4/15/2020

Lockdown: Tetap Di Rumah Seruan Tegas Recep Tayyib Erdogan.


 
Apero Fublic. Turki.- Sebuah negara yang terletak di antara benua Asia dan Benua Eropa. Negara yang pernah menjadi penakluk besar di dunia ini. Kini juga terserang oleh penyebaran virus corona. Turki sebagai negara sibuk dan menjalin hubungan ke dunia internasional. Tentu saja tidak luput dari serangan penularan virus corona. Akhir-akhir ini, dampak penyebaran virus corona di Turki terus meningkat. Sehingga kebijakan penerintah Turki menjadi lebih tegas. Demi memutus rantai penyebaran virus corona atau covid -19.


Recep Tayyip Erdogan pada senin memerintahkan memberlakukan lockdown kembali pada akhir pekan mendatang. Dai menegaskan langkah yang dianggap perlu akan diambil untuk memutus rantai penularan virus covid -19 atau corona virus.

Sebelumnya pada Jumat 10 April 2020. Pemerintah Turki mengumumkan akan melaksanakan kebijakan lockdown mulai akhir pekan mendatang di seluruh Turki yang terdiri dari 31 kota. Pemberlakuan lockdown yang mendadak telah menyebabkan kepanikan massal. Membuat masyarakat melanggar aturan social distancing. Ujung dari kepanikan massal tersebut membuat Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengundurkan diri.

Suleyman Soylu mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu 12 April 2020. Dia banyak mendapat kritikan keras dari pihak oposisi dan masyarakat secara luas. “Negara yang aku cintai, dan akan selalu aku cintai. Begitupun bapak presiden, aku akan selalu setia padanya. Maafkan saya.” Ujar Suleyman (AFP).

Kebijakan lockdown di Turki berlangsung dengan ketat. Mereka menerapkan aturan yang tegas, dengan diawasi oleh pihak berwajib. Lockdwn diumumkan langsung oleh Erdogan. Turki Juga telah mengumumkan kematian akibat virus corona sudah mencapai 1.006 jiwa.

Oleh. Arip Muhtiar
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 15 April 2020.

Foto ilustrasi. Masjid Albaster atau Masjid Muhammad Ali di Mesir. Coba perhatikan kubah masjid. Tampak sekali kalau gaya arsitektur dan jenis kubah setengah lingkaran adalah bentuk pengaruh kubah aliran Turki Usmani. Muhammad Ali hidup semasa Mesir masih bagian dari kekhalifaan Turki Usmani.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment