-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Budaya Dunia Cina Salah Satu Negeri Muslim
Budaya Dunia

Cina Salah Satu Negeri Muslim

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
07 Jan, 2020 2 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
(Sketsa gambar masjid tradisional Indonesia. Bentuk pengaruh kubah masjid Tingokok, perpaduan dengan budaya lokal. Di wilayah etnis Melayu berpadu antara arsitektur Melayu, Cina, dan budaya asli Indonesia Punden Berundak. Begitupun di Jawa, berpadu arsitektur Jawa, Cina, dan Punden berundak. Dan seterusnya mengikuti di daerah lain di Nusantara Indonesia).

Pengaburan Islam Melalui Kesusastraan-Budaya.
Apero Fublic.- Republik Rakyat Cina (RRC) atau orang Indonesia lebih suka menyebutnya dengan  Negeri Cina. Orang Cina sudah sejak zaman pra sejarah Asia Tenggara sudah kontak dengan orang Nusantara termasuk Indonesia. Cina dikenal oleh masyarakat dunia sebagai negeri agama Budha, Kong Hu Cu.

Bahkan orang-orang menganggap kalau agama Budha muncul di Cina. Tapi sesungguhnya agama Budha muncul di Asia Selatan di anak benua India sebagai bentuk oposisi pada agama Hindhu. Di awal kahadiran dan kebangkitan agama Islam. Agama Islam juga sampai ke Negeri Cina abad ke 7 Masehi. Kemudian Islam menjadi salah satu komunitas masyarakat terbesar di Cina. Tapi Islam kini berbenturan dengan paham sosialis: Komunisme-Leninisme.

Dr. Syeh Djamaluddin salah satu anggota delegasi Indonesia yang mengunjungi Tiongkok atau Cina pada akhir tahun 1956 M, mengemukakan pendapatnya bahwa Islam akan mati dalam jangka waktu 10 tahun di Republik Rakyat Cina.[1]

Syeh Djamaluddin begitu khawatir dengan keadaan Islam dalam kekuasaan Komunis. Serta buruknya perlakuan mereka pada kaum Muslimin. Namun ternyata perkiraan Syeh Djamaluddin meleset. Muslim Cina ternyata mampu bertahun sampai sekarang. Bahkan Muslim Hui sudah hidup tenang. Walau dalam tekanan paham komunis. Islam sesungguhnya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk bangkit kembali.

Dunia Islam tidak banyak tahu tentang Islam di Negara Cina. Terutama orang-orang Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya. Masyarakat di Dunia, Asia Tenggara, di Indonesia berpikir dan mengira kalau di negara Cina hanya ada tiga hal. Perta agama Budha, Kedua Kong Hu Cu, dan ketiga Komunisme. Sejarah Cina dalam pikiran masyarakat dunia hanyalah sejarah dinasti-dinasti Cina yang beragama Budha dan Kong Hu Cu.

Di dunia sekarang ini, Cina dikenal dengan ilmu beladiri kungfu dan shaolin. Image ini dibentuk dengan film-film laga mandarin yang selalu menamfilkan cerita-cerita shaolin. Cerita legenda yang sangat terkenal adalah kisah Kera Sakti. Sun Go Kong, Cu Fat Kai, Wu Cing dan Bik Su Tong. Mengisahkan perjalanan mereka mengambil kitab suci ke barat.

Begitulah jalan-jalan cerita sastra Cina yang dipublikasikan. Begitupun dengan jenis sastra tertulis juga berlatar Budha, Kong Hu Cu, dan Komunisme sekarang. Yang paling baru datang adalah agama kristen. Sehingga latar agama dalam kesusastraan sering menggunakan latar agama kristen, misalnya pernikahan di gereja. Masyarakat dunia pun  akhirnya mengira kalau di Cina hanyalah negeri yang tidak ada Islam sedikitpun. Termasuk umat islam di Indonesia.

Tidak ada satu pun film Cina yang menceritakan latar Islam. Misalnya orang Cina sedang shalat. Sehingga prem pemikiran masyarakat Muslim dunia dan Muslim Indonesia tentang orang Cina: kafir, pelit, makan babi, tidak sunat, pedagang, non Islam. Begitupun dengan masyarakat Cina yang jauh dari wilayah Muslim Cina atau mereka besar di negara rantauan mereka. Mereka juga mengira kalau negara asal mereka tidak ada orang Islam, sedikitpun. Mereka menganggap Islam agama keras dan tidak bersahabat. Sehingga mereka tidak suka dengan Islam, dan melarang anak-anak masuk Islam.

Berbeda kalau masuk agama Kristen, atau agama lain mereka tidak begitu peduli. Islam hanya dari Arab pikir mereka. Berbeda dengan Kristen orang Cina lebih dekat. Sebab kristen lebih sering terekspos di publik, seperti di film-film misalnya dari Hongkong, Taiwan dan Cina Daratan. Padahal agama kristen baru berkembang di Cina. Orang Cina dan non Cina tidak banyak yang tahu kalau Islam telah ada sejak 1400 tahun yang lalu di Cina.

Entah mengapa Islam yang telah datang ke dataran Cina sejak abad pertama Hijriyah. Bahkan kuburan sahabat Rasulullah SAW ada di dataran Cina, Saad Bin Waqash, R.a. Tapi begitu dianggap asing. Terdapat sejumlah Masjid-masjid tua di Cina. Kubah kayu masjid Cina juga tersebar ke Asia Tenggara, terutama di Indonesia.

Dapat kita lihat dari arsitektur masjid tua di Indonesia. Dimana masjid-masjid tua memakai sistem atap mustaka yang bermakna berleher dan berkepala. Seperti Masji Agung Palembang yang sangat kental dengan arsitektur Cina. Bahkan para akademisi di Indonesia juga tertipu dalam munulis sejarah kedatangan Cina Muslim di Indonesia. Menurut mereka Muslim Cina yang datang ke Palembang semasa Sultan Mahmud Badaruddin I masuk Islam di Palembang. Namun kemungkin mereka memang sudah Islam dari sebelumnya. Keturunan masih dapat dijumpai di Palembang dengan gelar Baba, Cina Muslim.

Istilah marga muslim Cina adalah Ma. Ma berarti singkatan dari nama nabi Muhammad. Kalau kita mendengar nama orang Cina di awali Ma, maka dia seorang Muslim. Misalnya, Ma Ying adalah seorang prajurit Cina beragama Islam semasa Pemerintahan Demokratis Cina.[2] Ma Hu-shan muslim Cina peteran perang melawan pasukan Rusia di Xinjiang semasa Pemerintahan Nasionalis. Dia memimpin tentara Divisi 36 tentara nasionalis.[3] Penjelasan marga Ma adalah muslim juga di jelaskan oleh Ustadz Aan Wan Seng. Tapi banyak juga muslim yang namanya tidak bermarga Ma.

Cina dan dunia memang berusaha menutupi keberadaan muslim di dataran Cina. Propaganda melalui kesusastraan sukses dengan baik di luar Cina. Pernah kalian menemukan film-film, novel dari Cina misalnya adegan muslim pergi shalat atau terdengar azan dari masjid saat berlalu.??

Islam memang hendak dipadamkan dimanapun dia berada di negeri-negeri kafir. Namun ketika mereka berada di negeri Islam. Orang-orang kafir selalu lantang meminta toleransi. Walaupun tidak di minta umat Islam memang selalu memberikannya. Karena tertulis tegas di dalam Al-Quran, tidak boleh berbuat tidak adil hanya karena tidak menyukai sebuah kaum.

Tidak boleh memaksa orang masuk Islam. Tidak boleh mengganggu mereka dan tempat ibadah mereka. Kaum muslim berkewajiban melindungi kaum dzimmy di negeri mereka. “Mereka hendak memadamkan cahaya Allah. Tapi Allah itu sendiri yang menjaganya. Mereka berpikir musuh umat Islam. Tapi sesungguhnya Allahlah yang menjadi musuhnya.

Kebudayaan Islam di Cina
Umat Islam di Xinjiang atau Daerah Otonomi Uighur di Xinjing menggunakan tulisan abjad Arab. Begitupun muslim lain di Cina. Pada bulan Agustus 1956 Pemerintahan Komunis menghapus dan menggantikan dengan hurup Cyrilik. Penduduk Uighur telah menggunakan abjad Arab selama 800 tahun, sehingga menyebabkan kekacauan bahasa mereka. Sementara etnis Hui komunitas Muslim terbesar di Cina, Mata pelajaran bahasa Arab dihapus.[4]

Begitupun pengaburan budaya-budaya orang Islam. Kalau pada film laga atau film kolosal Cina kita hanya mengenal kunfu shaolin dan para biksu. Tapi kunfu sesungguhnya juga milik kaum Muslim. Orang Islam selain mengembangkan tehnik kunfu, juga berperan dalam penyebar luasan kunfu. Salah satu jenis kunfu aliran yang dikuasai Muslim adalah kunfu Xin Yi, tantui.

Komunis Cina juga tidak menghormati agama Islam. Tahun 1958 ketika ada seorang pemuda dari Liga Komunis Muda Cina yang ingin menikah dengan seorang gadis muslim dimana orang tua muslim tidak merestui kalau si pemuda tidak menjadi muslim. Komunis muda itu mengelukan hal tersebut, dia berkata kalau umat Islam bersifat bermusuhan. Padahal di dalam Islam memang dilarang menikahkan anak-anak dengan orang-orang kafir.[5]

Kaum muslim tidak mau menggabungkan tanah wakap milik masjid pada koperasi-koperasi milik pemerintah. Karena umat Islam tidak ingin menghilangkan pemasukan untuk masjid. Kemudian mereka juga tidak mau misalnya tanah digunakan untuk beternak babi dimana hasil babi adalah haram dalam Islam (Harian Hopei, 20 Januari 1958). Umat Islam sudah menyatakan keterpisahan agama dari negara. Namun karena komunis ingin menghancurkan Islam. Maka mereka terus mengganggu kehidupan umat Islam (Liaoning Daily, 8 April 1958).

Karena hal demikian, Nationality Unity pada 14 Mei 1958 melaporkan bahwa seorang Ahung bernama Ting Wen-hao mengorganisir konflik bersenjata besar-besaran antara orang Hui dan orang Han di Kota Chinling sebuah Kota Praja Tzupo (Shantung). Harian Rakyat 16 Mei 1958 melukiskan kalau umat Islam tidak puas dengan kebijakan komunis, dianggap anti partai di provinsi Honan.

Yuan Ch’ang- hsiu seorang imam Masjid dari Ningling (Honan) dituduh memprovokasi Muslim Hui untuk merebut koperasi di desa-desa. Harian Kwangming 18 Mei 1958 memberitakan kalau seorang pengurus masjid di dekat Peking telah memimpin 300 orang Muslim untuk mengacau desa Wu Lung Su (Lima Naga).[6]

Sebuah surat kabar propaganda komunis bernama Harian Chinese Moslem tanggal 10 September 1958 menyatakan “rektifikasi” suatu gerakan pembersihan elemen-elemen oposisi dikalangan rakyat. Banyak masjid-masjid menyerahkan tanahnya pada koperasi-koperasi pertanian. Banyak juga Ahung yang menggabungkan diri dengan koperasi.

Tetapi mereka juga mengeluh karena banyak juga masjid-masjid yang tidak mau menyerahkan tanah wakaf pada koperasi pertanian. Pada 15 Oktober 1958 harian Chinghai Daily melaporkan di daerah otonom Muslim Hua-long, Hsien (Chinghai) kaum muslim menunjukkan kontra-revolusioner. Beberapa orang kaum muslimin, Ye Erh-Li, Yeh Wan-lin, Ma-i-assu-ha dan Yeh Te-yuan dituduh membiarkan tuan-tuan tanah, petani-petani kaya melakukan kontar-revolusioner.[7]

Harian Chinghai pada 14 Nopember di jalan-jalan Sining saja sudah dipasang sebanyak 30.000 halaman surat kabar didinding anti Muslim. Melihat hal demikian tentu kerasnya upaya komunis dan kuatnya perlawanan umat Islam.[8]

Di Negara Cina terdapat 56 kelompok etnis Muslim. Mereka berkonsentrasi diwilayah Gansu, Xinjiang, Qinghai, Ningxia, Shaanxi, Yunnan, Hebei, Henan, Shandong dan kawasan pedalaman Mongolia. Terdapat 10 etnis muslim terbesar, yaitu Hui, Uygur, Kazak, Dong-xiang, Kirghis, Salar, Tajik, Uzbek, Baoan, dan Tatar. Kemudian diikuti dengan etnis lain. Banyak juga etnis Han yang memerluk Islam.[9]

Masjid di Cina
Pelarangan pembangunan masjid baru di Cina dimulai sejak tahun 1950. Komunis juga menyita sebagian tanah-tanah milik wakaf masjid. Ada suatu ketika para Ahung-Ahung (pemuka agama Islam) di paksa memakan daging babi. Sistem pengelolaan masjid di Cina didukung oleh keluarga-keluarga dalam memakmurkan dan mengurus masjid.

Di Cina satu buah masjid biasaya didukung oleh kelompok-kelompok keluarga. Mulai dari dukungan 10.000 kepala keluarga. Tapi tidak begitu banyak yang mencapai 10.000 keluarga. Yang umum adalah satu masjid dimakmurkan oleh 2000 sampai 4000 keluarga. Sama seperti di Indonesia seumpanya satu desa ada sebuah masjid jamik dan beberapa musholla. Sebelum meletus perang Dunia Kedua di Cina terdapat 16.600 buah masjid.[10]

Menurut Aan Wan Seng di Cina terdapat sekitar 35.000 masjid yang berusia ratusan tahun, bahkan ada yang sudah berusia ribuan tahun.[11] Ada masjid-masjid kuno yang dibangun pada masa pemerintahan dinasti-dinasti di Cina, diantara: Masjid Jamik Peking, Masjid Jamik di Sian, Masjid Jamik Nanking, Masjid Jamik Tsi Nan, dan lainnya.[12] 

Pada masa dinasti Yuan di bawa Kaisar Tai Co (1368-99), seorang ulama muslim Syaikul Masyaik menerjemahkan buku-buku berbahasa arab kedalam bahasa Cina. Kalau kita di Indonesia memiliki ulama-ulama yang dikagumi dan makamnya sering diziarahi. Maka di Cina ada seorang ulama Muslim bernama Lui Tshih yang dianggap orang suci atau wali oleh kaum muslimin Cina. Ulama ini banyak menulis tentang kisah hidup Rasulullah SAW.[13]

Di Cina juga telah ada upaya menterjemahkan Al-Quran kedalam bahasa Cina. Seorang sarjanah Jepan non muslim Lee Tei Ching. Menterjemahkan Al-Quran yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Jepang, lalu dia diterjemahkan kedalam bahasa Cina.[14] Kemudian dibentuk komisi dibawah pimpinan Wang Chin Zai yang kemudian diterbitkan pada tahun 1935. Salah satu penyumbang biayah penerbitan seorang muslim kaya dari Taiwan.[15]

Kaum Nasionalis-Demokratis dan Islam berhasil menumbangkan Dinasti Manchu yang kejam. Dinasti Manchu bukan dari orang Han atau orang Cina. Dinasti Manchu adalah dinasti suku bangsa dari daerah Mongolia. Semasa Pemerintahan Nasionalis Demokratis kaum muslim Cina selain banyak menjadi petinggi negara, dari mentri, prajurit, pegawai pemerintah.

Kaum muslim juga memiliki banyak penerbitan. Dalam tahun 1911 di Yunan terbit sebuah Journal Islam (Islamic Journal). Di Peking muncul terbitan Islamic Literature (Kesusastraan Islam). Di Kanton berdiri harian Domestic Education 1912. The Light of Islam (Cahaya Islam) di Sanghai 1920. Islamic Sciences (Ilmu Pengetahuan Keislaman) di Ko Kiang 1921. Muslim Youth (Pemuda Muslim) terbit di Kanton 1926. Selain itu ada juga harian Teh Islamic Comunity (Masyarakat Islam), terbit di Cina.[16]

Pokok Permasalahan Muslim Cina
Permasalahan Islam di Cina selalu terkait kemerdekaan beragama dan Islam yang terus berkembang apabila Islam memiliki kemerdekaan beragama. Maka mau tidak mau penguasa Cina selalu berbuat kejam, yaitu dengan membantai. Pembantaian umat Islam dimulai dari masa Dinasti Manchu yang tidak menyukai umat Islam yang terus tumbuh dan berkembang.

Kemudian dilanjutkan oleh Pemerintahan Komunis. Umat Islam di Xinjiang dan daerah-daerah lain di Cina melakukan perlawanan karena mereka tahu Komunis tidak memberikan kebebasan beragama dan berbudaya Islam. Sehingga sering muncul perlawanan, dan diakhiri pembantaian-pembantaian.

Apabila Pemerintahan Cina memberikan jaminan kemerdekaan beragama dan berbudaya. Maka umat Islam dan pemerintah pasti sejalan dan selaras, damai. Demikinlah sedikti kupasan kalau Negeri Cina adalah bagian dari salah satu Negeri Masyarakat Muslim.

Negeri Islam terbentang sangat luas, mulai dari Turki, daerah Balkan Eropa Timur, menuju Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tengah, sebagian Rusia, sebagian Cina adalah wilayah masyarakat Muslim di daerah tersebut, lalu ke Asia Tenggara. Telah banyak runtuh peradaban dan agama-agama sebelumnya.

Tinggal tunggu waktu komunis juga hancur oleh Islam dengan sendirinya. Bukan hal yang aneh kalau kita melihat Ustadz Felix Siau, Ustadz Ko Stepen, dan banyaknya keturunan Cina memeluk Islam di Indonesia. Karena Islam salah satu agama leluhur orang Cina.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 6 Januari 2020.

Sumber:
Aan Wan Seng. Rahasia Sukses Muslim Cina: Kegemilangan Islam di Negeri Komunis. Jakarta: Hikmah, 2007.
Rafiq Khan. Islam di Tingkok. Jakarta: Tintaemas, 1967.
Leo Agung. Sejarah Asia Timur 2. Yogyakarta: Ombak, 2012.
Joni Apero, “Kajian Sosiologis Pada Transformasi Atap Masjid di Kota Palembang” Skripsi. Palembang: Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. 2018


[1]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 109.
[2]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, Jakarta: Tintaemas, 1967, h. 67.
[3]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h. 70.
[4]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 133
[5]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 121
[6]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 128-129.
[7]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 130.
[8]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 131.
[9]Aan Wan Seng, Rahasia Sukses Muslim Cina: Kegemilangan Islam di Negeri Komunis, Jakarta: Hikmah, 2007, h. 37.
[10]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h. 97 dan 131.
[11]Aan Wan Seng, Rahasia Sukses Muslim di Cina, h. 30.
[12]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 131
[13]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 132
[14]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 35
[15]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 36
[16]Rafiq Khan, Islam di Tingkok, h 36.

Sy. Apero Fublic
Via Budaya Dunia
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

2 comments

  1. Risky VernandoMarch 8, 2022 at 9:11 AM

    Kalau diizinkan, saya mau meminta sumber gambar a.n. Medikal Rohim tersebut, apakah dalam bentuk karya ilmiah/jurnal ? Saya tinggal di 16 Ulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. PT. Media Apero FublicApril 12, 2022 at 7:27 AM

      sebuah skripsi berjudul" Kajian Sosiologis pada transpormasi atap masjid di kota palembang. anda dapat menjumpai di perpustakaan daerah bagian arsip ruang atas, di balai arkeologi, di perpustakaan fakultas adab..

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
Add comment
Load more...

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

LPPM UIN Sultanah Nahrasiyah Salurkan Buku Karya Dosen untuk Perpustakaan Cerdas Bangsa Gampong Ude

PT. Media Apero Fublic- Tuesday, August 11, 2026 0
LPPM UIN Sultanah Nahrasiyah Salurkan Buku Karya Dosen untuk Perpustakaan Cerdas Bangsa Gampong Ude
APERO FUBLIC   I  LHOKSEUMAWE.—   Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseuma…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261653
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J
    APERO FUBLIC  I  SUKABUMI.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanak...
  • Ketika Mimpi Berubah Arah
    APERO FUBLIC I  Namaku Revalin. Ada satu hari yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatanku. Hari itu bukan hari kelulusa...
  • Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi
    APERO FUBLIC I  Ditengah upaya Pemerintah Kota Jambi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menjadi salah...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Monday, July 27, 2026
Ketika Mimpi Berubah Arah

Ketika Mimpi Berubah Arah

Thursday, July 16, 2026
Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Thursday, July 16, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 70 Berita 1855 Berita Daerah 1762 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1238 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 126 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1016 Kesehatan 42 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 683 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 55 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 206 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 40 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us