-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Sejarah Islam Mengenal Pemerintahan Marga. Bengkulu. Sumatera Selatan. Lampung. Bangka Belitung
Sejarah Islam

Mengenal Pemerintahan Marga. Bengkulu. Sumatera Selatan. Lampung. Bangka Belitung

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
23 Mar, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Sejarah awal masyarakat Sumatera Selatan berasal dari atas-atas bukit dan gunung-gunung. Hal ini dapat diungkap dari adanya temuan kerangkah manusia purba penghuni gua-gua (gua putri). Berlanjut kemudian masuk masa peradaban zaman megalitikum. Peninggalan tersebar di daerah Pagar Alam, Lahat dan sekitar yang mencapai luas 40 kilometer persegi luas sebaran. Atau yang disebut oleh peneliti Belanda dari Gunung Suminung, Gunung Dempo, Gunung Kaba. Masa awal peradaban, mereka masih penganut animisme dan dinamisme.

Secara umum di Nusantara kehidupan zaman megalitikum memang di atas bukit-bukit atau dataran tinggi. Mulai dari Aceh sampai Papua atau secara umum di seluruh kawasan Austronesia. Ketika penyebar agama hindu dan budha. Mereka para penyebar budaya mengenal orang Indonesia yang tinggal di bukit-bukit dan anak gunung tersebut. Termasuk orang-orang di Sumatera Selatan. Maka orang India menamakan orang Indonesia dengan orang-orang Mala atau bangsa Mala. Mala dalam bahasa sanskerta berarti bukit atau gunung atau dataran tinggi.

Waktu berlau memasuki awal abad-abad Masehi. Ketika interaksi orang India dan Cina menguat. Mereka berlayar dan menginformasikan tentang negeri orang yang tinggal di atas bukit atau gunung, orang Mala. Orang Cina pun bersama di dalam komunitas mereka menambahkan kata Yu dalam menjelaskan negeri orang Mala (Indonesia). Yu dalam bahasa kuno Cina berarti negeri atau kerajaan.

Pengaruh hindu dan budha semakin kuat. Orang-orang Indonesia yang tinggal di bukit, gunung atau dataran tinggi mulai turun ke dataran rendah dan muara sungai di laut. Orang Cina yang dominan berdagang selalu menyebut dengan nama mala-yu untuk menamakan orang Indonesia, terutama orang di Sumatera Selatan. Beriring juga peradaban dunia naik ditimur dan barat. Sehingga interaksi perdagangan meluas. Mereka yang baru datang ke Nusantara Mengenal juga istilah Mala-yu selagi masih di pelabuhan mereka. Waktu berlalu, menjadikan nama mala-yu dikenal oleh bangsa-bangsa asing dan seluruh Nusantara.

Perkembangan peradaban pertama terbentuk di Kalimantan dan Sumatera Selatan. Juga di sepanjang jalur pelayaran dan selat Malaka melewati Laut Natuna Utara. Munculnya Kedatuan Sriwijaya yang kuat dan besar menguasai Aisa Tenggara. Maka istilah Melayu atau Malayu melekatk pada negeri-negeri di kawasan yang bahasanya sama dengan bahasa masyarakat Kedatuan Sriwijaya. Sehingga Sumatera Selatan juga diakui sebagai negeri asal usul Melayu.

Bersamaan berkembangnya pengaruh hindu dan budha. Pengaruh budaya dan bahasa juga mengiringi. Seperti, munculnya gelar puyang. Kata puyang berasal dari kata pu dan hyang. Kata pu menjelaskan tempat atau terletak. Hyang adalah kata dalam bahasa sanskerta yang berarti, sebuah kekuatan supranatural yang bersifat ilahia. Dengan demikian kata puyang berarti pemimpin suatu tempat yang memiliki kekuatan, kelebihan dan sebagainya yang bersifat sakti. Pengambilan gelar hyang juga dilakukan oleh Dapunta. Pendiri Kedatuan Sriwijaya dari Minanga di daerah Ogan Komering Ilir sekarang, Dapunta Hyang.

Dalam perkembangan kemudian orang Melayu yang telah menyebar di seluruh pelosok Pulau Sumatera Bagian Timur, berkembang. Terciptalah suatu komunitas masyarakat yang berdasarkan kekerabatan atau kepuyangan yang mendiami suatu kawasan. Maka timbulah suatu pemerintahan tradisional, yaitu Pemerintahan Marga yang bersifat genoalogis atau berdasarkan seketurunan diistilahkan dnegan kepuyangan. Kemudian dalam perkembangannya Pemerintahan Marga selain bersifat genoalogis juga bersifat teritoris (wilayah).

Penduduk menyebut tempat tinggal baru dengan Talang. Terciptalah talang-talang baru dari kepuyangan mereka. Pemukiman penduduk tersebut yang sudah terdiri dari Talang-Talang bersatu membentuk suatu kepemimpinan, menjadi dusun.

Luas wilayah marga sesuai dengan wilayah yang didiami oleh kelompok mereka. Terbagi dalam beberapa dusun-dusun. Dari inilah kemudian mereka bersatu membentuk suatu pemerintahan lokal. Pemerintahan untuk melindungi diri, melindungi kelompok dan menegakkan aturan hukum dan adat istiadat.

Sebelumnya, sistem pemerintahan marga di pimpin oleh orang terkuat pada masanya. Atau orang yang dituakan (jurai tue) atau dipilih rakyat. Kemudian sistem kepemimpinan menjadi bersifat monarki atau turun-temurun. Sebab masuknya pengaruh hindu dan budha. Hal ini dapat di lihat dari berdirinya Kedatuan Sriwijaya. Karena penguasa ingin mengambil dukungan dan kesetian pemimpin marga apabila mereka di akui kepemimpinannya yang bersifat turun temurun.

Sistem Pemerintahan Marga terdapat di Pulau Sumatera Bagian Timur. Meliputi seluruh wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Bengkulu, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Lampung. Semua wilayah ini memiliki pemerintahan marga pada masa lalu. Kalau secara historis empat provinsi memiliki kesamaan sistem budaya dan adat istiadat, Melayu.

Bukti Pemerintahan Marga sudah ada semasa Kedatuan Sriwijaya. Dapat dibuktikan dengan kabar tertulis pada prasasti Kota Kapur peninggalan Kedatuan Sriwijaya yang ditemukan di Pulau Bangka. Cuplikan bunyi prasasti baris ke empat dan kelima: (4) yang mengenal pemberontak, yang tidak berprilaku terhormat, yang tidak takluk, yang tidak setia pada saya dan pada mereka yang oleh saya diangkat sebagai datu; biar orang-orang yang menjadi pelaku perbuatan-perbuatan tersebut mati kena kutuk biar sebuah ekspedisi untuk melawannya seketika dibawah pimpinan datu atau beberapa datu Sriwijaya dan biar mereka. (5) di hukum bersama marga dan keluarganya. Lagipula biar semua perbuatannya yang jahat; seperti mengganggu; ketentraman jiwa orang, membuat orang sakit, membuat orang gila, menggunakan mantra, memakai racun upas dan tuba, ganja.”

Kalau kita cermati dari barisan keempat dan ke lima ada nama datu yang diangkat atau datu yang memimpin. Ada kata, “marga dan dirinya.” Dari sini menunjukkan ada gelar pemimpin “Datu” yang kemungkinan sebagai gelar pemimpin marga masa itu (Pemerintahan Marga). Sedangkan gelar depati digunakan sebagai gelar kepala dusun (Talang). Gelar Depati masih di temukan sebagai kepala dusun pada tahun 1883 oleh W. Marsden (Arlan Ismail:13:2004).

Dari itulah, Sriwijaya menggunakan istilah Kedatuan sebagai nama negerinya, Kedatuan Sriwijaya. Bermakna bersatunya wilayah yang dipimpin datu-datu didalam wadah Sriwijaya sebagai suatu kerajaan besar. Kemungkinan istilah kedatuan inilah yang nantinya diserap masuk ke istilah di Jawa, sistem Keratuan. Saat Sriwijaya berkuasa di Pulau Jawa beberapa abad lamanya. Peninggalan besar Kedatuan Sriwijaya di Jawa Tengah adalah Candi Borobudur.

1. Pemerintahan
Pada awalnya Palembang setelah keruntuhan Kedatuan Sriwijaya pada abad ke 11. Terjadi kekosongan pemerintahan dalam masa beberapa waktu. Sehingga Palembang menjadi sarang bajak laut Cina. Datangnya Ceng Ho atau Ma Huan membasmi bajak laut. Semasa kebangkitan Kerajaan Majapahit abad ke 14 Masehi. Palembang diduduki oleh kerajaan Majapahit. Palembang ditempatkan seorang Adipati Majapahit bernama Ariyo Damar yang kemudian berganti menjadi Aryo Abdillah. Masuknya Aryo Dillah kedalam Islam sebab Penduduk Palembang telah mayoritas muslim waktu itu.

Pada masa penerus Aryo Abdillah yaitu Adipati Karang Widara. Banyak melakukan ekspedisi ke daerah hulu musi (uluan) untuk meluaskan pengaruh Palembang. Karena Palembang sesunggunya hanyalah wilayah kecil dipinggiran Sungai Musi. Dalam meluaskan pengaruhnya penerus Aryo Abdilla adipati Karang Widara (1485) menggunakan cara diplomasi kekeluargaan. Masa Karang Widara baru menyatukan 100 dusun di daerah uluan. Yang nantinya akan dilanjutkan oleh sultan-sultan Palembang.

Semasa Kesultanan Pemerintahan marga disatukan dengan diplomasi seperti yang dilakukan Adipati Karang Widara. Sistem kepemimpinan marga di pimpin seorang pesirah, depati. Dibantu pembarap dan juru tulis. Mereka bertanggung jawab ke Pati di Palembang.

Dalam urusan agama ada penghulu. Dusun (desa) di pimpin oleh seorang keria atau proatin. Kampung dipimpin oleh punggawa dan urusan agama oleh ketib dan (khatib). Sultan juga memberikan gelar pangeran, depati dan melegalisasi pendirian marga baru. Menjadi legalisasi kepemimpinan marga. Seperti pembentukan Marga Sanga Desa oleh Depati Samsudin. Depati Samsudin menjadi pesirah dilegalitas Sultan Palembang. Lima tahun kemudian Depati Samsudin dianugerahi gelar Pangeran (Oedji Anang: 1985).

2. Angkan Dangkan
Angkan Dangkan atau angkan-angkanan keluarga adalah bentuk budaya masyarakat Melayu Sumatera Selatan. Sampai sekarang budaya angkat keluarga masih sering dilakukan masyarakat. Angkat keluarga menjadi salah satu diplomasi penguasa Palembang dalam menyatukan sebuah Pemerintahan Marga di daerah uluan ke dalam pemerintahan.

Para depati diangkat menjadi keluarga raja. Karena sudah menjadi keluarga raja. Maka pemimpin marga mendapat gelar Pangeran. Lalu diakui kedudukannya dan kepemimpinannya pada marga tersebut. Maka munculah gelar-gelar pangeran selanjutnya. Pada Pasirah atau Depati pemimpin Pemerintahan Marga.

3. Pemberian Simbol
Pemberian simbol-simbol dari kesultanan pada Para Pemimpin Marga. Masyarakat waktu itu masih sangat menghormati simbol-simbol tersebut. Simbol yang diberikan sultan dapat berupa gong, senjata pusaka, piagam lempengan, dan pernyataan pengukuhan.

4. Persumpahan
Masyarakat Melayu Pulau Sumatera Bagian Timur memiliki budaya bersumpah. Orang Melayu sangat percaya dengan sumpah-sumpah. Bilamana sumpah dilanggar akan menyebabkan hal buruk dalam kehidupan. Begitupun saat sumpah Demang Lebar Daun dan Putra Raja Iskandar Zulkarnain dalam sastra hikayat Melayu.

Bukit Seguntang adalah saksi persumpahan para depati-depati pimpinan marga dalam mengikrarkan sumpah setia pada pemimpin di Palembang. Atau sumpa setia pada Sultan pada masa Kesultanan.

Budaya sumpa Melayu juga tercatat di prasasti Kota Kapur peninggalan Sriwijaya di Bangka Belitung. Prasasti ini dibuat saat Dapunta Hyang Jaya Naga yang akan berangkat menginvasi Pulau Jawa.

Semasa Palembang dibawa pimpinan Adipati Karang Widara. Persumpahan para depati beralih ke Bukit Seguntang dimana terdapat situs Puyang Putri Kembang Dadar dan Puyang Segentar Alam.

5. Mantra Segentar Alam
Mantra dalam tradisi budaya Melayu adalah susunan kata-kata yang diyakini mengandung kekuatan ghaib dan dapat memberikan kekuatan magis. Sehingga orang-orang yang menggunakannya akan mendapatkan sesuatu dengan mudah dan ajaib. Berikut ini bentuk matra penanaman pengaruh Palembang pada masyarakat Melayu uluan.

Assalamualikum Puyang Segentar Alam
Assalamualikum Puyang Putri Kembang Dadar
Kami anak cucungmu datang menghadap
Kuat-kuat dari kuat.
Raje dahi segalek raje
Raje penguasa bomi dan langit
Raje petir, raje marah, raje imau.
Ape  kene ancur
Hancur malam hancur siang
Kami besatu dengen puyang Segentar Alam dan menyatu dengan Puyang Putri Kembang Dadar.
Hak kata Allah. Bukan aku yang berkuaso, tapi Allahlah yang bekuaso. Asshaduallah ilahailallah waashaduanna muhamad rasululullah.

Mantra Segentar Alam sudah sangat langkah yang mengetahui. Mungkin sudah tidak ada lagi masyarakat yang menyimpan catatan atau hafal secara keseluruhan. Pada ilustrasi sebagian saja yang dapat dikatakan benar.

Sebab penulis mengandalkan ingatn sewaktu masih kecil. Ketika orang-orang tua bercerita tentang mantra-mantra. Apa bila ditelusuri berarti salah satu bentuk pengaruh dalam menyatukan Pemerintahan Marga semasa Adipati Karang Widara lalu dilanjutkan Masa Kesultanan Palembang adalah memanfaatkan sastra mantra-mantra.

Pemerintahan Marga Semasa Kolonial Belanda.
Menurut Arlan Ismail (2004) marga adalah persekutuan dari wilayah-wilayah dusun (desa) yang membentuk pemerintahan sediri. Kedudukan Pemerintahan Marga di atas dusun-dusun tersebut.

Dalam mengatasi permasalahan bahasa. Marga-marga menggunakan bahasa Melayu dialeg Palembang dalam berkomunikasi antar wilayah marga. Masa Kolonial Belanda kepemimpinan Marga bersifat demokratis. Dipilih langsung oleh rakyat. Sistem turun temurun dihapus Belanda. Namun gelar dan hukum masih tetap berlaku tidak banyak perubahan.

Pemerintahan Marga orang Melayu berkembang dan terdokumentasi dengan baik semasa Pemerintahan Kolonial Belanda. Meliputi empat provinsi sekarang yang terdiri dari Keresidenan Palembang, Keresidenan Lampung, Keresidenan Bengkulu, dan keresidenan Bangka Belitung.

Marga di Batanghari Sembilan berbeda dengan sistem marga masyarakat Melayu Minangkabau dan Melayu Batak. Disana marga merupakan kesatuan genealogis masyarakat. Mereka menjadikan marga sebagai identitas masyarakat mereka sekaligus tanda kepemimpinan wilayah.

Sedangkan marga di kawasan Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung lebih bersifat kepemimpinan saja (kesatuan teritori). Tidak ada ikatan kekerabatan turun temurun yang nyata. Karena pada umumnya masyarakat di Sumatera Selatan adalah satu. Yaitu sama-sama orang Melayu dari satu kepuyangan. Sehingga tidak ada perbedaan satu sama lainnya.

Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda seorang Pasirah pemimpin marga dibantu oleh seorang pembarap (wakil), seorang juru tulis, dan seorang opas. Opas nama petugas setara polisi di zaman Belanda. Pada tahun 1936 di Pulau Sumatera Bagian Timur terdapat 314 marga. Terdiri dari 174 marga di Keresidenan Palembang, Keresidenan Lampung 58 marga, dan Keresidenan Bengkulu 82 marga.

Di ibukota Marga terdapat Rumah Marga (Margo) atau balai marga, yang digunakan untuk tempat bermusyawarah masyarakat marga. Di pemerintahan tingkat dusun (desa) dipimpin oleh keria (kerio) atau proatin. Kampung dipimpin punggawa.

Selain itu dalam bidang keagamaan ada jabatan ketib/penghulu. Di setiap dusun dibangun gardu atau semacam bangunan sederhana berbentuk rumah. Disini ditugaskan seorang kemit atau dijaga oleh penduduk secara bergilir. Selain menjaga keamanan kemit juga bertugas mengumumkan berita di seluruh desa. Biasanya memukul gong, kenong, gendang, dan sebagainya. Untuk menarik perhatian warga.

Salah satu cara-cara kemit yang pernah saya dengar dahulu sewaktu masih anak-anak. “Hoy, uwang sekampung-kampung ikak, aku suru kades nutus kenong, untuk nyampaike bahwa arai isuk bagi yang ade anak kecik dibawah omor lime tahun. Unde ke puskesmas untuk imunisasi.

Terjemahan. "Semuanya, masyarakat di kampung ini. Saya di minta pak kades memukul gong untuk memberitahukan bahwa bagi yang memiliki anak umur dibawah lima tahun. Besok bawak ke puskesmas untuk mengikuti imunisasi."

Pemerintahan Marga dihapus oleh Pemerintah Pusat semasa Orde Baru di tahun 1979. Penghapusan Pemerintahan Marga oleh Pemerintah Pusat dengan dikeluarkan UU No. 5/1979 (Arlan Ismail: 106:2004).

Semoga Pemerintahan Marga dapat dikembalikan sebagai wujud pelestarian budaya bangsa. Selain itu, gelar Puyang, Depati, dan Datu dapat kita angkat kembali. Seperti gelar untuk Pak RT (rukun warga) dapat digelari dengan, Punggawa. Sebagai mana dahulu semasa kesultanan punggawa adalah pemimpin kampung.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti, S. Sos
Pelembang, 23 Maret 2020.
Sumber foto. Pinterest. Ilustrasi.

Daftar Baca:
M. Arlan Ismail. Marga di Bumi Sriwijaya: Sistem Pemerintahan, Kesatuan Masyarakat Hukum Daerah Uluan Sumatera Selatan. Palembang: UNANTI PRSS, 2004.
K.H.O. Gadjahnata dan Sri Edi Swasono. Masuk dan Berkembangnya Islam di Sumatera Selatan. Jakarta: UI-PRESS, 1986.
Husni Rahim. Sistem Otoritas dan Administrasi Islam. Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 1998.
Sri Wintala Achmad. Sejarah Runtuhnya Sriwijaya dan Majapahit: Menelusuri Jejak Sandyakala Imperium Besar Nusantara. Yogyakarat: Araska, 2018.
Mohd. Oedji Anang. Sejarah Marga Sanga Desa: Silsilah Pasirah-Pasirah Yang Pernah Memimpinnya. Bandung: T.pn, 1985.

Sy. Apero Fublic
Via Sejarah Islam
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Bupati Muba Matangkan Persiapan Peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera, Presiden Diupayakan Hadir

PT. Media Apero Fublic- Monday, July 20, 2026 0
Bupati Muba Matangkan Persiapan Peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera, Presiden Diupayakan Hadir
Menteri Koperasi memastikan dukungan penuh terhadap agenda nasional hilirisasi sawit berbasis koperasi di Kabupaten Muba. APERO FUBLIC   I  SEKAYU.…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261476
  • 20251140
  • 2024210
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?
    Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial? Oleh: Muhammad Izaz Alhafiz Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S....
  • Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio
    APERO FUBLIC.- Bulan Ramadhan 1439 Hijriah telah berlalu, sekitar sebulan lalu. Aktivitas perkuliahan Aisyah dalam libur smester. Kampu...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Monday, June 29, 2026
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1783 Berita Daerah 1705 Berita Internasional 44 Berita Nasional 1226 Brand 117 Budaya Daerah 38 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 66 Cerita Rakyat 12 Cerpen 32 Dongeng 67 Ekonomi 112 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 911 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 667 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 53 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 58 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 202 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us