4/19/2020

Mengenal Danau Singkarak Di Sumatera Barat


Apero Fublic.- Mengenal dunia pariwisata Indonesia tidak akan ada bosanya. Beribu-ribu tempat indah tersebar diseluruh pelosok Indonesia. Mulai dari pantai, danau, bebukitan, hutan, warisan budaya, dan banyak lagi lainnya. Berbicara tentang wisata, danau juga tempat yang menarik. Sebab danau adalah sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan. Begitu pun apabila kita berbicara tentang bagaimana memajukan pariwisata lokal Indonesia. Mari, kita akan membahas lokasi wisata yang sangat indah, yaitu Danau Singkarak.

Danau Singkarak terletak di Provinsi Sumatera Barat yang menempati wilayah mencakup dua kabupaten. Yang, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Danau Singkarak memiliki luas kurang lebih 107,8 kilometer persegi.  Dengan kedalaman rata-rata 268 meter. Untuk luas maksimal Danau Singkarak sekitar 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer. Danau Singkarak adalah danau terbesar kedua di pulau Sumatera.

Pemanfaat air danau sudah di lakukan. Sseperti digunakan untuk penggerak turbin PLTA Singkarak. Lalu tempat menangkap ikan air tawar oleh masyarakat. Tempat wisata dan juga pemanfaat kebutuhan air bersih. Kalau kita amati pemanfaat ini belum maksimal untuk sebuah kekayaan alam yang luar biasa.

Danau Singkarak merupakan hulu dari Batang Ombilin. Batang dalam artian ini adalah sungai. Sama seperti di Sumatera Selatan, batang berarti sungai. Istilah yang terkenal dari Sumatera Selatan adalah Batanghari Sembilan. Atau sembilan aliran sungai dari anak Sungai Musi.
Orang Sumatera Barat sama seperti Orang Sumatera Selatan. Sama-sama keturunan rakyat Kedatuan Sriwijaya, orang Melayu. Pada abad ke 8 Masehi seorang Maha Datu di Kedatuan Sriwijaya masuk Islam, Sri Indrawarman. Kemudian banyak diikuti oleh pendukung dan masyarakat Sriwijaya (Palembang). Terjadi kudeta dari pihat keluarga kerajaan yang masih beragama Budha. Maha Datu Sri Indrawarman syahid karena mempertahankan keislamannya pada 728 Masehi. Sebagian pengikut dari Datu Sri Indrawarman melarikan diri ke Sumatera Barat, kelak mendirikan kerajaan Pagaruyung.

Sebagian lagi menyebar di pedalam Sumatera Selatan dan ke daerah lain. Kelak daerah-daerah pelarian akan menjadi embrio dari pemukiman Melayu Islam. Banyak sejarawan mengatakan saat Palembang dikuasai Majapahit di abad ke 14 Masehi.

Palembang masyarakatnya sudah beragama Islam. Sehingga adipati Majapahit Aryo Damar masuk Islam lalu berganti nama Aryo Abdillah. Sebelumnya keislaman di Palembang juga diperkuat oleh Cina Muslim semasa kedatangan Laksamana Ceng Ho ke Palembang.

Danau Singkarak salah satu permata Indonesia. Seharusnya kita memiliki program jangka panjang dalam mengembangkan dunia pariwisata di Indonesia. Yaitu, program Mega Wisata Nusantara. Dimana dunia pariwisata Indonesia menyatu dan berpadu di seluruh pelosok Indonesia. Semoga kesejahteraan dan kejayaan bangsa kita segerah terwujud.

Oleh. Rama Saputra.
Editor. Selita. S. Pd.
Palembang, 20 April 2020.

Daftar Baca:
Sri Wintala Achmad. Sejarah Runtuhnya Sriwijaya dan Majapahit. Yogyakarta: Araska, 2018.
Sumber foto. Ramadhani.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment