8/05/2020

Kaba: Sastra Klasik Melayu Minangkabau.

Apero Fublic.- Indonesia yang sangat kaya dengan ragam kebudayaan, memiliki berbagai macam jenis karya sastra di tengah masyarakat masa lalu. Seiring waktu, karya klasik mulai terlupakan dan kala oleh karya sastra modern, seperti film dan cerpen dan lainnya.

Salah satu karya sastra klasik nusantara Indonesia yaitu, Kaba. Apabila dipersamakan dengan kesastraan zaman sekarang, kaba sama dengan novelet atau novel pendek. Tapi bersifat kisah fiksi atau sama dengan dongeng. Yang berfungsi sebagai hiburan, nasihat, dan kreatifitas jiwa seni pengarang.

Kaba jenis karya sastra klasik Melayu di kawasan Minangkabau. Kaba termasuk dalam jenis karya sastra prosa masyarakat Melayu di Minangkabau. Kesastraan Kaba, hampir sama dengan cerita sistem pantun dalam satra Melayu Sunda dalam pembahasanya. Misalnya dalam penyampaiannya dengan bahasa yang berirama atau prosa liris.

Kesastraan kaba juga dapat disamakan dengan Hikayat dalam kesastraan Melayu lainnya. Dimana cerita yang berisi hayalan, hal-hal ajaib, dan rekaan semata. Satra kaba adalah kesastraan masyarakat yang menonjol pada masyarakat Melayu Minangkabau.

Diantara kaba yang terkenal yaitu, Kaba Cindua Mato, Kaba nan Tongga Magek Jabang, Kaba Umbuik Mudo dengan Putri Galang Banyak, Kaba Malin Deman, Kaba Untuang Sudah, Kaba Magek Manandin, Kaba si Ali Amat, dan Kaba Mamak si Hetong.

Kaba biasanya disampaikan secara lisan, didendangkan atau dialagukan sesuai dengan nada dan irama dalam kalimat. Kaba sudah sejak lama ditulis dengan aksara Arab Melayu. Pada masa masuknya pengaruh Eropa kaba juga mulai ditulis dengan aksara latin.

Bahasa yang digunakan tentu bahasa Melayu Minangkabau. Dalam penulisan sastra kaba, kalimat disusun berderet ke bawah. Kalimatnya pendek, padat, dan berirama. Dalam bait-bait kalimat berirama yang menyambung-nyambung. Biasanya terdiri dari delapan sampai duabelas baris. Tapi, aturan baris tidak mengikat. Itulah mengapa kaba digolongkan pada prosa rilis.

Kesastraan kaba kemungkinan sudah ada jauh sebelum masa moderen. Karena banyak unsur Hindhu dalam setiap cerita kaba. Dengan demikian kaba sudah ada sejak masuknya pengaruh kebudayaan India di Indonesai pada abad ke 5 masehi. Dapat juga sebelum masa itu, kesastraan kaba sudah ada.

Mengingat sistem kesastraan pantun adalah kebudayaan asli Indonesia. Kaba masih terikat dengan sistematis pantun. Pantun, bentuk kesastraan pertama Bangsa Indonesia. Berikut ini, cuplikan dari kaba, kesastraan Melayu Minangkabau klasik.

KABA: MAMAK SI HETONG.

Tatkalo mula-mulanya.
Alum basuri Kurai Taji.
Alun batiku Pariaman.
Alun basintuang Lubuak Aluang.
Bumi ka tarhantam turun.
Langik ka tasintak naiak.
Laut salaweh daun marunggi.
Dunia salawe tapak kudo.
Buruang batolan-tolanan.
Dagang babondong-bondongan.
        Ado sapakaro.
Duo dalam Ulak Tanjuang Bungo.
Di nagari Camin Taruih.
Di itiak Muaro Itan.
Di ranah Payuang Sakaki.
Di anak nan kecil-kecil.
Di lagundi nan linggayuran.
Di karambia atua Tungku.
Di pinang nan lamah-lamah.
Di cubadak gadang tinggi.
Di lakat kanji satampuak.
Kok tinggi duo jo randah.
Kok hino duo jo mulia.
Kok elok duo jo buruak.
Kok kayo duo jo sukar.
        Sialah urang non kayo.
Iolah Datuak Bendaharo........

Terjemahan ke Bahasa Indonesia.
Tatkala mula-mulanya.
Belum bersuri Kurai Taji.
Belum bertiku Pariaman.
Belum basintuang Lubuak Aluang.
Bumi akan terhantam turun.
Langit akan tersentak naik.
Laut seluas duan merunggi.
Dua seluas tapak kuda.
Burung bertolan-tolanan.
Dagang berbondong-bondongan.
        Ada suatu perkara.
Dua dalam Ulak Tanjuang Bungo.
Di Negeri Cermin Taruih.
Di itiak Muara Itan.
Di ranah Payuang Sakiki.
Di anak yang kecil-kecil.
Di Lagundi nan linggayuran.
Di Kelapa atau tungku.
Di pinang yang lemah-lemah.
Di nangka besar tinggi.
Dilekat kanji setampuk.
Kalau tinggi dua dengan rendah.
Kalau hina dua dengan mulia.
Kalau elok dua dengan buruk.
Kalau kaya dua dengan miskin.
        Siapakah orang yang kaya.
Ialah Datuk Bendaharo.............

Cuplikan cukup untuk menggambarkan bagaimana kesastraan klasik Melayu Minangkabau, kaba. Tentu tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis kesastraan Melayu klasik nusantara lainnya. Mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang satu sejak zaman awal munculnya manusia di Asia Tenggara.

Tidak heran kalau memiliki kesastraan yang sama juga. Buku dokumentasi kesastraan Kaba Mamak si Hetong diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta pada tahun 1990. Apabila ingin mengetahui lebih lanjut dapat mencari buku di perpustakaan-perpustakaan milik pemerintah.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang. 6 Agustus 2020.
Sumber: Edwar Djamaris. Terjemahan Kaba Mamak si Hetong. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment