4/30/2020

Cerita Kita. Berwisata Ke Taman Purbakala Kedatuan Sriwijaya

Apero Fublic.- Cerita Kita. Saya memiliki banyak keluarga di Provinsi Sumatera Selatan. Sebuah provinsi yang besar, masyarakatnya beretnis Melayu. Beragama Islam yang mencapai 99 %. Non muslim adalah masyarakat pendatang. Sama seperti kawasan Melayu lain di luar Indonesia. Seperti Melayu Malaysia, Thailand Selatan, Brunai Darussalam, Mindanau, dan kawasan Melayu lainnya. Ibu kotanya Palembang, yang telah menjadi kota metropolitan dengan penduduk mencapai dua juta jiwa.

Palembang pernah menjadi pusat pemerintahan Kedatuan Sriwijaya. Sebuah imperium besar pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Selama kurang lebih enam ratus tahun Kedatuan Sriwijaya menjadi penguasa di Nusantara. Imperium Melayu yang mewariskan pada kita sebuah Bahasa Nasional, yaitu Bahasa Indonesia. Berkat Sriwijaya bahasa Melayu tersebar dan dikuasai oleh semua etnis di Nusantara.

Karena itu, aku menyempatkan diri mengunjungi sebuah tempat wisata bersejarag di Kota Palembang. Yaitu, Taman Purbakala Kedatuan Sriwijaya (TPKS), dan Musium Sriwijaya yang menyimpan banyak peninggalan Kedatuan Sriwijaya.

TPKS adalah tempat pemukiman masyarakat semasa Kedatuan Sriwijaya berdiri. Mungkin juga pusat pemerintahan Kedatuan Sriwijaya. Dari observasi tim arkeologi di kawasan ini banyak ditemukan benda-benda arkeologis, seperti pecahan keramik, manik-manik, perhiasan dan lainnya. 

Kanal-kanal yang terbentang mengitari dan mengelilingi adalah jalur transportasi semasa Sriwijaya. Sisa peninggalan kanal-kanal itu masih ada sampai sekarang. Kanal tersebut dibuat oleh tangan manusia. Karena tersusun rapi dan teratur.

Di sisi masuk TPKS ada musium Kedatuan Sriwijaya. Saat kita masuk kedalam akan menjumpai bermacam-macam koleksi sejarah dari Sumatera Selatan. Sebelumnya kita tentu membayar tiket masuk dan mengisi buku pengunjung.
Saat masuk hal pertama yang kita jumpai adalah koleksi kemudi kapal layar raksasa. Kemudi kapal yang terbuat dari kayu unglen atau kayu besi. Terpajang melintang di sisi masuk museum. Saat kita masuk, kita akan menjumpai beragam patung, gerabah dari kebudayaan agama Budha. Memberikan informasi bahwa Kedatuan Sriwijaya beragama Budha.

Selain itu, banyak juga replika-replika prasasti peninggalan Sriwijaya. Jenis gerabah lainnya dan perhiasan kuno juga menjadi koleksi unggulan. Masuk kedalam museum kita akan menyelami dunia masa lalu di Provinsi Sumatera Selatan.

Setelah puas menikmati suguhan musium. Saya bersama teman-teman kemudian menikmati keindahan sebuah taman di pulau buatan. Banyak bunga-bunga dan tempat bersantai disana. Spot foto juga sangat bagus terutama berfoto di depan papan nama taman.
Kenangan yang tidak akan terlupakan. Semoga di lain waktu dapat kembali berkunjung ke TPKS. Wisata edukasi yang keren dan inspiratif. Kita bukan hanya mendapatkan hiburan tapi juga mendapat pengetahuan.

Sudah dahulu ya, ceritanya. Tunggu cerita perjalanan ku di tempat lainnya. Buat teman-teman yang ingin mengabadikan cerita liburan atau cerita seru lainnya. Kirim saja ceritanya ke Apero Fublic. email. fublicapero@gmail.com.

Oleh. Ayu Faqiah.
Editor. Selita. S.Pd.
Banda Aceh, 1 Mei 2020.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment