7/07/2020

e-Antologi Puisi: Bulan Luka Parah.

Apero Fublic.- Berikut adalah e-Antologi puisi Bulan Luka Parah. Puisi dalam e-Antologi ini buah karya penyair bernama Husni Djamaluddin. Penyair yang mengguba puisinya dari Makassar. Puisinya lebih pada penghayatan jiwa-jiwanya. Tampak padat dan kuat pembawaan setiap baitnya. Berikut ini kutifan puisi dari antologi puisi Bulan Luka Para.

KALAU AKU BERDIRAM DIRI

Kalau aku berdiam diri.
Dalam kesendirian yang paling sendiri.
Jangan seru aku jadi badai yang menderu.
Jangan undang aku jadi gelombang laut yang geram.

Kalau aku berdiam diri.
Dalam kesendirian yang paling sendiri.
Seperti ini.
Sekalian angin sekalian laut.
Sekalian bumi sekalian bulan sekalian matahari sekalian langit.
Sedang kuseru sedang kuundang sedang kujemput.
Kedalam sukmaku yang satu.
Puisi-puisiku.
Lahir di sini.

Makasar, 2 April 1980.

PANTAI

Sebuah pantai tak berlaut.
Tempatku terdampar.
Dalam perjalanan menuju matahari.

Sebuah laut tak berpantai.
Tempatku berlayar.
Dalam rindu malam hari.

Makasar. 21 Februari 1980.

KAMPUCHEA

Tak tentram lagi
Budha bersemedi
Di dalam candi Ancor.

Maka Budha
Yang gusar di nirwana.
Kembali menjadi Sidharta Gautama.
Yang meninggalkan istana.
Menuju samsara
Di belantara
Kampuchea. (1980).

ANAK PERAHU

Laut yang ditempu laut yang membentang jauh.
Apa arti jarak apa itu wakt apa itu rindu.
Apa malam akan kelam apa alam akan kejam.
Apa langit keruh apa mendung mengepung.
Apa hujan menyerbu apa angin menjadi badai.
Apa guntur menggemuruh apa gelombang menggunung.
Apalah semua itu apalah laut apalah takut apalah maut.
Bagai anak perahu
                                Yang sudah
                                Mengangkat sauh.

Makasar. 6 Maret 1979.

KAU, AKU DAN WAKTU

Kalau waktu bergerak.
Kalau jam berdetak.
Dimakah kau.

Kalau jam berdetak.
Karena waktu bergerak.
Di manakah aku.

Kau dan aku.
Terjebak.
Dalam jam berdetak.
Dalam waktu bergerak.

Makasar. 12 Maret 1973.

Oleh. Husaini Djamaluddin.
Rewrite: Apero Fublic.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 8 Juli 2020.
Sumber: Husaini Djamaluddin. Bulan Luka Parah. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1986.
Buat sahabat-sahabat yang ingin mempublikasikan karya tulis, seperti puisi, cerpen, pantun, surat kita, syarce, dongeng, berita, artikel, dan sebagainya. Kirimkan saja ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau whatsApp 081367739872.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment