7/27/2020

Naskah Kitab Undang-Undang Raja Melayu Bengkulu 1817 Masehi.

Apero Fublic.- Daerah Provinsi Bengkulu memiliki kesamaan sosial budaya masyarakat dengan Provinsi Sumatera Selatan sejak zaman dahulu. Kesatuan budaya tersebut sebagai indikasi kalau satunya asal dan keturunan dari daerah dua Provinsi tersebut. Istilah, Bengkulu sama dengan arti daerah hulu. Sebagaimana orang-orang menamakan daerah uluan.

Sedangkan Bangka-belitung adalah daerah hiliran yang terjauh. Di kedua sisi Jambi dan Lampung, sementara Pusat Peradaban adalah Sriwijaya. Daerah ini masuk dalam kategori kawasan Melayu dan Islam. Sebagai bukti jalan sejarah tersebut terdapat sebuah naskah Undang-Undang Adat Lembaga Raja Melayu di Bengkulu.

Sistem pemerintahan tradisional Marga semasa Kolonial Inggris dan Belanda. Meninggalkan catatan tentang Undang-Undang Adat Lembaga Raja Melayu. Pada tahun 1825 baru Bengkulu diserahkan Inggris ke Belanda bertukar dengan Malaka daerah kekuasaan Belanda di Semenanjung Melayu.

Kalau kita pelajari dikawasan Bengkulu berlaku aturan Adat Melayu tersebut semasa Kolonial Inggris dan Belanda. Undang-Undang ini terdokumentasi berbentuk naskah dengan Aksara Arab Melayu, berbahasa Melayu dialeg Bengkulu. Di temukan di Kotamadia Bengkulu dan ditulis tahun 1817 Masehi. Menjadi koleksi museum Negeri Bengkulu. Berikut cuplikan Undang-Undang Adat Lembaga Raja Melayu.

UNDANG-UNDANG ADAT LEMBAGO RAJO MELAYU
Bismillahirrahmanirrahim.
Wabihi nast’inu billahi ‘ala inilah undang-undang pri mengatokan adat lembago rajo melayu dan dipakai oleh rajo dengan penghulu yang sudah diserpatkan dengan Hendri Luwis yang jadi magistrat adonyo.

Pasal Pang Pertamo (1). (Bahasa Melayu Bengkulu)
Pri mengatokan adat lembago mulo-mulo mudah semendo maka inilah ibaratnyo seorang laki-laki ado melihat seorang perempuan gadis atau jundo atau mendengar kabar perempuan itu ado bagus, maka ibilah laki-laki itu bersuruhan kepado ibu bapaknyo perempuan itu. Mengatokan dionyo mau semendo kepado perempuan itu dan jakalau dionyo suko dan kabarnyo perempuan itu suko ialah dihantarkannyo tando seperti segelang dari pado jenis emas dan perak. Itupun maka dibuat perjanjian dihadapan penghulu serto orang tuo-tuo duduk pado ketika itu. Perjanjian kalu mungkir dari laki-laki, melainkan tando itu hilang dan kalau mungkir dari laki-laki, melainkan tando itu berlipat. Dan apobilo tando itu diletakkan pado perempuan itu ialah berjanji suko atau lebih atau kurang dari itu ialah mengantar belanjo pulo dan pada antaran itu rupo-rupo yang di dalam janji begitulah dihantarkan dan janji begitu jugo samo surat janji tando itu tadi. Mungkir dari laki-laki, tando uang antaran itu hilang dan kalu mungkir dari perempuan uang antaran itu berlipat. Demikian adonyo.

Terjemahan Pasal ke 42 kedalam Bahasa Indonesia.
Pasal Yang Keempat Puluh Dua (42).
Ada Menggadai.
Gadai-menggadai yaitu barang siapa yang hendak menggadaiakan barang-barang yang nilainya mencapai lima real keatas harus menghadap magistrat. Jika perintah itu tidak diindahkan, maka barang-barang akan disita hakim. Demikian Supaya semua orang melihat dan mendengar semua jenis adat lembaga Melayu, baik orang putih (berkulit putih) dan semua bangsa yang tinggal di wilayah distrik Bengkulu, supaya menuruti adat lembaga tersebut ini. Demikian adanya.

Penutup Kata.

Ditulis di negeri Bengkulu Kota Malabro,
Pada tanggal 12 November 1817.
Ditandatangani oleh: Tuanku Pangeran Langgang Alam
Pangeran Raja Khalifah,
Daeng Mabila dan
Hendri Robert Lowis Magistrat.

Undang-Undang Adat Raja Melayu Bengkulu terdiri 42 Pasal. Meliputi peraturan sosial budaya masyarakat. Seperti pernikahan, pergadaian harta, adat budak, adat orang merdeka tidak dapat membayar utang, hukum menganakkan uang (riba), hukum ternak seperti hukum ternak menyeruduk orang, hukum pelaku sumpah palsu, hukum orang mencuri, hukum meracun orang, hukum orang yang melukai orang diaman orang terlukai dapat mendapat ganti rugi, dan lainnya.

Keterangan: Pangeran Lenggang Alam adalah raja dari kerajaan Sungai Lemau. Daeng Mabella adalah pemimpin orang-orang Bugis. Raja Khalifah adalah adalah Sultan dari Kerajaan Sungai Hitam. Hendri Robert Lowis pimpinan Kolonial Inggris di Bengkulu. Semendo berarti seorang laki-laki menikah seorang perempuan lalu menetap di rumah pihak perempuan.

Disalin oleh Raden Muhammad Amir pada tanggal 28 Juli 1878 dari naskah yang disahkan di negeri London Inggeris dan disimpan oleh Raden Singosari di Kantor Hakim Kecil Bengkulu sekarang. Disalin pada kitab ini pada tanggal 28 Oktober 1889 bertepatan dengan hari Selasa tanggal 5 Rabi’ul Awal 1307 Hijriyah disalin oleh Wegmester Muhammad Ajam.

Disalin oleh Al Haji Muhammad Ilyas dari kitab Wegmaster Muhammad Ajam pada tanggal 13 Juli 1902 M. Saya salin dari kitab Al Haji Muhammad Ilyas pada tanggal 22 Maret 1932 bertepatan dengan tanggal 14 Zul Qaedah 1350 H. Mariasin. (silsilah naskah yang ditulis).

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 27 Juli 2020.
Sumber: S. Budi Santoso, Dkk. Seding Delapan dan Undang-Undang Adat Lembaga Raje Melayu (Daerah Bengkulu). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment