Hindu, Provinsi Nusa Tenggara Barat mayoritas Islam, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur mayoritas Kristen. Dengan demikian terjadi ketenangan di dalam masyarakat Nusa Tenggara. Hidup bertetangga provinsi dengan urusan sendiri-sendiri.

Dapat dibayangkan kalau hanya dua provinsi atau tetap satu provinsi mungkin sering terjadi konflik antara masyarakat. Apabila kita perhatikan dan cermati. Keputusan pemimpin masyarakat masa itu sangat tepat. Sehingga terlaksanalah Pancasila dan Demokrasi yang baik. Boleh disebut keputusan pemimpin kita pada masa itu, keputusan terbaik Pemerintah Republik Indonesia pada masa itu.

Oleh. Sujarnik.
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 15 Agustus 2020.
Sumber: A.A. Gde Putra Agung. Sejarah Kota Denpasar 1945-1979. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment