5/01/2020

Kepada Yang Pernah Singga

Apero Fublic.- Surat Kita. Kepada yang pernah singgah di dalam hatiku. Dimana pun engkau berada. Aku berharap kau baik-baik saja dan selalu sehat dan dalam lingdungan Allah. Aku selalu berdoa untuk kebaikanmu dan kebahagiaanmu.

Buat kamu yang pernah singga dihidupku. Aku ucapkan terimah kasih padamu telah mau mampir walau tak menetap seperti harapan kita pertama kalinya. Banyak pengajaran yang telah aku dapatkan. Aku menyadari sekarang bagaimana sedihnya ketika harapan tidak dipenuhi. Aku mengerti ketika tunas muda yang dipatakan itu, akan menetes getahnya. Pada patahan juga meninggalkan rasa perih. Tunas yang terpetikpun akhirnya layu dan hancur. Tapi perlahan, tunas baru telah bermunculan.

Buat engkau yang pernah singga. Aku harap tidak ada dendam dan kecewa yang mendalam diantara kita berdua. Aku akan mengenangmu sebagai sahabat yang baik. Tidak ada yang diantara kita. Kita telah berbuat dengan usaha untuk membangun bangunan cinta itu. Merencanakan indahnya masa depan bersama-sama. Namun, jalan takdirlah yang memisahkan kita. Sehingga semuanya hancur dan berakhir tanpa pernah terpikirkan oleh kita.

Awalnya ada rasa sedih yang berkepanjangan padaku. Namun aku sadar sekarang, bahwa kita memang bukan jodoh. Aku sadar, tidak sepantasnya aku merengek seperti anak-anak. Memaksakan sesuatu yang seharusnya bukan milikku. Aku akui belum dewasa, dan belum dapat menerimah. Aku bukan tulang rusukmu. Aku jodoh orang lain, dan dirimu jodoh gadis lain.

Untuk kamu yang pernah singgah. Jangan pernah mencoba mampir lagi untuk singga. Cobalah mengerti dan kau pasti bisa berbuat untuk menjaga relung hati yang mulai sembuh dari luka. Agar jangan lagi memetik tunas yang mulai tumbuh dengan subur. Bukan aku mengunci hatiku, tapi ini adalah yang terbaik. Jangan kau buka lipatan yang telah rapi itu. Butuh waktu untuk merapikannya kembali.

Aku pun sekarang telah mengambil pengajaran yang baik. Aku tidak akan membuka pintu rumah ini lagi hanya karena alasan cinta. Aku juga tidak akan mempersilahkan laki-laki datang seorang diri. Hanya seorang bujangan yang ditemani walinya barulah boleh mampir disini lagi. Pintu rumah itu, hanya dapat dibuka kembali dengan ucapan dua kalimat syahadat.

Jangan pernah marah padaku, atau marah pada bintang-bintang. Jangan juga merasa kesal dengan ombak pantai yang pernah kita langkahi bersama-sama duluh. Semua terjadi karena jalan takdir kita yang berbeda. Sehingga kita mengenal dan akhirnya berpisah. Aku berdoa semoga engkau mendapatkan yang terbaik dari yang baik. Berbahagialah dan kenanglah aku dengan senyuman. Seperti aku mengenangmu dengan doa-doaku.

Untukmu yang pernah singga. Dariku yang pernah terluka. Selamat jalan dan selamat berpisah. Semoga suatu saat kita dapat berjumpa sebagai sahabat yang biasa.

Oleh. Ayu Faqiah.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra
Banda Aceh, 1 Mei 2020.
Buat teman-teman semua apabila ingin mengirim surat tanpa alamat dapat mengirimkan suratnya ke Apero Fublic. Apero Fublic memiliki halaman khusus untuk berkirim surat tanpa alamat dan tanpa tujuan.

Namun dapat menyampaikan semua yang ingin kamu sampaikan. Surat Kita adalah sastra baru yang memuat beberapa unsur. Yaitu, unsur kritikan apabila kamu ingin mengkritik. Unsur perasaan apabila kamu ingin mengungkapkan perasaan.

Serta unsur apapun yang dapat mengekpresikan kehendak kamu. Kirimkan suratmu ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment