5/19/2020

Rindu Hujan Diwaktu Kecil.

Apero Fublic.- Kita mengenal hujan sejak masa kecil. Sering kali diam-diam mandi air hujan. Sebab, apabila meminta izin untuk mandi air hujan. Pasti ibu, ayah, kakak tidak akan mengizinkan kita. Sewaktu kecil kita menganggap hujan adalah permainan.

Ibu kita khawatir kita akan sakit. Kalau sakit tentu akan ada akibatnya, seperti tidak dapat ke sekolah. Begitulah cara pikir mereka yang dewasa yang nantinya kita juga akan mengerti. Namun, masa itulah masah yang sangat indah bagi kita.

RINDU HUJAN DIWAKTU KECIL

Waktu hujan deras
Di hari-hari ini.
Di sepanjang jalan waktu.
Kita, berlari dalam riang.
Sebab hujan telah datang.
Doa kita terkabulkan, siang ini.
Kita bermain hujan lagi.

Hujan telah datang
Aku tahu ibu akan marah.
Aku berusaha tidak untuk mandi hujan.
Tidak berlari diantara hujan.
Tapi hasratku, menjadi gagal.
Sebab kalian selalu memanggilku.
Berlari, menari, dan bermain air.

Kita melompat digenangan.
Berteriak dilengkingan perang.
Tertawa bersama, berlari bersama, jatuh bersama.
Dunia milik kita, mempesona.

Sekarang sudah dewasa.
Saat hujan berdiri di teras rumah.
Menatap sedih dan rindu, menyapa hujan.
Dengan tangan menggapai air hujan.
Yang jatuh di teratak rumah.

Kita tidak perna bermain hujan lagi.
Berbeda dari dahulu.
Kita bermohon agar tak kehujanan di jalan.
sekarang waktu berbeda.
Dulu dunia mimpi.
Sekarang dunia nyata.

Hujan pun telah berpinda.
Pindah ke hati kita.
Lalu hujan menetes, di mata kita.
Itulah hujan kita sekarang.

Oleh. Sadaria.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Indralaya, 20 Mei 2020.
Buat semua yang mau mengirim karya tulis seperti puisi, cerpen, artikel, dongeng dan karya tulis lainnya. Kirim saja ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment