5/08/2020

IBU. Aku Bersimpu Di Kakimu

Apero Fublic.- Siapa yang tidak punya ibu. Makhluk yang sangat mulia dan penuh cinta. Ibu merawat kita sejak kita di dalam rahimnya. Sampai dia masih mampu dan selamanya hingga hayatnya. Ibu tidak memadamkan cahaya kasihnya. Cintanya seperti air mengalir yang tak sudah-sudah.

Aku lahir dari keluarga sederhana. Tumbuh dan besar disamping ibu. Sehingga aku tahu dan menyaksikan bagaimana kesulitan ibu. Bagaimana ibu berusaha sekuat tenaga untuk rumah tangganya. Cobaan demi cobaan dia berusaha kuat dan sabar. Sedangkan kita masih lugu tanpa mampu berbuat apa membantunya.

Sampai akhirnya tumbuh dewasa dan sampai sekarang. Ibu masih dalam tugasnya tanpa henti dan tanpa jedah. Kita dapat bermain dan pergi kemana-mana. Tapi dia diam dan tetap pada tugasnya. Tidak ada gaji dan tidak ada honornya. Justru dia memberikan kita apa yang dia punya. Ibu, aku bersimpu di kakimu.

Aku tahu maaf ibu seluas rahmat tuhan. Tapi kehilafan selama ini rasanya sangat memukul jantungku. Betapa tidak, alangkah kejam dan jahatnya aku. Saat ada kata-kata, perbuatan atau tindakan yang membuat dia terluka dan tersinggung. Tapi dia tidak mempermasalakan itu. Ibu, maafkan aku sungguh aku mencintaimu.


IBU AKU BERSIMPU

Ibu
Dalam hening kesendirian ini
Aku kembali ke garis waktu
Mengenang yang terjadi
Mengulang semua yang lalu

Ibu
Denyut jantung berhenti
Saat aku menyadari
Aku hanyalah anak kecil
Yang dahulu kau gendong dan kau sayangi
Ibu, aku mengingat masa itu
Begitu banyak derita-deritamu
Menegakkan rumah tangga kita
Kau berjuang sendiri, di pupuk kekhawatiran hidup
Dalam sepi dan kesendirian.

Ibu, keringat dan darahmu mengucur
Sebab duka, luka dan deritamu
Kau berkorban tiada terkira demi kami
Dengan rasa sabar dan keikhlasan

Ibu
Perlahan dan pasti
Wajahmu telah berkerut dengan cepat
Rambutmu memutih dengan cepat
Satu demi satu gugur
Kau semakin lemah
Belum juga aku dapat membahagiakanmu,
membanggakanmu

Ibu
Sunggu aku memohon ampun padamu
Atas semua salah dan khilafku
Aku tahu, maaf mu seluas rahmat Allah
Namun izinkan aku memohon ampun
Bersimpu di kakimu

Oleh. Sadaria
Editor. Desti. S.Sos
Fotografer. Dadang Saputra
Indralaya, 7 Mei 2020.
Aku persembahkan syarce ini untuk ibu. Walau aku tidak mungkin dapat membalas jasa ibu sedikit pun walau aku memberikan emas sebesar gunung. Tapi aku bersykur dan menyadari betapa besar pengorbanan seorang ibu.

Buat teman-teman yang mau mempublikasikan karya puisi atau jenis karya tulis lainnya. Kirim saja ke Apero Fublic atau Jurnal Sastra Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment