-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Sejarah Kebudayaan Sejarah Budaya: Asal-Usul Perkembangan Mpek-Mpek Atau Pek-Mpek.
Sejarah Kebudayaan

Sejarah Budaya: Asal-Usul Perkembangan Mpek-Mpek Atau Pek-Mpek.

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
08 Jul, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Mengenal sejarah kuliner nusantara memang sangat menyenangkan. Selain kita mengetahui budaya bangsa sendiri. Tentu kita juga menikmati kuliner tersebut dengan rasa enak di lidah. Berikut ini, cerita tentang makanan tradisional masyarakat Melayu Sumatera Selatan atau secara umum dikenal di Indonesia (Nusantara), Orang Palembang.

Pada zaman dahulu kehidupan manusia sangat sederhana. Berbekal teknologi seadanya manusia bertahan hidup. Salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi adalah pangan. Pangan inilah yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Pengolahan makanan mulai dilakukan oleh manusia sejak lama, terutama kaum wanita.

Di Sumatera Selatan ada makanan tradisonal yang sangat terkenal, yaitu mpek-mpek atau pek-mpek. Banyak orang yang tidak tahu sosial budaya orang Melayu di Sumatera Selatan dengan lancang menulis atau membuat cerita asal usul makanan mpek-mpek. Mereka menganggap kuliner mpek-mpek dibuat oleh orang Cina. Asal nama mpek-mpek juga disandarkan pada orang Cina tersebut. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

Ada juga beberapa orang akademisi yang menganut paham sukuisme menyatakan kalau mpek-mpek hasil budaya mengambang orang Melayu. Paham sukuisme adalah paham orang-orang yang tidak menyukai kelompok yang diluar suku atau etnis dirinya. Kemudian dia berusaha menyerang dengan maksud melemahkan dan menghancurkan suku tersebut. Lalu dia meninggikan dan mengagungkan suku atau etnis dan budaya sukunya.

Bahkan orang seperti ini tidak segan-segan memutar balik fakta sejarah untuk mengagungkan etnis atasu sukunya. Sangat berbahasa bagi keutuhan bangsa Indonesia akademisi seperti ini. Penganut paham sejarah neo-Orba. Salah satu peninggalan paham sukuisme Orba adalah mengacaukan sejarah Sriwijaya.

Pekembangan makanan kuliner pek-empek atau mpek-mpek sudah melalui perjalanan panjang. Di mulai jauh pada masa abad ke 15 Masehi atau bahkan jauh sebelumnya. Sebagaimana kita ketahui kalau masyarakat di pedalam Sumatera kehidupannya dari bertani ladang berpindah. Pertanian mereka selain menanam padi, juga menanam jenis umbi-umbian. Seperti Ubi kayu atau singkong. Ubi jalar atau sela. Jenis keladi-keladian dan sejenisnya.

Tanah yang subur membuat panen ubi kayu melimpah. Orang Melayu mengolahnya menjadi sagu atau tepung ubi kayu. Pembuatan sagu sangat sederhana. Yaitu, dengan cara merendam ubi kayu disungai atau di wadah tersimpan rumah. Wadah rendaman seperti guci, jenis baskom tanah atau sejenisnya. Dari sagu ubi penduduk menyimpan cadangan makanan.

Salah satu makanan yang buat dari sagu ubi adalah jenis mpek-mpek atau pek-mpek. Kadang dibuat kuliner lempeng. Membuat lempeng hampir sama dengan membuat mpek-mpek. Tapi adonan lempeng lebih encer dan bentuknya lebar seperti piring. Kata lempeng diambil dari kata gepeng. Gepeng dalam bahasa Indonesia berarti pipih atau bulat tipis. Memasak tidak memerlukan banyak minyak sayur.

Selain itu, penduduk juga sering membuat pek-mpek ubi secara langsung. Ubi kayu segar diparut lalu dibentuk seukuran genggam. Sebagaimana ukuran mpek-mpek pada umumnya. Lalu digoreng dengan minyak sayur yang dibuat dari minyak kelapa atau minyak ni’o. Itulah mengapa penduduk di pedalam Sumatera Selatan menyebut minyak sayur dengan nama minyak ni,o atau minyak kelapa. Kata ni’o berarti kelapa.

Selain itu, ubi kayu atau singkong juga sering dibuat mpek-mpek bakar. Ubi kayu setelah di parut, diberi garam lalu dicampur daging ikan. Kemudian dibungkus dengan daun pisang beberapa lapis. Lalu dipanggang diatas tungku. Bentuknya memanjang tidak bulat. Bentuk memanjang agar mudah meletakkannya di atas tungku api.

Selain campuran ikan, ubi kayu parut juga dicampur dengan pisang masak dan diberi gula. Kadang dibagian dalam dimasukkan gulah merah. Kadang juga dicampur durian, buah nangka masak, atau hanya gula merah saja. Tergantung selerah, memasak juga bukan hanya dipanggang. Dapat juga dikukus atau digoreng.

Masih banyak lagi jenis pek-mpek yang dibuat dari olahan ubi kayu. Begitu pun ubi jalar sering dijadikan mpek-mpek. Tapi dengan rasa manis. Ubi jalar direbus, lalu dihaluskan dan dibentuk seperti mpek-mpek. Di bagian dalam dimasukkan gula merah cair. Memasak juga boleh di gorang dan dikukus. Tapi sebelum menggoreng bulatan dicelupkan ke adonan sagu ubi zaman dulu atau adonan tepung zaman sekarang.

Olahan sagu ubi berikutnya yaitu pada jenis keladi-keladian. Nama lokal pada masyarakat Melayu di daerah Kabupaten Musi Banyuasin adalah keladi kubu. Dinamakan keladi kubu kemungkinan dekat dengan kehidpan suku kubu di pedalam Sumatera. Dari keladi ini, orang-orang Melayu pedalam membuat sagu. Sagu dapat dijadikan agar-agar atau jenis makanan lainnya.

Alam yang sangat kaya juga memberikan makanan yang melimpa pada bangsa Indonesia. Salah satu penghasil makanan pokok zaman dahulu adalah sagu enau dan pohon sagu di daerah pantai. Sagu enau juga dapat dijadikan makanan pokok dan diolah menjadi makanan biasa seperti mpek-mpek. Ikan yang melimpah juga menjadi makanan olahan penduduk.

Pecampuran daging ikan pada makanan bukan hanya pada mpek-mpek. Tapi juga pada jenis sambal. Penduduk membakar ikan beberapa ekor. Kemudian mencampur daging ikan pada sambal mereka. Ada juga jenis kuliner yang terbuat dari kelapa, sambal lingkung. Biasanya penduduk menggunakan daging ikan ruan (gabus). Daging ikan ruan dianggap daging yang baik untuk campuran makanan. Sampai sekarang daging ikan ruan dijadikan campuran makanan.

Seiring waktu, kuliner pek-mpek terus berkembang. Diikuti perkembangan industri perdagangan yang terus maju dan munculnya pangan dari luar yang masuk ke nusantara. Sehingga memberi pengaruh pada makanan tradisional di Sumatera Selatan, Palembang. Sebab Palembang adalah kota pelabuhan yang ramai.

Pengaruh pada makanan pek-mpek terus berkembang mengikuti zaman daerah dan masyarakatnya. Dari masa Awal era Sriwijaya, masa Kesultanan, sampai masa Kolonial Belanda dan memasuki masa kemerdekaan. Pada awalnya sagu diproduksi sendiri secara tradisonal. Kemudian hadir sagu dan tepung inpor. Maka beralihlah penduduk menggunakan tepung dan sagu infor atau industri.

Perkembangan teknologi yang sampai ke Palembang (Indonesia). Terutama alat penggiling ikan telah memberikan proses mudah pengolahan ikan. Penduduk pada awalnya merebus ikan terlebih dahulu untuk campuran kuliner. Kini dapat langsung menggiling daging ikan untuk adonan mpek-mpek, kemplang, dan sambal.

Dapat kita saksikan sekarang bagaimana perkembangan jenis mpek-mpek. Dari yang biasa, bercampur kulit ikan, mpek-mpek telur, mpek-mpek pistel dan udang, mpek-mpek kapal selam dan banyak lagi lainnya. Dari yang dijual oleh individu, dijual toko-toko, sampai industri seperti pek-mpek, Pempek Candy.

Pek-Mpek atau Mpek-mpek adalah salah satu bentuk perpaduan budaya air dan budaya gunung. Sebagaimana rumah-rumah panggung orang-orang Melayu. Penghidaran dari banjir dan solusi rumah di dataran rendah selayaknya di Palembang dan untuk keamanan dari bahaya hewan buas dan berbisa.

Namun nama mpek-mpek hanya dikenal dengan indetik mpek-mpek Palembang. Karena Palembang sebagai Ibu Kota Sumatera Selatan sejak zaman Kesultanan. Palembang sudah dikelan Nusantara sejak Era Majapahit. Sebelumnya nama Kota Palembang adalah Kota Sriwijaya dan Sungai Sriwijaya (Sungai Musi).

Untuk nama dari kuliner mpek-mpek atau pek-mpek berkembang secara sendirinya. Sama seperti nama kuliner lainnya. Istilah mpek-mpek bukan dari nama orang atau bahasa asing. Sebagai contoh, misalnya nama kuliner pindang, sambal, gulai, dan nama kuliner lainnya. Tidak ada yang tahu asal usulnya. Karena bentuk perkembangan budaya.

Tapi dalam penamaan sesuatu oleh masyarakat terdahulu biasanya mereka melihat keadaan, situasi, rupa, wujud dan tempat. Penamaan Desa Gajah Mati di Musi Banyuasin, misalnya. Pada masa permulaan penduduk membangun pemukiman mereka menemukan gajah yang mati di dalam sungai.

Awalnya nama sungai saja yang mereka namakan Sungai Gajah Mati. Karena ada bangkai gajah di dalam sungai. Nama Sungai juga tidak langsung diberikan. Tapi berkembang dari percakapan mereka sehari-hari. Mereka yang mendiami di sekitar sungai itu. Seiring waktu nama pemukiman mereka terbentuk dengan nama Talang Gajah Mati. Kemudian berkembang menjadi Desa Gajah Mati, sekarang.

Sebagai contoh melihat keadaan makanan. Misalnya makanan namanya, gando-gado. Mengapa dinamakan gado-gado kerana bercampur-campur beberapa jenis makanan. Sehingga dinamakan penduduk dengan gado-gado. Begitu juga dengan makanan tradisonal lainnya, nama berkembang secara sendiri tanpa ada pencipta. Tidak merujuk hanya satu orang saja. Hanya dizaman sekarang nama makanan diciptakan oleh pembuatnya.

Ada tiga kata yang umum di tengah masyarakay Melayu Sumatera Selatan. Kemungkinan diindikasikan sama dalam proses pembuatan mpek-mpek. Kata lepek, berarti suatu yang berbentuk bulat dan melebar. Lepek juga bermakna sesuatu yang bentuk lain misalnya bulat, kemudian menjadi bentuk yang agak tipis atau bulat lebar (pipih).

Pecahan dari kata lepek adalah tepek. Tepek berarti sesuatu yang lembut dan lengket lalu diambil dengan tangan atau segenggam tangan. Kemudian ditempel pada satu objek. Tepek juga berarti sesuatu yang lembut, lalu di robek-robek, dibagi-bagi, kemudian ditumpuk-tumpuk, ditekan-tekan, dirapikan. Lalu ada lagi kata penyek yang berarti menekan-nekan agar menjadi lembut, menjadi bercampur, menjadi satu.

Apabila kita perhatikan dalam proses pembuatan mpek-mpek. Kata lepek, tepek dan penyek sangat tepat sekali. Saat tangan pengadon membuntal-buntal adonan sagu dan tepung (ubi parut) menjadi mpek-mpek. Kemudian bentuk umum mpek-mpek adalah bulat tipis atau pipih atau lepek dalam bahasa Melayu lama Sumatera Selatan. Maka istilah kuliner tersebut dinamakan mpek-mpek atau pek-mpek. Nama yang berkembang dari aktivitas pembuatnya.

Apabila ada yang berpendapat nama makanan tradisional atau budaya yang sudah ada sebelum zaman kemerdekaan dikarenakan oleh satu orang. Maka hal itu tidak benar. Salah satu bentuk hasil budaya lama adalah tidak diketahui penciptanya dan pemberi namanya. Tapi nama, berkembang dengan sendirinya dari interaksi pengguna, pemakai, keadaan, rupa, pembuat, kondisi pada masa itu dan selanjutnya.
Perhatikan foto, bentuk demikian dalam bahasa Melayu lama Sumatera Selatan adalah bentuk lepek. Bentuk ini adalah bentuk awal dari pembuatan mpek-mpek. Hanya bedanya zaman dulu belum banyak gaya dan kreasi seperti ini. Proses penyek dan di tepek lalu dibentuk lepek (bulat lebar), maka jadilah bentuk kuliner dan sekaligus nama kuliner pek-mpek atau mpek-mpek atau pempek.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadadng Saputra.
Palembang. 8 Juli 2020.
Sy. Apero Fublic.
Via Sejarah Kebudayaan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Serahkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Mendukung Pelayanan Posyandu

PT. Media Apero Fublic- Thursday, August 13, 2026 0
Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Serahkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Mendukung Pelayanan Posyandu
APERO FUBLIC   I  CILEGON.--   Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa melaksanakan salah satu program…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261680
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J
    APERO FUBLIC  I  SUKABUMI.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanak...
  • Ketika Mimpi Berubah Arah
    APERO FUBLIC I  Namaku Revalin. Ada satu hari yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatanku. Hari itu bukan hari kelulusa...
  • Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi
    APERO FUBLIC I  Ditengah upaya Pemerintah Kota Jambi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menjadi salah...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Monday, July 27, 2026
Ketika Mimpi Berubah Arah

Ketika Mimpi Berubah Arah

Thursday, July 16, 2026
Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Thursday, July 16, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1858 Berita Daerah 1765 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1238 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 126 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1040 Kesehatan 42 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 683 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 57 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 207 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 40 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us