7/06/2020

Kisah Inspiratif Dari Danau Gerak. Semende.

Apero Fublic. Muara Enim. Sejarah tidak hanya mencatat mereka yang punya pangkat tinggi, mereka yang kaya raya, mereka yang pintar dan berprestasi. Atau mereka yang berparas cantik dan menarik. Ataupun juga mereka yang memiliki banyak gelar akademis.

Tapi sejarah selalu mencatat mereka yang berani melakukan sesuatu yang tidak biasa. Yaitu, mereka yang berani melakukan perubahan. Untuk membuat sebuah perubahan dia hanya perlu memulai. Sebab, kata orang 1000 teori akan kalah dengan satu tindakan.

Danau Gerak,  4 April 2020 terjadi bencana alam yang menyebabkan jalan putus total. Jalan ini adalah akses satu-satunya transportasi daerah ini. Tanpa menunggu perhatian pemerintah atau pihak terkait. Masyarakat yang sadar akan pentingnya akses jalan raya.

Mereka berinisiatif bergotong-royong membuat jalan alternatif, supaya transportasi tidak putus total. Walau yang dapat berlalu hanya sepeda motor dan pejalan kaki. Beberapa unit mobil tidak dapat pulang kedesa dan hanya diparkir di pinggir jalan. Ada satu masalah, tentu tidak aman.

Hari berganti Minggu, Minggu bergati bulan. Ternyata benar disetiap populasi selalu ada parasit yang merugikan. Mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tidak selamanya kejahatan karena terniat kadangkalah juga karena ada kesempatan dalam situasi dan kondisi.

Mulai pemilik mobil kehilangan, yaitu tiga buah ban serap, dan empat buah terpal. Penduduk bermusyawara, daripada semakin banyak yang kehilangan alat-alat mobil. Harganya juga tidak murah. Maka timbul inisiatif dari warga yang memiliki mobil untuk segera memperbaiki jalan raya bergotong royong.

Tepat pada 12 Juni 2020 mereka sepakat mengumpulkan Dana untuk Pembangunan jalan dari Swadaya. Untuk pemilik satu unit mobil menyumbang satu juta rupiah. Terdapat sebelas unit mobil yang tidak dapat lewat karena rusaknya jalan. Sehingga terkumpul sebelas juta rupiah. Tidak ada uang pemerintah atau pemungutan uang dari masyarakat banyak. Seandainya ada mereka menyumbang dengan ikhlas.

Pada hari Minggu, 14 Juni 2020. Alhamdulilah akhirnya jalan sudah bisa dilewati oleh semua orang hanya dengan dana sebelas juta rupiah dari swadaya pemilik mobil. Sebuah tindakan yang luar biasa untuk mereka. Walau hidup di alam merdeka dan memiliki pemerintahan sendiri. Coba bayangkan kalau harus tetap menunggu  bantuan dari pemerintah yang semua sistem sedang terkendala oleh pandemi corona.

Harus berapa banyak lagi masyarakat yang dirugikan. Dimana hasil sayur-mayur yang diangkut dari desa ini mencapai empat ton perhari. Jumlah yang tidak sedikit untuk suplai kebutuhan sayuran daerah lain. Selama dua bulan satu minggu lamanya. Para petani, pedagang, dan masyarakat umum lainnya merasakan ketidaknyamanan dan kesulitan.

Semoga ini bisa menjadi referensi kedepannya untuk membuat tindakan perubahan yang lainnya. Sebab perubahan membuthkan tindakan berani.
Merekalah yang berhasil mencetak sejarah baru yang banyak orang tidak mengerti cara menghargainya. Sukses terus untuk kalian semua. Karena hari ini kalian telah memberikan warna baru untuk kesuksesan dan kemandirian. Sebab kesuksesan sebenarnya dimana orang lain ikut sukses didalamnya atau dapat menikmati kesuksesan itu. Kalau hanya untuk diri sendiri itu bukan kesuksesan tapi hanyalah pendapatan kecil saja.

Note: terhitung kemarin sudah ada bahan bangunan (batu, besi) dari pemerintah kabupaten. Itu artinya  pembangunan sudah diambil alih pemerintah, terimakasih. #Sepenggal kisah, inspirasi bersama.

Oleh. Senianah.
Editor. Selita. S.Pd.
Danau Gerak, 16 Juni 2020.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment