5/01/2020

Ayu Faqiah. Se-Ikhlas Bunga

Apero Fublic.- Berpuisi akan membuat kita terhibur dan dapat menghibur orang-orang. Sebab saat kita menulis puisi kita menggunakan perasaan yang terdalam dari hati kita. Mulai dari pengalaman dan hal-hal yang kita hadapi.

Terkadang luka, kecewa, bahagia dan gembira. Lalu kita gubah menjadi bait-bait puisi. Saat itulah hadir kesamaan perasaan kita dengan perasaan orang lain. Sehingga mereka juga terhibur dan berbahagia.

Puisi sangat baik untuk terapi kejiwaan dan psikologis manusia. Kalau kamu marah, kalau kamu benci, kalau kamu sayang, kalau kamu suka, cinta, gembira, menemui keindahan. Maka puisi atau syairlah tempat yang paling tepat untuk melepaskan emosional kita.

AIR JERNI

Bila meradang dalam siang
Mentari berterik menyinari bumi
Membuat dahaga kita, membara
Terbayang sudah, mereguk air kiranya
Air terjun, air kelapa atau air sungai berbatuan
Madu kiranya manis juga, pikir kita.

Tidaklah, air jerni saja
Segelas cukup rasanya
Sejuk redamkan dahaga kita
Itulah harapan dihari-hari terik

Aku cari air putih jerni
Aku ingin minum sepuasnya
Namun hanya secangkir saja, cukup
Berbeda saat terbayang dikala haus
Begitulah kiranya nafsu, nafsu cinta
Tidaklah sesejuk yang kita kira.

Aku tunggu air jerni
Saat Allah kirimkan hujan saja
Tiada perluh berpeluh mencari-cari
Sebab cinta tiadalah bernafsu api
Tapi ibadah dan kasih sayangnya.

Air jerni, air terindah saat haus.
Ibarat jodoh yang kita tunggu.


SE-IKHLAS BUNGA

Bunga,
Kau sambut hari dengan ceria
Hujam semalaman kau tetap mekar
Cerah semalam pun kau tetap mekar.

Bunga,
Kau begitu yakin dengan hari-harimu
Kau begitu siap melewati takdir
Tak sedikitpun terlihat khawatir dan takut
Meski kau tahu,
Mentari siang telah menunggu,
untuk membakarmu layu.

Bunga
Tak pula kau dendam, pada seranga-serangga
Kau berikan sari bungamu, manis
Lalu mereka menjadikannnya madu dan makanan
Sedangkan kau beranjak menjadi layu.

Bunga
Layulah sudah kelopakmu
Mulai jatuh dan berguguran
Kau berubah menjadi biji dan bua
Semua memakan dengan penuh bahagia
Tak satupun yang mengingat kau bunga

Bunga
Aku iri padamu
Ajari aku menjadi sepertimu
Ihklas.

Oleh. Ayu Faqiah
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Banda Aceh, 2 Mei 2020.
Mungkin puisi saya tidak bagus seperti puisi karya pujangga ternama. Tapi puisi ini aku tulis dengan hatiku yang tulus. Aku mencoba menceritakan keadaan hatiku dan harapan hidupku.

Semoga puisi ini menjadi inspirasi bagi yang membacanya. Saran dan kritik yang membangun saya tunggu. Buat teman-teman yang suka berpuisi atau menggubah syair.

Jangan dikubur di dalam buku harian atau buku catatan saja, ya. Kirim ke Apero Fublic dan bagikan inspirasi hatimu pada kita semua. Kirim melalui email redaksi. duniasastra54@gmail.com atau fublicapero@gmail.com.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment