-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Sejarah Kebudayaan Sejarah Budaya: Asal-Usul Perkembangan Mpek-Mpek Atau Pek-Mpek.
Sejarah Kebudayaan

Sejarah Budaya: Asal-Usul Perkembangan Mpek-Mpek Atau Pek-Mpek.

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
08 Jul, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Mengenal sejarah kuliner nusantara memang sangat menyenangkan. Selain kita mengetahui budaya bangsa sendiri. Tentu kita juga menikmati kuliner tersebut dengan rasa enak di lidah. Berikut ini, cerita tentang makanan tradisional masyarakat Melayu Sumatera Selatan atau secara umum dikenal di Indonesia (Nusantara), Orang Palembang.

Pada zaman dahulu kehidupan manusia sangat sederhana. Berbekal teknologi seadanya manusia bertahan hidup. Salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi adalah pangan. Pangan inilah yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Pengolahan makanan mulai dilakukan oleh manusia sejak lama, terutama kaum wanita.

Di Sumatera Selatan ada makanan tradisonal yang sangat terkenal, yaitu mpek-mpek atau pek-mpek. Banyak orang yang tidak tahu sosial budaya orang Melayu di Sumatera Selatan dengan lancang menulis atau membuat cerita asal usul makanan mpek-mpek. Mereka menganggap kuliner mpek-mpek dibuat oleh orang Cina. Asal nama mpek-mpek juga disandarkan pada orang Cina tersebut. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

Ada juga beberapa orang akademisi yang menganut paham sukuisme menyatakan kalau mpek-mpek hasil budaya mengambang orang Melayu. Paham sukuisme adalah paham orang-orang yang tidak menyukai kelompok yang diluar suku atau etnis dirinya. Kemudian dia berusaha menyerang dengan maksud melemahkan dan menghancurkan suku tersebut. Lalu dia meninggikan dan mengagungkan suku atau etnis dan budaya sukunya.

Bahkan orang seperti ini tidak segan-segan memutar balik fakta sejarah untuk mengagungkan etnis atasu sukunya. Sangat berbahasa bagi keutuhan bangsa Indonesia akademisi seperti ini. Penganut paham sejarah neo-Orba. Salah satu peninggalan paham sukuisme Orba adalah mengacaukan sejarah Sriwijaya.

Pekembangan makanan kuliner pek-empek atau mpek-mpek sudah melalui perjalanan panjang. Di mulai jauh pada masa abad ke 15 Masehi atau bahkan jauh sebelumnya. Sebagaimana kita ketahui kalau masyarakat di pedalam Sumatera kehidupannya dari bertani ladang berpindah. Pertanian mereka selain menanam padi, juga menanam jenis umbi-umbian. Seperti Ubi kayu atau singkong. Ubi jalar atau sela. Jenis keladi-keladian dan sejenisnya.

Tanah yang subur membuat panen ubi kayu melimpah. Orang Melayu mengolahnya menjadi sagu atau tepung ubi kayu. Pembuatan sagu sangat sederhana. Yaitu, dengan cara merendam ubi kayu disungai atau di wadah tersimpan rumah. Wadah rendaman seperti guci, jenis baskom tanah atau sejenisnya. Dari sagu ubi penduduk menyimpan cadangan makanan.

Salah satu makanan yang buat dari sagu ubi adalah jenis mpek-mpek atau pek-mpek. Kadang dibuat kuliner lempeng. Membuat lempeng hampir sama dengan membuat mpek-mpek. Tapi adonan lempeng lebih encer dan bentuknya lebar seperti piring. Kata lempeng diambil dari kata gepeng. Gepeng dalam bahasa Indonesia berarti pipih atau bulat tipis. Memasak tidak memerlukan banyak minyak sayur.

Selain itu, penduduk juga sering membuat pek-mpek ubi secara langsung. Ubi kayu segar diparut lalu dibentuk seukuran genggam. Sebagaimana ukuran mpek-mpek pada umumnya. Lalu digoreng dengan minyak sayur yang dibuat dari minyak kelapa atau minyak ni’o. Itulah mengapa penduduk di pedalam Sumatera Selatan menyebut minyak sayur dengan nama minyak ni,o atau minyak kelapa. Kata ni’o berarti kelapa.

Selain itu, ubi kayu atau singkong juga sering dibuat mpek-mpek bakar. Ubi kayu setelah di parut, diberi garam lalu dicampur daging ikan. Kemudian dibungkus dengan daun pisang beberapa lapis. Lalu dipanggang diatas tungku. Bentuknya memanjang tidak bulat. Bentuk memanjang agar mudah meletakkannya di atas tungku api.

Selain campuran ikan, ubi kayu parut juga dicampur dengan pisang masak dan diberi gula. Kadang dibagian dalam dimasukkan gulah merah. Kadang juga dicampur durian, buah nangka masak, atau hanya gula merah saja. Tergantung selerah, memasak juga bukan hanya dipanggang. Dapat juga dikukus atau digoreng.

Masih banyak lagi jenis pek-mpek yang dibuat dari olahan ubi kayu. Begitu pun ubi jalar sering dijadikan mpek-mpek. Tapi dengan rasa manis. Ubi jalar direbus, lalu dihaluskan dan dibentuk seperti mpek-mpek. Di bagian dalam dimasukkan gula merah cair. Memasak juga boleh di gorang dan dikukus. Tapi sebelum menggoreng bulatan dicelupkan ke adonan sagu ubi zaman dulu atau adonan tepung zaman sekarang.

Olahan sagu ubi berikutnya yaitu pada jenis keladi-keladian. Nama lokal pada masyarakat Melayu di daerah Kabupaten Musi Banyuasin adalah keladi kubu. Dinamakan keladi kubu kemungkinan dekat dengan kehidpan suku kubu di pedalam Sumatera. Dari keladi ini, orang-orang Melayu pedalam membuat sagu. Sagu dapat dijadikan agar-agar atau jenis makanan lainnya.

Alam yang sangat kaya juga memberikan makanan yang melimpa pada bangsa Indonesia. Salah satu penghasil makanan pokok zaman dahulu adalah sagu enau dan pohon sagu di daerah pantai. Sagu enau juga dapat dijadikan makanan pokok dan diolah menjadi makanan biasa seperti mpek-mpek. Ikan yang melimpah juga menjadi makanan olahan penduduk.

Pecampuran daging ikan pada makanan bukan hanya pada mpek-mpek. Tapi juga pada jenis sambal. Penduduk membakar ikan beberapa ekor. Kemudian mencampur daging ikan pada sambal mereka. Ada juga jenis kuliner yang terbuat dari kelapa, sambal lingkung. Biasanya penduduk menggunakan daging ikan ruan (gabus). Daging ikan ruan dianggap daging yang baik untuk campuran makanan. Sampai sekarang daging ikan ruan dijadikan campuran makanan.

Seiring waktu, kuliner pek-mpek terus berkembang. Diikuti perkembangan industri perdagangan yang terus maju dan munculnya pangan dari luar yang masuk ke nusantara. Sehingga memberi pengaruh pada makanan tradisional di Sumatera Selatan, Palembang. Sebab Palembang adalah kota pelabuhan yang ramai.

Pengaruh pada makanan pek-mpek terus berkembang mengikuti zaman daerah dan masyarakatnya. Dari masa Awal era Sriwijaya, masa Kesultanan, sampai masa Kolonial Belanda dan memasuki masa kemerdekaan. Pada awalnya sagu diproduksi sendiri secara tradisonal. Kemudian hadir sagu dan tepung inpor. Maka beralihlah penduduk menggunakan tepung dan sagu infor atau industri.

Perkembangan teknologi yang sampai ke Palembang (Indonesia). Terutama alat penggiling ikan telah memberikan proses mudah pengolahan ikan. Penduduk pada awalnya merebus ikan terlebih dahulu untuk campuran kuliner. Kini dapat langsung menggiling daging ikan untuk adonan mpek-mpek, kemplang, dan sambal.

Dapat kita saksikan sekarang bagaimana perkembangan jenis mpek-mpek. Dari yang biasa, bercampur kulit ikan, mpek-mpek telur, mpek-mpek pistel dan udang, mpek-mpek kapal selam dan banyak lagi lainnya. Dari yang dijual oleh individu, dijual toko-toko, sampai industri seperti pek-mpek, Pempek Candy.

Pek-Mpek atau Mpek-mpek adalah salah satu bentuk perpaduan budaya air dan budaya gunung. Sebagaimana rumah-rumah panggung orang-orang Melayu. Penghidaran dari banjir dan solusi rumah di dataran rendah selayaknya di Palembang dan untuk keamanan dari bahaya hewan buas dan berbisa.

Namun nama mpek-mpek hanya dikenal dengan indetik mpek-mpek Palembang. Karena Palembang sebagai Ibu Kota Sumatera Selatan sejak zaman Kesultanan. Palembang sudah dikelan Nusantara sejak Era Majapahit. Sebelumnya nama Kota Palembang adalah Kota Sriwijaya dan Sungai Sriwijaya (Sungai Musi).

Untuk nama dari kuliner mpek-mpek atau pek-mpek berkembang secara sendirinya. Sama seperti nama kuliner lainnya. Istilah mpek-mpek bukan dari nama orang atau bahasa asing. Sebagai contoh, misalnya nama kuliner pindang, sambal, gulai, dan nama kuliner lainnya. Tidak ada yang tahu asal usulnya. Karena bentuk perkembangan budaya.

Tapi dalam penamaan sesuatu oleh masyarakat terdahulu biasanya mereka melihat keadaan, situasi, rupa, wujud dan tempat. Penamaan Desa Gajah Mati di Musi Banyuasin, misalnya. Pada masa permulaan penduduk membangun pemukiman mereka menemukan gajah yang mati di dalam sungai.

Awalnya nama sungai saja yang mereka namakan Sungai Gajah Mati. Karena ada bangkai gajah di dalam sungai. Nama Sungai juga tidak langsung diberikan. Tapi berkembang dari percakapan mereka sehari-hari. Mereka yang mendiami di sekitar sungai itu. Seiring waktu nama pemukiman mereka terbentuk dengan nama Talang Gajah Mati. Kemudian berkembang menjadi Desa Gajah Mati, sekarang.

Sebagai contoh melihat keadaan makanan. Misalnya makanan namanya, gando-gado. Mengapa dinamakan gado-gado kerana bercampur-campur beberapa jenis makanan. Sehingga dinamakan penduduk dengan gado-gado. Begitu juga dengan makanan tradisonal lainnya, nama berkembang secara sendiri tanpa ada pencipta. Tidak merujuk hanya satu orang saja. Hanya dizaman sekarang nama makanan diciptakan oleh pembuatnya.

Ada tiga kata yang umum di tengah masyarakay Melayu Sumatera Selatan. Kemungkinan diindikasikan sama dalam proses pembuatan mpek-mpek. Kata lepek, berarti suatu yang berbentuk bulat dan melebar. Lepek juga bermakna sesuatu yang bentuk lain misalnya bulat, kemudian menjadi bentuk yang agak tipis atau bulat lebar (pipih).

Pecahan dari kata lepek adalah tepek. Tepek berarti sesuatu yang lembut dan lengket lalu diambil dengan tangan atau segenggam tangan. Kemudian ditempel pada satu objek. Tepek juga berarti sesuatu yang lembut, lalu di robek-robek, dibagi-bagi, kemudian ditumpuk-tumpuk, ditekan-tekan, dirapikan. Lalu ada lagi kata penyek yang berarti menekan-nekan agar menjadi lembut, menjadi bercampur, menjadi satu.

Apabila kita perhatikan dalam proses pembuatan mpek-mpek. Kata lepek, tepek dan penyek sangat tepat sekali. Saat tangan pengadon membuntal-buntal adonan sagu dan tepung (ubi parut) menjadi mpek-mpek. Kemudian bentuk umum mpek-mpek adalah bulat tipis atau pipih atau lepek dalam bahasa Melayu lama Sumatera Selatan. Maka istilah kuliner tersebut dinamakan mpek-mpek atau pek-mpek. Nama yang berkembang dari aktivitas pembuatnya.

Apabila ada yang berpendapat nama makanan tradisional atau budaya yang sudah ada sebelum zaman kemerdekaan dikarenakan oleh satu orang. Maka hal itu tidak benar. Salah satu bentuk hasil budaya lama adalah tidak diketahui penciptanya dan pemberi namanya. Tapi nama, berkembang dengan sendirinya dari interaksi pengguna, pemakai, keadaan, rupa, pembuat, kondisi pada masa itu dan selanjutnya.
Perhatikan foto, bentuk demikian dalam bahasa Melayu lama Sumatera Selatan adalah bentuk lepek. Bentuk ini adalah bentuk awal dari pembuatan mpek-mpek. Hanya bedanya zaman dulu belum banyak gaya dan kreasi seperti ini. Proses penyek dan di tepek lalu dibentuk lepek (bulat lebar), maka jadilah bentuk kuliner dan sekaligus nama kuliner pek-mpek atau mpek-mpek atau pempek.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadadng Saputra.
Palembang. 8 Juli 2020.
Sy. Apero Fublic.
Via Sejarah Kebudayaan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

Wednesday, May 13, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Kenaikan BBM dan Tekanan Ekonomi bagi Masyarakat Menengah ke Bawah di Purworejo

Kenaikan BBM dan Tekanan Ekonomi bagi Masyarakat Menengah ke Bawah di Purworejo

Tuesday, May 12, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Netizen Julid vs Sila Kedua: Masihkah Kita Bangsa yang Beradab di Media Sosial?

PT. Media Apero Fublic- Friday, May 15, 2026 0
Netizen Julid vs Sila Kedua: Masihkah Kita Bangsa yang Beradab di Media Sosial?
APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia berkomunikasi dan berinteraksi. Media sosial ki…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

Thursday, April 23, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2026836
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Generasi Z Indonesia tumbuh di tengah derasnya arus digitalisasi. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Kenaikan BBM dan Tekanan Ekonomi bagi Masyarakat Menengah ke Bawah di Purworejo
    Shandyka Ahmad Pratama APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi isu yang memicu keres...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Menimbang Prioritas Negara antara Gizi dan Pendidikan
    Gizi dan Tantangan Generasi Muda APERO FUBLIC   I  OPINI .-   Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi salah satu kebijakan pemerint...
  • Rambut Tak Ganggu Belajar, Kenapa Harus Digunting
    Image: Illustration created with Google Gemini:  Guru BK SMKN 2 Garut, Ai Nursaida, saat memotong rambut siswi dalam razia. APERO FUBLIC   I...
  • Library or Lifestyle? Mengubah Perpustakaan Menjadi Destinasi Estetik dan Kolaboratif
    Library or Lifestyle? Mengubah Perpustakaan Menjadi Destinasi Estetik dan Kolaboratif Oleh:  Salwa Amalia Putri Mahasiswi Fakult...
  • Iklan ‘Bebas BPA’ Le Minerale: Edukasi atau Manipulasi Emosi?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Etika dalam periklanan seharusnya jadi batas yang jelas antara memberi informasi dan sekadar mempeng...
  • Strategi Mengatur Keuangan Keluarga Saat Harga BBM Melambung
    Dok. Canva APERO FUBLIC   I  OPINI .-   Kenaikan harga bahan bakar minyak tak hanya memukul pengemudi ojol—ia menekan setiap lapisan pengelu...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023

Popular Post

FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

Wednesday, May 13, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Kenaikan BBM dan Tekanan Ekonomi bagi Masyarakat Menengah ke Bawah di Purworejo

Kenaikan BBM dan Tekanan Ekonomi bagi Masyarakat Menengah ke Bawah di Purworejo

Tuesday, May 12, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Menimbang Prioritas Negara antara Gizi dan Pendidikan

Menimbang Prioritas Negara antara Gizi dan Pendidikan

Tuesday, May 12, 2026
Rambut Tak Ganggu Belajar, Kenapa Harus Digunting

Rambut Tak Ganggu Belajar, Kenapa Harus Digunting

Monday, May 11, 2026
Library or Lifestyle? Mengubah Perpustakaan Menjadi Destinasi Estetik dan Kolaboratif

Library or Lifestyle? Mengubah Perpustakaan Menjadi Destinasi Estetik dan Kolaboratif

Thursday, April 30, 2026
Iklan ‘Bebas BPA’ Le Minerale: Edukasi atau Manipulasi Emosi?

Iklan ‘Bebas BPA’ Le Minerale: Edukasi atau Manipulasi Emosi?

Monday, May 04, 2026
Strategi Mengatur Keuangan Keluarga Saat Harga BBM Melambung

Strategi Mengatur Keuangan Keluarga Saat Harga BBM Melambung

Thursday, April 30, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 62 Berita 1534 Berita Daerah 1541 Berita Internasional 34 Berita Nasional 1181 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 47 Cerita Rakyat 12 Cerpen 20 Dongeng 67 Ekonomi 44 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 64 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 9 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 546 Kesehatan 30 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 477 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 44 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 56 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 39 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 14 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 171 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 29 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us