3/23/2020

Mengenal Produk-Produk Kerajinan Gerabah di Kayu Agung. Sumatera Selatan.

Apero Fublic.- Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Mengenal hasil kerajinan gerabah masyarakat Kayu Agung. Untuk menambah wawasan kita tentang daerah Sumatera Selatan. Informasi bisnis, dan Usaha Kecil Menengah.

Gerabah adalah jenis kerajinan tangan yang dibuat dari tanah liat. Yang diolah dengan cermat dan dicampur dengan pasir halus. Setelah dibentuk dan sempurna kemudian gerabah yang baru selesai dianginkan atau dibiarkan mengering dengan perlahan.

Baru setelah kering gerabah dibakar di dalam tungku khusus pembakaran gerabah. Gerabah adalah jenis teknologi tertua yang ditemukan oleh manusia. Bahkan sampai sekarang seni kerajinan gerabah terus berkembang. Berikut ini beberapa jenis gerabah hasil produksi kerajinan masyarakat Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

1. Tuyu
Tuyu mempunyai ciri-ciri badan buat, dasar cembung, dengan diameter dua belas koma lima centimeter. Tinggi badan tuyu sekitar empat belas koma lima centimeter. Tuyu digunakan masyarakat untuk wadah menyimpan ari-ari ibu yang habis melahirkan. Kemudian ditanam di dalam tanah.

2. Pasu
Pasu ini mempunyai ciri-ciri berkaki dengan ukuran tinggi sebelas sampai dua pulu empat cm, diameter tiga puluh sampai empat puluh cm yang fungsi pakainya untuk tempat wadah air. Pasu adalah jenis gerabah yang berpasta kasar, bewarna coklat tanah. Merupakan wadah dengan tepian terbuka, bagian dasar rata, serta dinding wadah yang lurus. Tinggi sekitar sepuluh centimeter, diameter mulut tiga puluh centimetem. Bagian atas dan bawah permukaan luarnya dihiasi dengan garis horizontal.

Pasu, juga tidak hanya digunakan sebagai tempat air. Pasu juga digunakan sebagai wadah makanan, minuman hewan peliharaan dan lain sebagainya. Di zaman sekarang ditengah majunya industri alat rumah tangga. Pasu masih digunakan dan dibutuhkan masyarakat. Khususnya untuk menggoreng kemplang, kacang kulit, yaitu dengan cara menggunakan media pasir.

3. Singkup Atau Kekap
Singkup atau kekap merupakan alat untuk memasak kue. Penggunaan singkup atau kekap ini masih sering digunakan dan dijumpai dikehidupan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) itu sendiri. Pada saat menjelang lebaran singkup atau kekap ini sangat laku. Seban digunakan oleh para ibu-ibu, gadis remaja putri untuk memasak kue. Seperti kue bolu maksuba, bolu lapis legit, bolu selai nanas, engkak ketan dengan menggunakan singkup.

Fungsi Singkup ini digunakan sebagai pemanggang kue. Singkup dipanaskan dengan bara api. Lalu setiap lapisan bolu ditutup atau dipanggang dengan menggunakan singkup ini. Hasilnya bolu yang dimasak dengan menggunakan singkup akan sangat baik. Lebih baik apa bila dibandingkan dengan menggunakan panggangan listrik atau oven, atau pun dikompor. Dengan menggunakan Singkup membuat cita rasa kue menjadi lebih lezat, lebih kering, legit, dan awet.

4. Kendi 
Kendi merupakan tempat air bercerat (terbuat dari tanah liat). Penggunaan kendi biasanya digunakan untuk ritual pada saat orang membangun rumah ketika akan memasang genteng rumah, dimana kendi tersebut diisi dengan air lalu diikat dan digantungkan diatas atap rumah bersama kelapa hijau. Menurut kepercayaan masyarakat kendi yang berisi air  ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, sejuk, dingin bagi si pemilik rumah.

5. Kran Atau Tungku Api
Kran atau  tungku  merupakan tempat menyalakan api untuk memasak. Kran ini memiliki tiga tonjolan berbentuk “lidah babi” dan pada bagian dasar memiliki kaki. Pembentukan kran ini menggunakan teknik langsung dengan tangan (hand-modeiled). Dibuat dari tiga gumpalan tanah liat satu gumpalan tanah liat untuk membuat bagian dasar kran, satu gumpalan untuk membentuk bagian badan, dan satu lagi untuk membentuk kaki kran.

Dengan  menggunakan bahan bakar tradisional seperti  kayu, arang, sabut kelapa dan lain sebagainya. Kran atau tungku dapat digunakan untuk memanggang ikan. Menghasilkan panggangan harum, warna panggangan dan kematangan yang merata, dan lezat.

Karena memiliki manfaat luar biasa tersebut, kran sampai saat ini masih banyak  di gunakan masyarakat. Sangat cocok bagi Anda yang ingin membuka usaha kuliner. 

6. Gentong Atau Guci
Gentong merupakan jenis gerabah sebagai tempat penyimpanan air di dapur. Pada masa lalu gentong sama dengan guci. Digunakan masyarakat untuk penyimpanan beras, pengawetan ikan (pede), permentasi durian (jeruk), Permentasi ubi (tapai). Pada masa lampau juga berfungsi sebagai tempat menyimpan harta berharga seperti emas dan uang.

Dalam hal pemasaran hasil kerajinan gerabah dijual langsung oleh pengrajin. Banyak juga dijual ke pedagang pengumpul di pasar-pasar. Ada juga yang menjual eceran dan memesan langsung dari pengrajin. Apabila anda ingin berbisnis gerabah maka datanglah ke Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Oleh. Ahmad Reni Evita
Editor. Selita, S.Pd.
Palembang, 23 Maret 2020.

Sumber.
Lutfianti. Eksistensi Kerajinan Gerabah di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Palembang: Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Fakultas Adab dab Humaniorah, 2020.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment