11/30/2019

Pribumi Indonesia Itu Ada dan Nyata.

Apero Fublic.- Akhir-akhir ini sering ada tulisan-tulisan yang menyerang pribumi Indonesia. Dari kata-kata mereka menyatakan, menggambarkan, menyiratkan kalau orang Indonesia pendatang semua. Tidak ada yang namanya pribumi asli di Indonesia. Mereka yang menyerang status pribumi adalah orang-orang atau kelompok keturunan tertentu yang ingin diri mereka atau kelompok mereka hendak berlaku sesuka hatinya.

Mereka kelompok yang memiliki tabiat penjajah. Sama misalnya seperti orang Eropa yang datang ke Benua Australia yang mengambil bumi suku Aborigin. Atau di Amerika Serikat yang merampas tanah dari Pribumi Benua Amerika seperti suku Indian.


Orang yang menulis atau kelompok yang menghembuskan istilah tidak ada pribumi adalah individu atau kelompok yang sama tabiatnya dengan kaum penjajah tersebut. Senjata atau alasan yang digunakan untuk menyerang status pribumi adalah dengan teori pesebaran manusia.

Dari Afrika menyebar ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu. Alasan yang tidak masuk akal dan terlalu dipaksakan. Itukan zaman manusia masih belum memiliki kebudayaan dan hidup nomaden. Mereka belum menetap dan menguasai suatu kawasan. Begitupun bahasa mereka masih sangat miskin. Bahkan pakaian mereka belum ada. Kalau teori itu benar.


Dari mana kita melihat pribumi di suatu kawasan atau suatu negara. Pertama, kita lihat dari bahasa yang berkembang dikawasan tersebut. Dapat dilihat dari sisi sastra lisan, tertulis atau mitos-mitosnya. Kedua, dari kebudayaannya yang mereka kembangkan sendiri. Ketiga, dari kesejarahan dari masa purba, megalitik, tradisional sampai sekarang. Dilihat secara arkeologis dan secara kesejarahan yang berkelanjutan.


Pribumi didepenisikan adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu kawasan wilayah dalam kurun waktu yang tidak dapat ditentukan secara pasti. Kemudian mereka mengembangkan bahasa dan kebudayaan mereka sendiri. Lalu mereka membangun peradaban mereka baik skala kecil atau luas. Kemudian mereka memiliki peninggalan-peninggalan arkeologis dan sejarah.

Baik itu arkeologi dari masa peradaban kuno misalnya kalau di Indonesia peradaban megalitik (Pagaralam) dan peradaban tradisional seperti pemerintahan kerajaan-kerajaan. Bahkan kalau di Sumatera Selatan sudah terlacak dari manusia purba yang ditemukan di Gua Putri di Muara Enim, lalu tersambung dengan peradaban megalitik disekitar itu. Sangat jelas sekali pribumi Melayu di Sumatera Selatan ada. Termasuk juga diseluruh kawasan-kawasan di Indonesia.


Pendatang asing atau non pribumi adalah manusia yang pindah dari kawasan pribumi ke kawasan pribumi lainnya. Misalnya pribumi Cina datang ke kawasan pribumi Melayu. Orang Cina tersebut adalah pendatang. Begitupun ketika orang Melayu ke negeri Cina dia disebut pendatang juga.

Mengapa demikian, karena dia datang dimana kawasan tersebut telah terbentuk suatu kelompok kebudayaan dan geografis milik suku bangsa yang berbeda. Mereka sudah susah payah mengembangkan kebudayaan mereka. Kadang berjuang mempertahankan diri dari bencana, musibah, wabah, atau berperang melawan penakluk dan penjajah.

Bukankah sesuatu yang kejam ketika orang-orang menyerang status pribumi. Hanya karena ingin berkuasa melampaui batas. Atau ingin berlaku sesuka hati dan meremehkan masyarakat setempat. Tulisan ini bukan anti pendatang asing. Tapi bentuk pembelaan terhadap hak warga asli Indonesia di mana pun.

Di Indonesia semua menerima pendatang dengan baik. Tapi ketika diterima jangan mau menginjak. Agar tidak terjadi konflik dan tindakan rasialisme. Sadar-sadar diri saja, jangan sok atau merasa hebat sendiri.

Tidak masalah misalnya orang Eropa menjadi warga negara Indonesia kalau memenuhi syarat dan bukan untuk jadi mata-mata. Asal jangan kurang ajar seperti bilang pribumi Indonesia tidak ada!!!!. Jangan membawa kebudayaan sosial bebas barat yang bertentangan dengan budaya Indonesia.


Agar rakyat disuatu kawasan yang ditinggali tidak marah. Kalau tinggal di Indonesia, dan sudah menjadi warga negara Indonesia. Ikuti budaya dan ketentuan di Indonesia. Bersatu dan berasimilasi dengan masyarakatnya. Jangan menjadi warga negara Indonesia di KTP. Hidup tenang dan damai dari buah usaha dan pajak pribumi Indonesia.

Tapi budaya dan kelakuan seperti negara asal. Kalau tinggal dikawasan etnik Melayu berasimilasi dengan orang Melayu. Tinggal di kawasan etnis Jawa berasimilasi dengan orang Jawa. Jadilah Indonesia seratus persen dan orang Indonesia tidak pernah mempermasalahkan pendatang asing.

Belum ada ceritanya kalau orang Indonesia membantai pendatang asing bahkan sejak zaman belum beradab sekalipun. Jadi ingat, pribumi Indonesia itu ada. Suku bangsa Indonesia adalah pribumi dan pemilik tanah Indonesia.

Tanah tumpah darah yang sudah berurat berakar dari nenek moyang kami, Indonesia. Bukan pendatang seperti suku bangsa asing seperti orang Eropa di Benua Amerika atau Benua Australia, termasuk juga di Selandia Baru. Kalau tidak suka silahkan pergi dari Indonesia.

#Salam BIRU.#Barisan Indonesia Baru.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 1 Desember 2019.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment