-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Berita Internasional Laporan Internasional: Gejolak di Xinjiang dan Akar Permasalahannya
Berita Internasional

Laporan Internasional: Gejolak di Xinjiang dan Akar Permasalahannya

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
03 Jan, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Agama Islam sudah hadir di Cina sejak 1400 tahun yang lalu. Menurut catatan Islam sampai pada tahun 618 Masehi, semasa pemerintahan Dinasti Tang.[1] Sahabat Rasulullah SAW  yang datang langsung berdakwah diantaranya,  Saad bin Abdul Qais, Qais bin Abu Hudhafah, Urwah bin Abi Uththan dan Abu Qais bin Al-Harits.

Dari mereka dakwah Islam yang dilanjutkan para pedagang dan mubaliq lokal terus berkembang. Sehingga melahirkan lebih dari 136 juta umat Islam di seluruh dataran negara Cina. Namun Pemerintahan Cina menutupi jumlah umat Islam yang sebenarnya untuk kepentingan politik mereka. Sebut saja misalnya pada tahun 1990 Pemerintah Cina menyebutkan jumlah umat Islam hanya 17 juta saja.

Namun L. Stoddard memberi penjelasan, bahwa jumlah umat Islam setelah pemadaman pemberontakan di Turkestan dan Yunan  tahun 1870 Masehi berkurang sangat drastis. Setelah pembunuhan-pembunuhan yang mengerikan oleh Pemerintahan Tiongkok. Sekarang kaum muslimin Tiongkok hanya tiggal 10 juta saja.[2] Dari keterangan buku tersebut yang terbit pertama tahun 1921 jumlah umat Islam di Cina tersisa 10 juta. Kemudian tahun 1990 apakah wajar jumlah hanya 17 juta saja. Kecuali kalau ada pembantaian masal yang berkelanjutan pada masa Komunis. Itulah para analis memperkirakan sekarang (2019) jumlah umat Islam Cina sudah jauh lebih besar.

Muslim Uyghur adalah kelompok masyarakat Islam Cina terbesar kedua setelah etnis Hui, mereka mendiami wilayah Xinjiang (Turkistan Timur) sudah ribuan tahun lampau.[3] Di dalam perjalanan sejarah wilayah ini pernah memerintah dataran luas Asia Tengah termasuk memerintah seluruh Cina, India, Rusia, Eropa dan Timur Tengah. Zaman kemudian berbalik orang Cina yang menguasai masyarakat Xinjiang. Berikut tiga pokok masalah Xinjiang yang rumit.

1. Permasalahan Sejarah
Masyarakat Xinjiang atau Turkistan Timur memiliki sejarah besar pada masa-masa lampau. Nenek moyang mereka adalah kelompok suku petarung yang ulung. Mereka memiliki sejarah-sejarah penaklukan-penaklukkan. Suku Uyghur bangsa yang ganas dan sangat suka berpetualang berperang. Mereka keturunan penakluk-penakluk dunia. Seperti Jengis Khan, Kubilai Khan, Hulagu Khan, Timur Leng, Kaisar-Kaisar Mongol. Atilah yang terkenal adalah salah satu nenek moyang dari orang-orang di daerah Xinjiang ini.[4]

Wilayah ini dahulunya adalah wilayah tanpa tuan, masyarakatnya dipimpin oleh Khan-khan yang merdeka. Khan gelar pemimpin persatuan kepala suku. Sampai munculnya kekuatan komunis di Rusia dan bangkitnya komunis di Cina. Wilayah khan-khan ini kemudian dianeksasi oleh kedua kekuatan besar tersebut. Sehingga menjadi dua kawasan wilayah, Turkistan Timur dikuasai Cina. Sedangkan Turkisatan Barat oleh komunis Rusia. Masyarakat yang sudah hidup merdeka ribuan tahun kemudian harus tunduk pada satu kekuatan politik.

Permasalahan Uyghur sudah sangat lama bagi Cina. Penguasaan Cina dan aneksasi Rusia di daerah Xinjiang telah membuat penderitaan berkepanjangan di kawasan ini. Seperti pada tahun 1933 Masehi penduduk Xinjiang memberontak dan memproklamasikan Republik Turkistan Timur. Ketika kaum Komunis Cina memenangkan perang melawan Kaum Nasionalis. Mereka kembali menganeksasi Xinjiang. Pada tahun 1949 Xinjiang kembali dikuasi Cina Komunis dan menghapus Republik Turkistan Timur.

Kemudian ada exsodus suku Kazakh kurang lebih 40.000 orang membawa semua ternak mereka. Dalam perjalanan mereka diserang dan di bombardir oleh pesawat komunis Rusia. Sehingga tinggal 8.500 saja yang hidup. Kemudian sepanjang jalan mereka terus diburu pasukan komunis Cina. Ditambah cuaca yang tidak bersahabat. Dari 8.500 muslim Kazak yang tersisa berhasil mencapai Kasmir hanya sekitar 3.000 orang. Kemudian beberapa tahun kemudian pelarian dari penguasaan komunis cina berlangsung. Sekitar 19 ribu orang Kazak di Xinjiang pergi menuju Turki. Tapi yang sampai ke Turki hanya 400 orang saja.[5]

Wilayah Xinjiang yang terus bergolak sudah lebih dua abad lamanya, sampai sekarang. Pergolakan sejak masa-masa, dinasti Manchu. Berlanjut sampai Pemerintahan Komunis Cina sekarang. Pergolakan Muslim sedikit terhenti semasa Pemerintahan Demokrasi Cina. Permasalahan yang paling kental adalah pertarungan paham komunis dan Islam. Ketahanan dan militannya orang-orang Xinjiang berlanjut. Begitupun dengan saudara mereka muslim Turkistan Barat pada umumnya tidak menyerah menghadapi Komunis Rusia. Sampai terbentuk negara-negara Islam Asia Tengah setelah runtuhnya Uni Soviet. Seperti Republik Kazakhstan, Usbekistan, Tajikistan, Kirgistan.

Sejarah panjang telah membentuk identitas muslim Uyghur. Mereka punya akar sejarah yang tidak dapat dihapus. Walau di hapus di Cina namun wilayah lain di dunia telah mencatatnya. Mereka yang telah ditempa oleh sejarah akan menjadi sangat kuat. 

Pada awal Dinasti Manchu belum terjadi pergolakan. Tapi ketika dinasti Manchu Xinjiang mulai mengganggu Islam pergolakan terjadi. Berawal dari larangan membangun masjid, melarang kaum muslimin berangkat haji, melarang ulama masuk Cina. Terjadi pergolakan selama 107 tahun di daerah Xinjiang (1782-1889). Dinasti Manchu menumpas ganas, membantai penduduk desa-desa kecil yang mereka temui.

Menurut keterangan Kolonel Bell, akibat perang-perang tersebut telah mengurangi populasi Muslim daerah Xinjiang yang diperkirakan sekitar 15.000.000 orang. Hanya tersisa 1.000.000 orang saja. Beberapa waktu kemudian penduduk Khokand dengan 40.000 orang berhasil menguasai keadaan, Yaqub Khan. Membebaskan kota-kota di daerah Xinjiang dan menjadikan Xinjiang di bawa kekuasaannya.

Kemerdekaan kemudian diakui oleh Rusia pada tahun 1872 dan diikuti Sultan Turki dan Inggris. Ditahun 1877 kembali peperangan terjadi memperubutkan Xinjiang. Dinasti Manchu mengirim jendral Tso Chung Tang dengan kekuatan 100.000 prajurit. Kekalahan disebabkan Rusia menghianati perjanjian dan membantu Cina. Kemudian Yaqub Khan diracuni oleh penghianat. Selama dinasti Manchu terjadi 490 pemberontakan kaum muslim Cina. Kemudian terjadi revolusi demokratis tahun 1911. Pemerintahan demokratis Cina ini membuat kedamaian di dataran Cina. Kaum muslimin mendapat kedudukan dan perlakuan yang sama dari orang Cina non-muslim lainnya.

Terdapat lima golongan besar masa demokratis, Tibet, Mongol, Manchu, Han, dan Muslim.[6] Orang-orang Muslim Cina menempati kedudukan tinggi negara. Seperti Jendral Omar Pei Chung-hsi yang menjadi Kepala Stapf Umum Angkatan Darat-Laut-Udara Tiongkok. Pada tahun 1912 Ma Lin Yee seorang Muslim dari Hunan diangat menjadi Mentri Pendidikan.[7] Suasana demokratis terus bergolak dengan ideologi Komunisme-Leninisme. Hingga akhirnya komunis berkuasa dan keadaan kaum muslim kembali berubah. Namun walau dizaman demokratis ini. Ketika politik tidak menentu. Daerah Xinjiang tetap kemvali memberontak dan masyarakat mendirikan Negara Republik Turkistan Timur (1933). Proklamasi kemerdekaan kedua Xinjiang.

2. Kesukuan dan Budaya
Orang-orang Uighur mereka merasa berbeda dengan orang Cina. Kehidupan yang lebih dipengaruhi kebudayaan Asia Tengah. Bentuk fisik yang berbeda dari orang Cina pada umumnya. Kehidupan yang bebas kelompok suku-suku yang tidak bertuan dalam waktu yang lama. Kemudian mereka sekarang pada masa moderen memiliki tuan yang harus dituruti dengan ketat.

Orang Uyghur memiliki bahasa yang berbeda dengan bahasa Cina pada umumnya. Suku Uyghur kalau di Asia Tenggara sama seperti orang Melayu. Dimana tradisi kehidupan sangat kental dengan Islam. Bahasa mereka serumpun dengan bahasa Turki (Turko-Altaic). Mereka juga lebih dekat dengan ras Asia Tengah. Telah memiliki sejarah sejak 300 tahun sebelum Masehi. Cara berpakaian mereka berwarna warni dengan warna mencolok. Kaum laki-laki memakai jubah panjang, celana besar, bersepatu boot. Kaum wanita memakai gaun dan rok dengan jaket tanpa lengan yang dipadukan dengan baju. Memakai topi bersegi empat empat bernama duopa dengan hiasan sulaman dan berjahit tampal.[8]

Setelah Suku Uyghur yang mendiami wilayah Xinjiang adalah suku Kazakh. Suku kazakh sama dengan orang Kazakhtan di Turkistan Barat. Ciri fisik mereka, berambut kemerahan, bermata biru, dan wajah cantik. Menurut perkiraan etnis Kazakh sudah mendiami Xinjiang atau Turkistan Timur sejak abad ke dua sebelum Masehi. Kemudian etnis Muslim DongXiang mereka mendiami wilayah Xinjiang dan Gansu. Mereka berbahasa Altaic Mongolia. Kata Dongxiang berari Kampung Timur.

Mereka menyebut dirinya dengan Santa.[9] Kemudian ada kelompok Kirghis yang juga sama suku Kirghistan. Lalu suku Tajik yang juga mendiami wilayah Xinjiang dan sama dengan orang Tajikistan. Mereka penganut syiah sama seperti di Tajikistan dan Iran. Bahasa mereka juga bahasa pengaruh Parsi. Kemudian etnis Usbek juga sama dengan saudara mereka di Usebekistan di Asia tengah atau bagian dari Turkistan Barat dahulu dikuasai Komunis Rusia. Kelompok terakhir adalah etnis Tatar. Mereka juga bagian dari etnis Tatar di Rusia.[10]

Apabila kita melihat dari segi kebudayaan. Maka penduduk Xinjiang memang berbeda dari penduduk Cina. Wilayah kebudayaan Xinjiang atau Turkistan Timur adalah wilayah kebudayaan Asia Tengah. Xinjiang secara geografis memang masih masuk geografis wilayah Asia Tengah. Perbedaan kemudian menjadi sangat kontras ketika Pemerintahan Komunis-Leninisme Cina berkuasa. Dari sini kita juga dapat mengerti mengapa Pemerintah Komunis Cina memindahkan etnis Han ke daerah Xinjiang untuk mengimbangi jumlah penduduk dan menduduki secara politis.

3. Kesalahan Pendekatan Pemerintahan Cina
Agama Islam sesungguhnya tidak bermasalah dengan jenis pemerintahan apapun. Tetapi Islam selalu digunakan sebagai bahan bakar untuk tujuan tertentu. Islam sebagai agama selalu mengajarkan kebaikan dan perdamaian. Komunitas Muslim Hui yang menjadi komunitas terbesar hidup damai dengan Pemerintah Cina.

Muslim Hui yang memakai mazhab Syafiih. Selain itu, mereka juga merasa orang Cina tulen. Sehingga mereka tidak ada alasan melawan apalagi berperang. Dari pokok sejarah dan budayalah masyarakat Xinjiang merasa berbeda dengan orang Cina lainnya. Sehingga mereka terus melakukan perlawanan berabad-abad. Kalau melihat Muslim Hui, muslim Yunan menunjukkan Islam tidak bermasalah dengan Pemerintahan Cina sekarang. Beberapa aspek kesalahan Pemerintahan Cina dalam mendekati masyarakat Xinjiang. Berikut empat kesalahan kebijakan dan pendekatan oleh Pemerintahan Komunis Cina.

I. Revolusi Kebudayaan
Untuk melawan paham komunis Muslim Xinjiang menggunakan agama Islam untuk kekuatan dan penentangan terhadap doktrin komunisme. Komunisme sangat bertentangan dengan keislaman. Revolusi kebudayaan yang dilakukan oleh komunis Cina tahun 1960-an tidak dapat memadamkan Islam. Sementara kebudayaan lain dan agama-agama telah menyerah pada tangan besi komunis. Akibatnya kaum Muslimin mendapat penindasan. Serta upaya-upaya komunis untuk menghancurkan Islam. Menghapus sistem budaya masyarakat, seperti sistem Khan.

Berusaha mengubah bahasa dan semua kebudayaan masyarakat Xinjiang dengan radikal. Dari bahasa, sistem tulisan, hukum, menghapus pendidikan Islam. Membatasi jumlah masjid atau membongkar bangunan masjid. Tentu semua usaha ini akan menimbulkan perlawanan. Upaya revolusi kebudayaan untuk menciptakan Cina yang satu tanpa retak oleh budaya dan agama. Sesuai dengan doktrin Komunisme-Leninisme. Dimana menempatkan negara sebagai borjuisme baru. Manusia menjadi mesin negara, alat negara. Bukan makhluk hidup yang berbudaya dan beragama.

II. Menindas Islam
Menindas keislaman disini adalah upaya-upaya paham komunis mengikis Islam dari masyarakat Xinjiang. Seperti melarang berpuasa, melarang berhaji, tidak memberikan pendidikan Islam. Menutup sekolah-sekolah Islam dan melarang atribut keislaman misalnya jilbab. Melarang berorganisasi keislaman, menghilangkan pengadilan Islam dan sebagainya. Upaya menindas Islam untuk melemahkan perlawanan masyarakat Muslim Xinjiang. Tapi apakah program berhasil sudah 80 tahun Komunis Cina berkuasa.

III. Memindahkan Etnis Lain
Masyarakat Xinjiang merasa terancam keberadaan mereka. Dengan banyaknya perpindahan penduduk dari daerah lain membuat mereka menjadi minoritas di wilayah nenek moyang mereka. Timbul kecemburuan sosial yang melahirkan perlawanan. Kemudian terjadi kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan. Yang membuat penduduk asli Xinjiang merasa dijajah dan di nomor duakan.

IV. Cara-Cara Tangan Besi
Cara-cara tangan besi belum pernah berhasil dalam mengendalikan manusia. Seumpama seorang anak yang nakal. Kemudian didik secara keras belum tentu menjadi sesuai harapan. Manusia memiliki sifat pembangkangan ketika dikeraskan. Saat dikeraskan akan timbul marah, dendam, kebencian dan perlawanan. Jiwa manusia memerlukan tempat berlabu dalam menenangkan jiwa yang terus bergolak. Cara-cara tangan besi ada baiknya dirubah menjadi cara-cara berbudi luhur. Contoh tangan besi seperti memenjarakan imam masjid. Memenjarakan orang yang tetap puasa di bulan ramadhan. Menghilangkan nyawa orang yang dianggap memberontak. Membuat kamp konsentrasi tawanan, dan lainnya.

Pemerintahan Cina mengira dengan menindas Islam mereka akan mampu memadamkan api perlawanan masyarakat Xinjiang. Sehingga bermacam-macam program mereka untuk menghancurkan Islam. Berharap dengan hancurnya Islam maka akan berakhir perlawanan. Namun perlawan masyarakat Xinjiang terus berlanjut walau Islam ditindas. Karena akar masalah bukan pada  Islam. Tapi pada sejarah, ras dan kebudayaan. Kalau permasalahan Islam cukup diberikan kemerdekaan beragama sudah cukup.

Pemerintah Cina menindas Islam adalah kesalahan kebijakan tidak tepat sasaran. Sebab Islam hanya menjadi bahan bakar bagi perlawanan masyrakat Xinjiang. Bukan hanya di dalam negara Cina khususnya di Xinjiang. Penindasan terhadap Islam juga menjadi bahan bakar di luar negara Cina. Dapat kita saksikan sekarang, Amerika Serikat memantik bahan bakar itu. Kemudian banyak umat Islam yang tersulut dan berdemolah di seluruh dunia. Ada baiknya pemerintah Cina mulai menggandeng negara-negara Islam untuk menyelesaikan masalah Uyghur.

Agama Islam hanya diselesaikan oleh orang Islam. Hindari menegarakan manusia seperti selama ini. Tapi negara membentuk kesatuan dengan rakyat. Memberikan hak sosial budaya dan kemerdekaan beragama. Pemerintah Cina dapat berunding dengan tokoh muslim dunia terutama ulama Indonesia. Kemudian menjadi mediasi dalam perdamaian. Menjadi peninjau dalam pelaksanaannya. Para ulama dapat bermusyawara untuk menyadarkan masyarakat Xinjiang. Tapi Cina lebih suka memvangun kamp kosentrasi. Lalu menjejalkan paham komunisme-Leninisme. Beberapa waktu lalu Taliban datang menemui ulama Indonesia. Itu menunjukkan adanya kepercayaan pada Ulama-ulama Indonesia.

Sebagai pendukung rekonsiliasi Islam dan Pemerintah ada baiknya muslim Uyghur dan Pemerintah Cina untuk saling bijaksana. Pemerintah Cina memberikan hak-hak beragama dan berbudaya, pendidikan sesuai dengan Islam. Memberikan otonomi khusus, memiliki pengadilan agama Islam, dan pemimpin wilayah orang Islam. Menghidupkan bahasa asli, sistem Khan juga dikembalikan sebagai bentuk penghormatan kebudayaan.  Pemerintah Cina mendapat pengakuan atas wilayah Xinjiang atau Turkistan Timur bagian dari Republic Rakyat Tiongkok.

Kalau masyarakat merasa tidak terancam exsistensi mereka. Tidak semuanya akan mendukung pemisahan diri atau pemberontakan. Tapi kalau semuanya ditindas. Dibuat program mengkomuniskan pahan hidup masyarakat Xinjiang. Maka ini tidak akan pernah menemukan titik temu antara Islam dan Komunis.

Pemerintah Cina mulailah belajar dari sejarah, belajar dari Rusia yang menjadi kiblat mereka dahulu mendapatkan paham komunis. Rusia sudah memberikan semua hak muslim dan menghidupkan budaya etnis Muslim. Sehingga semua pemberontakan Muslim di Rusia beransur-ansur berakhir dengan sendirinya. Rusia sekarang sudah memasuki  masa tenang dan damai. Seperti pemberontakan Muslim Chenya, Muslim tatar Sudah surut dan berakhir di Rusia.

Karena peperangan, kekerasan dan kekacauan tidak pernah melahirkan kemajuan selain kehancuran. Kerugian di kedua belah pihak. Kehidupan muslim di Xinjiang yang hancur dan negara Cina yang terus bergejolak. Masyarakat Xinjiang menjadi terbelakang dan terpuruk. Lebih baik bekerja sama, antara Muslim Xinjiang dan Pemerintah Cina.

Untuk terciptanya kemajuan di wilayah Xinjiang. Energi besar seharusnya digunakan pada hal-hal positif bukan hal-hal yang berbau perang dan perlawanan. Bukankah sudah lebih dua ratus tahun wilayah Xinjiang bergolak terus. Semuanya di atasi dengan kekerasan dan pembantaian. Apakah semua itu dapat menyelesaikan masalah sampai sekarang?. Begitupun rakyat Xinjiang apakah itu menyelesaikan masalah.

Untuk muslim Xinjiang berjuanglah dengan cara-cara moderat. Tinggalkan cara-cara tradisional dan bergeraklah pada bidang ekonomi, kebudayaan, pendidikan, dan dakwah. Karena kalian memiliki tugas dakwah untuk seluruh Cina. Belajarlah dari perjanjian hudaibiyah semasa Rasulullah SAW. Karena Islam adalah masa depan Cina yang akan menggantikan Kong Hu Cu dan Komunisme. Sebab bangsa Cina selalu membutuhkan kekuatan dari dalam untuk menegakkan Imperium besarnya.

Saya rasa pemerintah Indonesia dan negara Muslim lainnya tidak salah membantu Cina dalam masalah Uyghur. Disamping kerja sama ekonomi, teknologi. Jangan pula kita ikut skenario Amerika Serikat yang berkepentingan menjatuhkan Cina. Tapi membantu bersifat mediasi damai dan kemanusiaan. Kalau pemerintah tidak mau turun langsung. Bisa melalui tangan para ulama-ulama, organisasi keislaman. Bukan membatu bersifat politis yang bertentangan dengan piagam PBB. Sekian semoga bermanfaaf. Aminnnnnnn.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 2 Januari 2020.

Daftar Pustaka:
Lothrop Stoddard. Dunia Baru Islam. Jakarta: Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat, 1965.
Ann Wang Seng. Rahasia Sukses Muslim Cina: Kegemilangan Islam di Negeri Komunis. Jakarta: Hikmah, 2008.
Hans Kohn. Dasar Sedjarah Rusia Moderen. Terj. Hasjim Djalal. Jakarta: Bhratara, 1966.
Leo Agung. Sejarah Asia Timur. Yogyakarta: Ombak, 2012.



[1]An Wan Seng, Rahasia Sukses Muslim Cina: Kegemilangan Islam di Negeri Komunis, Jakarta: Hikmah, 2008, h. 23.
[2]Lothrop Stoddard, Dunia Baru Islam, Jakarta: Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat, 1965, h. 60.
[3]Ann Wang Seng, Rahasia Sukses Muslim Cina, h. 83.
[4]Rafiq Khan, Isam di Tiongkok. Terj. Sulaimansah. Jakarta: Tintaemas, 1967, h. 55.
[5]Rafiq Khan, Isam di Tiongkok, h. 55-58.
[6]Rafiq Khan, Isam di Tiongkok, h. 14.
[7]Rafiq Khan, Isam di Tiongkok, h. 16-18.
[8]Ann Wan Seng, Rahasia Sukses Muslim di Cina, h. 83-85.
[9]Ann Wan Seng, Rahasia Sukses Muslim di Cina, h 88
[10]Ann Wan Seng, Rahasia Sukses Muslim di Cina, h 83-93.


Sy. Apero Fublic
Via Berita Internasional
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

MEMBACA KARHUTLA DARI PRESPEKTIF BIOLOGI : Peran Mahasiswa Biologi sebagai Warga Negara

PT. Media Apero Fublic- Sunday, September 27, 2026 0
MEMBACA KARHUTLA DARI PRESPEKTIF BIOLOGI : Peran Mahasiswa Biologi sebagai Warga Negara
" Hutan kini dilalap api yang merambat tanpa mengenal batas, bergerak dari semak ke batang, dari batang ke tajuk, hingga membubung ke langit. …

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261983
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN.--  Sebuah kegiatan outing kelas bertajuk "Pelestarian Budaya Lewat Permainan Tradisional" s...
  • Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa
    Sumber: pribadi/pedaljuara APERO FUBLIC   I  BEKASI.— Suasana di sekitar stan Bazaar Karya Juara perlahan berubah ketika siswa SMP Adisa mu...
  • Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017
    APERO FUBLIC  I  JAKARTA.—   Pemkab Musi Banyuasin menegaskan tetap mempedomani dan memberlakukan Permendagri Nomor 126 Tahun 2017 s...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang secara resmi mere...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.-   Aktivitas peternakan bebek menjadi perhatian mahasiswa KKN MIT Posko 167 UIN Walisongo Semarang saa...
  • Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Desa Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, m...
  • Hijaukan Lingkungan Desa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Masyarakat Wonotenggang Tanam Bibit Pohon
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 167 bersama masyarakat Desa Wonotenggang, Keca...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019

Popular Post

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo

KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo

Monday, September 07, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok

Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok

Thursday, August 06, 2026
Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Saturday, August 29, 2026
Hijaukan Lingkungan Desa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Masyarakat Wonotenggang Tanam Bibit Pohon

Hijaukan Lingkungan Desa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Masyarakat Wonotenggang Tanam Bibit Pohon

Saturday, August 29, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 72 Berita 1941 Berita Daerah 1818 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1251 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 70 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 128 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 14 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1255 Kesehatan 53 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 717 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 59 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 215 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 50 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us