8/18/2020

Puisi: Pertarungan Pendaki Gunung.

Apero Fublic.-
Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan pemuda-pemuda di zaman sekarang. Dengan mendaki gunung hasrat pemuda yang masih liar tersalurkan pada jalan positif. Sehingga kebutuhan sikologis emosional padam saat mereka berjuang mendaki gunung.

Bagi sebagian orang mungkin mendaki gunung adalah hal yang sulit dan berat. Ada juga yang berpendapat sesuatu yang tidak berguna. Pandangan tersebut disematkan oleh sekelompok orang yang tidak mengerti sikologis pemuda. Kemudian dia menilai hidup dari uang atau untung. Manfaat hanya dia lihat dari hasil, yaitu uang.

Namun para pendaki gunung adalah orang-orang yang tanggu. Mereka memiliki dedikasi kecintaan terhadap alam, terhadap lingkungan. Mereka mencintai bangsanya, mereka menyalurkan emosional pada hal positif. Pendaki gunung juga bentuk kampanye agar kita selalu mencintai alam ini. Berikut ini puisi untuk para pendaki gunung yang tanggu.

PERTARUANG PENDAKI GUNUNG

Wahai, maha perkasa dikau.
Mencengkeram birunya langit.
Bergerak diantara kabut.
Berpayung rerimbunan pohon.
Berpagar bukit dan jurang.

Wahai dikau yang tanggu.
Penakluk ketinggian dunia.
Dengan ransel yang berat, menggantung.
Namun, pandangan tajam menyalah.
Menatap jalan berliku, menatap puncak tinggi.

Hai kawan,
Gunung akan terasa besar dan tinggi.
Bilah malas dan semangatmu kecil.
Tapi sebaliknya,
Gunung akan terasa kecil dan rendah.
Apabila kau bahagia dan semangatmu besar.

Apalagi kau kobarkan nyalah cintamu,
Pada alam yang indah,
Pada bangsa yang besar ini.
Maka gunung-gunung itu, hanyalah gumpalan debu saja.
Yang kau injak dengan kaki-mu.

Ayo, semua.
Ayo semangat, kobarkan api tekadmu.
Kita sedang menyusuri jalanan sedikit menanjak.
Jalanan sedikit menurun.

Hari ini satu gunung. Esok dua gunung.
Kita akan menaklukkan ketinggian itu.
Seperti kita menaklukkan kopi di atas meja.
Bahu membahu, ayo bersorak.
Jangan hanyut dalam letih dan keluh.
Sebab disini kita bukan untuk kalah.
Bukan pula untuk menyerah.

Para pendaki yang tanggu.
Mari, kita maju.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 19 Agustus 2020.

Buat sahabat-sahabat yang ingin mempublikasikan karya puisi atau karya tulis lainnya. Dapat mengirim ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com. Konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya tanggung jawab pengirim. Baik secara hukum negara dan moral.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment