-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home e-Biografi Tokoh e-Biografi Singkat Mohammad Hatta (Bung Hatta)
e-Biografi Tokoh

e-Biografi Singkat Mohammad Hatta (Bung Hatta)

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
05 Jan, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Foto Bung Hatta sewaktu berumur 13 tahun.
Apero Fublic.- Kota Bukittinggi terletak di Provinsi Sumatera Barat. Kota yang sejuk terletak di dataran tinggi Agam. Kota ini juga dikenal dengan nama Kota Gadang. Kata Gadang dalam bahasa Melayu Minang berarti besar. Penamaan tersebut berkaitan dengan sebuah jam besar terletak di kota Bukit Tinggi, Jam Gadang. Kota Bukittinggi menjadi istimewah di Indonesia karena kota ini tempat kelahiran salah satu Pahlawan Proklamator Indonesia, Mohammad Hatta.

Mohammad Hatta yang juga dikenal dengan Bung Hatta. Lahir pada 12 Agustus 1902 dari seorang ibu bernama, Siti Salehah. Siti Salehah asli kelahiran Kota Bukittinggi. Ayah beliau bernama Haji Mohammad Jamil, dari daerah Batu Hampar di dekat Kota Payakumbuh. Kakek bernama Syaik Arsyad seorang tokoh masyarakat dan guru pendidikan agama Islam. Kakek Bung Hatta dari pihak ibu bernama Ilyas Bagindo Marah seorang saudagar.

Bung Hatta anak kedua, kakaknya seorang perempuan bernama Rafi’ah. Sewaktu dilahirkan Bung Hatta diberi nama Athar, yang berarti harum. Panggilan sehari-hari dipanggil Atta. Dari paggilan Atta itulah lama kelamaan namanya berubah menjadi Hatta. Kemudian dilengkapi dengan Mohammad Hatta.

Ayah kandungnya meninggal ketika Bung Hatta berumur tujuh bulan. Beberapa waktu kemudian ibu beliau menikah lagi dengan seorang pedagang berasal dari Palembang, bernama Masagus Haji Ning. Haji Ning salah seorang dari rekan perdagangan kakek Bung Hatta. Dari pernikahan ibunya, beliau mendapat empat saudara perempuan.

Budi pekerti dan ahlak baik Bung Hatta telah tampak sejak kecil. Dia tidak pernah berbuat menjengkelkan keluarganya. Hidup dietngah keluarga terhormat dan kaya. Beliau tidak menjadi sombong dan menjauh dari rakyat kecil. Berdisiplin, mandiri dan yang paling luar biasa beliau hidup sederhana dan hemat. Bung Hatta sudah sejak kecil gemar membaca buku. Buku sudah menjadi teman dan sahabat beliau.

Dia tidak suka keluyuran dan berbuat hura-hura dan sia-sia. Kedisiplinannya tercipta secara alami dan menjadi watak pribadi beliau. Waktu mengaji, sekolah dan bermain dia seimbangkan. Di sekitar rumahnya tidak banyak anak yang sebaya dengannya. Sehingga dia kurang bermain di luar rumah. Besifat pendiam, serius dan jarang bersenda gurau besama siapapun. Senyumnya penuh arti dan pandai menyembunyikan perasaannya.

Suatu soreh Bung Hatta pulang kesorean saat magrib. Kakeknya menghukum beliau dengan berdiri dibawa sebatang pohon. Saat pamannya menjemput untuk mengajak pulang. Bung Hatta kecil menolak. Dia ingin kakeknya yang membebaskannya dari hukum dan baru dia mau keluar dari garis lingkaran hukum yang dibuat kakeknya.

Kakek dari pihak ayahnya (Syaik Arsyad), menginginkan beliau menjadi ulama. Beliau memanggil sang kakek dengan panggilan Ayah Gaek.  Sedangkan kakek dari ibunya, Ilyas Bagindo Marah yang dipanggilnya Pak Gaek. Mengingkan beliau masuk ke sekolah umum. Pendidikan beliau dan kakaknya Rafi’ah dimulai dari Sekolah Rakyat untuk Bumi Putra.

Setelah belajar selama tiga tahun beliau dipindahkan kesekolah khusus orang Belanda atau anak bangsawan yang dianggap sederajad dengan orang Belanda, Europese Lagere School  (ELS). Tidak banyak anak-anak asli Indonesia yang dapat bersekolah di ELS, dan tamat tahun 1916.

Bung Hatta kemudian melanjutkan sekolah yang Bahasa Pengantaranya Bahasa Belanda, MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), setingkat SMP zaman sekarang. Hatta kecil mulai mengenal paham kebangsaan saat mendapat pelajaran sejarah di MULO. Pada tahun 1918 Nazir Datuk Pamuncak salah satu tokoh pergerakan nasional Indonesia. Pulang dari Batavia, bermaksud untuk pergi ke Belanda melanjutkan pendidikan di Universitas Leiden.

Karena dia sudah selesai sekolah di HBS (Hogere Burgerschool), di Batavia (Jakarta). Karena meletus perang Dunia Pertama maka rencana Nazir Datuk Pamuncak ditunda. Sebelumnya Nazir dan rekan-rekan HBS sudah mendirikan organisasi pemuda “Jong Sumatranen Bond” pada 9 Desember 1917. Nazir Datuk Pamuncak ingin mendirikan cabang dari organisasi pemuda tersebut di Kota Bukit Tinggi.

Dengan bantuan Marah Sutan sekretaris Persatuan Sosial di Padang bernama Sarekat Usaha menyelenggarakan suatu rapat umum dengan para pelajar sekolah-sekolah menengah di Padang dan Bukit Tinggi. Bung Hatta ikut menghadiri acara tersebut. Pertemuan yang tidak terlupakan oleh Bung Hatta. Pidato Nazir Datuk Pamuncak tentang kebangsaan dan kebangkitan Asia. Yang membuat jiwa kebangsaan Mohammad Hatta memuncak.

Setelah selesai sekolah MULO, beliau diizinkan ibunya sekolah di Jakarta. Masuk sekolah perdagangan, Prins Hendrik School (PHS).  Saat menjadi siswa beliau belajar tentang perdagangan dengan seorang pengusaha, Ayub Rais. Belajar dari pengalaman dan bertukar pikiran tentang tata usaha. Dalam masalah politik Bung Hatta juga mulai aktif mengikuti perkembangan politik masa itu. Seperti peristiwa Insiden Cimareme.

Pemerintahan Kolonial Belanda menginstruksikan agar penduduk menjual sebagian beras pada pemerintah. Haji Hasan menolak menjual karena daerah beliau juga kekurangan beras. Maka pemerintah mengirim serdadu dan menembak membabibuta kedalam rumah pak Haji. Sehingga pak haji meninggal dunia. Oleh media pro pemerintah dituduhkan pada perlawanan Organisasi Syarikat Islam. Haji Hasan dijadikan kambing hitam sekaligus untuk menakuti-nakuti rakyat. Padahal masalah  itu tidak ada hubungannya dengan Syarikat Islam sama sekali.

Pengkambing hitaman karena Haji Hasan anggota dari Syarikat Islam. Peristiwa ini dikenal dengan, Insiden Syarikat Islam Seksi B. Maka sejak saat itu Pemerintahan Kolonial Belanda mendapat alasan untuk memusihi Syarikat Islam. Banyaknya peristiwa ketidakadilan tersebut membuat Bung Hatta terpanggil untuk terjun memperjuangkan kehidupan rakyat dan kemerdekaan.

Pada tahun 1921 Bung Hatta menyelesaikan sekolah di PHS. Dia berencana kuliah di Belanda. Seorang gurunya memberi saran untuk bekerja saja di perusahaan milik Belanda. Dengan ijazah diploma yang dia miliki dia sangat mudah mendapat pekerjaan dengan gaji besar. Kemudian beliau bertemu dengan seorang gurunya De Kock.

Nasihatnya, Mencari uang itu gampang, tapi kesempatan menuntut ilmu yang lebih tinggi tidak selalu ada. Maka Bung Hatta mantap dan melanjutkan studi di Belanda. Bung Hatta mendapat beasiswa dari Yayasan Van Depenter untuk melanjutkan studi ke Belanda. Tapi beasiswa baru dapat dia terimah setelah dia berada di Belanda. Untuk ongkos keberangkatan dia harus mengusahakannya sendiri.

Karena terbiasa hidup hemat dan suka menabung bunghata memiliki banyak simpanan. Kemudian keluarga juga membantu keuangan Bung Hatta. Di Belanda masuk Sekolah Tinggi Perdagangan atau Handles Hooge School di Rotterdam. Bersama rekan-rekan beliau mendirikan organisasi Perhimpunan Indonesia. Tahun 1926 dia terpilih menjadi ketua Perhimpunan Islam.

Dalam kegiatan aktif pergerakan kebangsaan. Salah satu dari kegiatan Perhimpunan Indonesia mengikuti konres internasional di Brussels (Belgia), dari tanggal 10 sampai 15 Februari 1927. Perhimpunan Indonesia mengirim, Achmad Soebardjo, Gatoto Tarunamihardja, dan Abdul Manap. Pertemuan tersebut mendapat sorotan dari surat kabar Belanda.

Pada tanggal 23 September 1927 Bung Hatta dan tiga orang rekan ditangkap dan di penjarakan di Casuaristraat. Salah satunya rekan dari Bukit Tinggi Nazir Datuk Pamuncak. Dakwaan adalah, pertama menjadi anggota organisasi terlarang. Kedua terlibat pemberontakan, dan ketiga menghasut untuk menentang Kerajaan Belanda.

Dalam bulan Juli 1932, Bung Hatta berhasil lulus ujian doktoral dan mendapat gelar akademisi Sarjana Ekonomi. Pulang, beliau naik kereta menuju Genoa sebuah pelabuhan di Italia Selatan. Dari sana beliau naik kapal Jerman menuju Singapura. Dari Singapura beliau naik Maskapai Pelayaran Belanda dan tiba di Tanjung Periuk pada Agustus 1932. Sebelas tahun beliau merantau di Negeri Belanda.

Setiba di Indonesia, kaum pergerakan nasional menyambut beliau. Sebuah partai non kooperatif PNI-Pendidikan yang dipimpin Sutan Syarir menyerakan mandat kepemimpinan pada Bung Hatta. Bung Karno sudah bebas dari penjara yang kesekian kalinya.

Dia masuk Partai Perindo dan berusaha menggabungkan dengan PNI-Pendidikan, tapi gagal. Bulan November 1932 beliau pulang ke kota kelahiran. Tapi kegiatannya terus di ikuti Belanda dan dia hayan bertahan satu setengah bulan di sana. Sementara itu, Dinas Intelijen Politik Belanda semakin keras mengawasi.

Setelah Bung Karno di buang, kini giliran Bung Hatta dan rekan-rekan juga dibuang ke Boven Digoel di Papua. Bung Hatta dan enam rekannya bertolak dari pelabuhan Tanjung Periuk dengan kapal Melchior Treub. Hatta dan Syarir ditempatkan di kelas dua. Sedangkan lima rekan lainnya ditempatkan di atas dek kapal hanya beralaskan tikar. Tapi dalam pelayaran mereka lebih suka di atas dek kapal bersama teman-teman pembuangan lainnya.

Dalam pelayaran Bung Hatta berkata, “Kita harus berpendirian, di mana pun kita berada. Kita masih tetap berada di tanah air kita sendiri. Aku bisa hidup di mana pun dengan perasaan gembira. Bila alam luas dipersempit orang untuk kita, tegakkan alam itu di dalam dada kita sendiri.

Untuk aktif berpolitik memang tidak dapat dilakukan di tanah pembuangan. Tapi itu tidak perlu disesalkan. Kita harus yakin,jika ada hari kemarin, pasti akan ada hari esok. Terbanglah setinggi-tingginya selagi sayap masih bisa dikembangkan. Tetap tawakal dan persiapkan diri untuk hari yang akan datang.”

Pada akhir bulan Januari 1936, Bung Hatta dan Syarir dipindahkan ke Banda Neira di selatan Ambon. Tiba pada 10 Februari 1936. Waktu penduduk disana baru 3.000 orang. Terdapat Sekolah Dasar Belanda, sekolah lanjutan tiga tahun dan sekolah lanjutan, Sekolah Melayu 5 Tahun. Di pulau kecil tersebut mereka berdua bertemu dengan Mr. Iwa Kusumasumantri yang telah lebih dahulu dibuang Pemerintahan Kolonial Belanda.

Pada 8 Desember 1941 Jepang mengumumkan perang dengan Belanda. Perintah telegram dari Jakarta memerinthkan Hatta dan Syarir dipindahkan ke Sukabumi. Waktu itu tentara Belanda sudah menghadapi penyerangan Jepang dari utara.

Di bagian timur Jepang sedang berperang melawan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Belanda, dan Australia. Di daratan Eropa, Jerman sedang menghadapi seluruh kekuatan di Eropa. Pada 1 Februari 1942, pesawat terbang Catalina datang menjemput Hatta dan Syarir. Kemudian terbang menuju Surabaya.

Tangga 2 Februari mereka di bawa ke Jakarta dengan kereta api, lalu ditempatkan di sebuah asrama polisi. Pada 9 Maret 1942 Belanda menyerah pada Jepang. Kolonel Ogura datang ke Sukabumi menyatakan kalau Pemimpin Pemerintahan Militer Jepang ingin bertemu dengan beliau.

Sokarno pulang dari pembuangan dan tiba di pelabuhan pasar ikan Juli 1942, Jakarta. Mereka yakin kalau Jepang tidak akan bertahan lama karena peperangan dengan Sekutu. Maka mereka akan menggunakan taktik bekerja sama tapi tetap bergerak di bawah tanah.

Menggerakkan rakyat untuk menyambut perubahan suhu politik dunia. Waktu berlalu, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang resmi menyerah pada Sekutu setelah dua kota besar di Jepang di Bom Atom, Amerika Serikat.  Pada tanggal 16 Agustus Bungkarno dan Bung Hatta di bawak pemuda ke Rengasdengklok di daerah Karawang.

Perundingan akhirnya memutuskan melakukan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 atau 2605 menurut tahun Jepang mewakili bangsa Indonesia Soekarno-Hatta. Perjuangan selanjutnya melawan Belanda yang hendak menjajah kembali. Maka Bung Hata mulai memainkan penananya di kanca politik Nasional dan Internasional.


Bung Hatta yang sudah bersumpah tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Akhirnya menikah diumur beliau yang sudah menginjak 43 tahun. Pengorbanan yang sangat besar beliau merelakan hidup dan mengenyampingkan kepentingan pribadi demi Bangsa Indonesia.

Adakah yang relah berkorban demikian. Setelah beliau menikah, dikaruniai tiga orang putri, yaitu Meutia Hatta, Halidah Hatta, Gemala Hatta. Ibu Meutia Hatta pernah menjadi mentri di era kepemimpinan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mohammad Hatta adalah salah satu tokoh pendiri bangsa Indonesia. Seorang muslim yang taat dan disiplin.

Paham politik beliau berhaluan nasionalis demokratis. Bung Hatta anti terhadap paham komunisme sejak beliau terjun di dunia pergerakan nasonal. Beliau pernah mengusulkan berdirinya Partai Demokrasi Islam Indonesia (PDII), namun tidak di izinkan oleh rezim otoriter Orde Baru dibawa Soeharto.
Foto masa kecil Bung Hatta yang sangat menyukai naik jenis kereta kuda yang tidak beratap.
Foto kenangan Bung Hatta dengan keluarga, ibu, adik-adik dan kakaknya sebelum dia berangkat ke pembuangan di Boven Digoel, Papua.

Oleh. Joni Apero

Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 5 Januari 2020.

Sumber: Syahbuddin Mangandaralam. Apa dan Siapa Bung Hatta. Jakarta: Rosda Jayaputra. Tanpa tahun terbit.

By. Apero Fublic
Via e-Biografi Tokoh
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Membangun Toleransi di Era Digital: Revitalisasi Nilai Pancasila sebagai Solusi Polarisasi Sosial

PT. Media Apero Fublic- Friday, June 19, 2026 0
Membangun Toleransi di Era Digital: Revitalisasi Nilai Pancasila sebagai Solusi Polarisasi Sosial
APERO FUBLIC   I  OPINI .--   Di tengah gemerlap layar konsep dan laju informasi yang tak pernah berhenti, bangsa Indonesia kini menghadapi ancaman…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261194
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)
    Pantai Kuta Lombok. Merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok yang terkenal dengan pasir putihnya yang unik menyerupai ...
  • Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Teknologi yang terus berkembang ini telah mengubah dunia pelayanan kesehatan dengan cepat sekali. Har...
  • Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan
    Penulis :   Mariani Suciati Danggur APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perkembangan Teknologi yang sangat berkembang saat ini banyak me...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mata terasa perih atau pandan...
  • Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.
    APERO FUBLIC.- Raden Kamandaka sebuah cerita rakyat dari dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Cerita Rakyat ini bercerita tentang Keraja...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Dalam beberapa tahun terakhir, budaya Korea Selatan semakin populer di Indonesia. Tidak hanya melalu...
  • Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM
    source : kontrasx.com APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa waktu terakhir telah menjadi...
  • Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .-  Antropologi kampus merupakan kajian yang membahas tentang kehidupan manusia di lingkungan pergurua...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025

Popular Post

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Friday, May 22, 2026
Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM

Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM

Thursday, May 21, 2026
Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS

Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS

Friday, May 22, 2026
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 66 Berita 1616 Berita Daerah 1595 Berita Internasional 38 Berita Nasional 1198 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 54 Cerita Rakyat 12 Cerpen 23 Dongeng 67 Ekonomi 88 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 803 Kesehatan 39 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 601 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 59 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 2 Sastra Kita 44 Sastra Klasik 54 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 190 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us