-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Cerpen Belada Cinta Putri Pertama: Orang Tua dan Keluarganya
Cerpen

Belada Cinta Putri Pertama: Orang Tua dan Keluarganya

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
13 Sep, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Beteng Kuto Besak berdiri kokoh menjadi saksi sejarah di tengah Kota Palembang. Jembatan Ampera melintang menyatukan kedua sisi tebing Sungai Musi. Di atas jembatan laju kendaraan bermotor bagaikan aliran air yang deras. Ombak dan angin berpadu di tebing sungai yang sudah diperkeras dengan beton.

Kapal-kapal berlalu memeca gelombang. Tugu Ikan Belidah seakan menjadi penjaga benteng Kuto Besak yang perkasa. Warung empek-empek terapung terombang-ambing di tepian sungai, dipermainkan ombak. Azan berkumandang dari Masjid Agung Palembang tanda waktu shalat ashar datang.

Tempat wisata Benteng Kuto Besak adalah tempat bersantai masyarakat Kota Palembang. Di bibir tebing Sungai Musi berdiri dua orang insan manusia. Seorang pemuda berpenampilan rapi. Memakai kemeja lengan panjang berwarna putih polos, celana dasar kain berwarna coklat, berkopiah, namanya Khalid.  Si gadis memakai gamis hitam dan berhijab syairah warna merah panta, namanya Haifah.  Berdiri menghadap Sungai Musi.

Keduanya berkenalan sebagai sahabat beberapa bulan lalu, tidak pacaran. Berjarak sekitar sepuluh meter dari keduanya, tiga orang gadis juga berbusana islami menemani perbincangan mereka. Banyak juga pengujung datang berlalu lalang, ada pengamen. Khalid dan Haifah, keduanya berkomitmen untuk menikah. Di akhir perbincangan itu, Khalid berjanji pada Haifah.

“Syarat itu Kakak sanggupi. Kakak berjanji, “insyaa Allah akan mendukung adik berbakti kepada kedua orang tua adik. Kakak mengerti tugas adik sebagai anak sulung. Kedua orang tua kakak masih kuat, dan ada Kakak Hasim yang menjaga dan mengurus mereka. Jadi Kakak tidak terlalu terbebani dalam mengurus kedua orang tua kakak. Mungkin kita sekali-sekali datang berkunjung mengantar belanja.” Setelah perbincangan selesai maka mereka berlima menuju Masjid Agung Palembang untuk shalat ashar.

Waktu berlalu. Khalid dan keluarga datang melamar ke rumah Haifah di Kelurahan Talang Betutu. Akad nikah dilaksanakan di Masjid Al-Hijrah di Kelurahan Talang Betutu, Kota Palembang tidak jauh dari rumah Haifah. Pernikahan yang sederhana namun istimewa. Keluarga dan undangan datang memberi selamat. Keduanya sah menjadi suami istri. Sebagaimana janji Khalid sebelumnya, maka mereka tinggal di rumah orang tua Haifah. Haifah tiga bersaudara, dia anak sulung. Dua adiknya, Kahani dan Sammah sudah lebih dulu menikah di tahun lalu.

Waktu berjalan terasa cepat sekali. Tahun demi tahun, sekarang Haifah memiliki tiga orang anak. Anak tertua laki-laki bernama Amir. Dua lagi perempuan Zulaihak dan Kinanti. Khalid bekerja di sebuah pabrik roti, gajinya hanya dua juta lima ratus ribu rupiah sebulan. Sehingga Haifah harus hemat dalam mengatur keuangan keluarga. Ongkos kerja Khalid, biaya makan keluarga, bayar listrik, air, biaya sekolah anak-anak, dan lain-lainnya. Sehingga Haifah sangat mengatur keuangan dengan cermat.

Karena memang uang gaji suaminya pas-pasan. Haifah sangat sibuk sekarang, semua pekerjaan rumah dia yang menyelesaikan. Dari membersihkan halaman, membersihkan rumah, mencuci pakaian keluaraga, pakaian anak, suami, dan kedua orang tuanya. Memasak, mencuci piring, menghidangkan makanan, belanja. Bertambah sibuk kalau di bulan puasa, sebab dia akan mengurus sahur dan berbuka sedangkan dia juga berpuasa. Sepanjang waktu, pekerjaan itu dilakoni Haifah dengan sabar. Berbakti pada suami dan berbakti pada kedua orang tua.

Satu minggu sebelum idul fitri di tahun 1435 Hijriyah. Kahani, suami dan tiga anaknya pulang kampung. Suami Kahani seorang PNS di Kota Bandung, darah Aceh. Kahani pulang, dia memberikan banyak hadiah pada ayah dan ibunya. Saat itu mereka juga begitu perhatian dengan orang tua mereka.

Ketika mau kembali ke Kota Bandung mereka memberikan uang satu juta rupiah pada sang ibu. Betapa gembiranya ayah dan Ibu Haifah. Mereka bangga dan membanggakan Kahani pada semua orang di Kampung mereka, Talang Betutu. Haifah mendengar itu, dia pun merasa bahagia juga. Karena rumah mereka di Talang Betutu dekat dengan Bandara SMB II. Maka kedua orang tua Haifah menjemput saat datang dan mengantar saat kembali.

Dua bulan bulan kemudian, Lebaran Idul Adha juga tiba. Kali ini Sammah, suami dan dua anaknya juga pulang. Perlakuan Sammah seperti Kahani. Banyak memberikan hadiah, jalan-jalan di Kota Palembang. pada saat mau kembali ke Jakarta mereka juga memberikan uang satu juta rupiah. Ayah dan Ibu Haifah merasa bangga dan menceritakan semua itu pada tetangga dan masyarakat di kampung mereka. Ibu Haifah membandingkan Kahani, Sammah dengan Haifah dan suaminya. Haifah, tidak pernah membelikan mereka hadiah dan uang jutaan seperti kedua anak mereka itu.

Tahun berlalu, kembali seperti semulah. Kali ini Sammah dan keluarganya yang pulang kampung saat lebaran idul fitri, 1436 Hijriyah. Keluarga Kahani juga yang pulang di lebaran idul adha, bergantian. Sama seperti pulang kampung sebelumnya. Mereka memberikan hadiah, dan memberikan uang saat akan kembali. Namun dibalik semua itu, Haifah juga pontang panting menanggung biayah semua keluarga saat menjelang lebaran. Tetapi alhamdulillah Haifah dapat menutupinya. Ayah dan Ibu Haifah tida menyadari itu.

Sekarang Ibu Haifah merasa tidak suka dengan Haifah. Dia menganggap Haifah pelit dan tidak sebaik kedua anaknya. Menurut pemikiran ayah dan ibu Haifah. Kedua anaknya Kahani dan Sammah begitu baik. Memanjakan mereka dan perhatian sekali. Termakan pemikiran itu, perlahan-lahan Ibu dan Ayah Haifah mulai tidak suka dengan Haifah, dan keluarganya. Mereka ingin salah seorang dari Kahani atau Sammah tinggal dengan mereka. Sebab mereka baik, perhatian dan melayani mereka dengan sangat lembut. Sangat berbeda dengan cara Haifah, yang pendiam dan selalu bekerja.

Tibalah batas kesabaran ibu Haifah, sehingga sedikit cekcok dengan Haifah. Waktu itu, sore hari sekitar pukul tiga sore. Permasalahannya sepelah sekali, karena Haifah memarahi anak sulungya yang selalu bermain lupa waktu.

Suara keras Haifah membuat ibu Haifah marah. Waktu itu emosi Haifah sedang naik. Ibu dan Ayah Haifah merasa terganggu dan tidak tenang. Waktu itu, tekanan pekerjaan dan rasa capek membuat emosi Haifah labil. Akhir dari kata-kata Ibu Haifah waktu itu kurang baik, entah apakah salah pengertian.

“Sudah, cukup !!!, aku tidak tahan lagi bersama kalian.” Kata ibu Haifah marah dalam pembicaraan sore itu. Pernyataan itu membuat hati Haifah hancur. Secara halus kalau ibunya meminta Haifah untuk pindah. Haifah merasa kalau ibunya mengusir mereka secara halus. Air mata Haifah mengucur deras. Saat Haifah melihat ayahnya hanya diam.

Penilaian Haifah kalau ayahnya juga menyetujui. Yang paling sedih lagi, ketika Haifah melihat suaminya yang tertunduk diam. Namun suaminya tidak berkata apa-apa. Ada wajah malu dan sedih yang Haifah tangkap dari raut wajah yang mulai tidak terawat lagi itu. Kulit tubuh suaminya sudah agak gelap sekarang. Pulang dari pabrik sore hari, setelah magrib dia juga menjadi Driver Gojek.

Haifah terdiam, semua diam, kemudian Ibu Haifah pergi keluar rumah entah kemana. Haifah bangkit perlahan kekamarnya dan berbaring. Air matanya berlinang menetes tidak mau berhenti. Ayah Haifah keluar rumah, lelaki pensiunan PNS ini mengambil sapu dan menyapu halaman rumah. Tinggal suami Haifah yang duduk tenang sambil minum kopi. Tak berapa lama kemudian dia masuk kamar menghampiri Haifah.

“Sudah, jangan bersedih hati. Mungkin ibu sedang emosi dan marah saja. Jangan diambil hati. Jangan pulah salah mengartikan, mereka orang tua Adik.” Hibur Khalid.

“Tidak Kak, adik sudah mengerti sekarang. Maafkan aku yang telah membuat kakak kecewa. Aku beruntung mendapat suami yang sesabar Kakak. Aku tahu kakak berkata begitu karena Kakak ingin menepati janji kakak dahulu. Aku menyesal mengajukan syarat itu.
Dimana meminta kakak membantu aku menjaga ayah dan ibu sampai mereka dipanggil Allah. Aku menyayangi mereka dan ingin berbakti. Jerih payah Kakak tidak dihargai mereka.”

Kata Haifah sambil menangis, kemudian suaminya memeluk Haifah. Khalid sesungguhnya sangat tersinggung. Sebagai laki-laki dia memiliki harga diri. Tapi dia tidak mempersoalkan itu.

Tanpa mereka sadari ayah Haifah mendengar percakapan mereka. Waktu itu sedang memungut sampah di samping kamar Haifah. Ayah Haifah tahu alasannya mengapa suami Haifah tidak membawa Haifah dan anak-anaknya pindah rumah. Biasanya adat orang Melayu pantang tinggal di tempat mertua.

Orang bilang anak yang sudah menikah akan mudah tersinggung. Berbeda ketika mereka belum menikah. Benar, begitulah Haifah juga sangat tersinggung sekali. Haifah dihantui rasa bersalah karena tinggal di rumah orang tuanya. Haifah merasa malu, sedih. Dia juga kecewa dengan jerih panyahnya selama ini.

Keluarganya terasa memberatkan atau mengganggu ketenangan kedua orang tuanya. Apalagi sekarang dia sedang hamil anak keempat mereka. Satu minggu kemudian, Haifah, suami dan tiga anaknya pindah kesebuah kontrakan berjarak puluhan kilometer dari rumah ibunya, Talang Jambi. Sebelum pergi Haifah membersikan halaman dan bagian dalam rumah. Mencucikan pakaian ayah dan ibunya. Haifah juga memasak untuk yang terakhir kalinya.

Sebagai anak sulung dia merasa bertanggung jawab pada kedua orang tuanya, apa hendak dikata pikirnya. Waktu berjalan cepat, bulan dan tahun berlalu. Suami Haifah dipindah tugaskan ke Kota Sekayu. Sebuah kota kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan.

Tiga tahun berlalu, menjelang bulan ramadhan 1440 Hijriyah. Ibu Haifah menelpon anak keduanya, Kahani. Bertanya apakah mereka pulang dilebaran tahun ini. Kahani bilang karena sudah tiga kali lebaran pulang ke Palembang maka lebaran ini mereka pulang ke rumah mertua, di Aceh.

Kemudia menelpon anak bungsunya, Sammah. Sammah juga tidak pulang ke Palembang. Alasannya sama dengan Kahani, giliran pulang ke tempat mertua. Sudah tiga kali ramadhan dan lebaran terasa sepi bagi ayah dan ibu Haifah. Pernah diawal ramadhan Khalid datang mengantar belanja. Di sepuluh lebaran juga datang mengantar belanja. Keadaan sepi berlanjut di rumah Ibu Haifah, sampai idul fitri dan idul Adhah.

Suatu malam, Kahani menelpon kalau mereka sekarang telah pindah permanen di Provinsi Aceh. Karena pengajuan pindah suaminya di setujui pemerintah. Aceh tanah kelahiran suaminya. Suatu ketika Sammah juga menelpon. Suami Sammah juga pindah ke Sumatera Utara dan menetap di daerah tanah kelahiran suaminya, Kabupaten Deli Serdang. Sebagai guru PNS di sebuah Sekolah Menenga Atas. Maka mereka akan sulit pulang ke Palembang lagi, karena jauh.

Sore itu, suasana mendung, hujan ringan turun membasahi bumi. Suara air hujan jatuh di teratak atap terdengar riuh. Ibu Haifah duduk merenung di teras rumah. Lamunannya tenggelam ke puluhan tahun lalu. Dia melihat halaman kotor oleh sampa dedaunan. Sekarang Ibu Haifah tidak dapat menyapu halaman rumah tiga kali seminggu sebagaimana Haifah.

Terasa sakit pinggangnya. Daun jambu, daun sawo, dan daun bunga-bunga yang jatuh tiap hari. Haifah dari umur lima tahun sudah pandai menyapu halaman rumah. Haifah kecil selalu berhijab sedari Sekolah TK. Haifah tidak ingin ayah dan ibunya masuk neraka karena dia tidak menutup aurat. Itulah yang diajarkan ustazah di sekolah. Beranjak remaja Haifah sudah pandai mengurus rumah. Membersihkan perabotan, mencuci pakaian, dan memasak. Haifah begitu sayang pada ayah dan ibunya.

Dia tumbuh menjadi wanita mandiri. Air mata Ibu Haifah menetes perlahan di kedua belah pipinya yang keriput itu. Ayah Haifah datang membawa dua cangkir teh, dan duduk di samping Ibu Haifah. Melihat istrinya meneteskan air mata.

Ayah Haifah mengerti tentang perasaan dan pikiran istrinya. Bukan menangis karena halaman yang kotor dan berserakan itu. Tapi karena pada sosok anak kecil yang suka menyapu halaman itu, Haifah. Putri sulung yang bertanggung jawab seperti anak lelaki. Ayah Haifah menarik nafas dalam dan matanya juga berkaca-kaca.

Ayah Haifah menceritakan dengan istrinya mengapa Haifah dan suaminya tetap tinggal dirumah mereka setelah menikah. Tidak pindah rumah sebagaimana pernikahan anak-anak perempuan lainnya. Karena salah satu syarat diterimanya lamaran Khalid oleh Haifah. Khalid harus mendukung Haifah berbakti pada kedua orang tuanya.

Ibu Haifah bertambah terharu mendengar cerita suaminya. Kakek Nenek yang sudah berumur enampuluhan tahun itu sekarang hidup kesepian. Satu minggu kemudian Ibu Haifah jatuh sakit. Sudah lebih satu minggu tidak bangun dari pembaringan. Ayah Haifah menelpon putri bungsunya Sammah.

Sammah bilang kalau dia tidak dapat pulang sebab suaminya sedang bertugas studi banding pendidikan dari DIKNAS. Begitupun saat menelpon Kahani, dia tidak dapat pulang karena sudah menetap di Aceh. Ongkos ke Palembang dengan pesawat terbang  hampir sama dengan gaji satu bulan suaminya. Kalau naik bus akan memakan waktu tiga hari tiga malam.

Maka tidak mungkin pulang sekarang kalau belum penting sekali. Ingin Ayah Haifah menelpon Haifah. Tapi dia merasa tidak enak dan merasa malu pada anak sulung mereka itu. Dalam minggu itu, Ayah Haifah sendiri merawat ibu Haifah. Sekarang seisi rumah tambah terbengkalai. Semua sudah tambah tidak terurus lagi.

Khalid datang menengok keadaan mertuanya bulan ini. Membawa oleh-oleh dari Kota Sekayu, ikan kering, pede, tempoyak, buah duku, durian. Saat sampai di rumah mertuanya, Khalid melihat halaman sangat kotor, sampah berserakan dimana-mana.  Rumah nampak redup dan tidak terawat. Khalid mengetuk pintu, dan mengucap salam. Tidak lama kemudian ayah mertuanya membuka pintu. Melihat Khalid yang datang matanya langsung berkaca-kaca. Dia melihat-lihat keluar, berharap kalau Haifah juga ikut.

Khalid menyalimi tangan mertuanya, dan bertanya kabar keduanya. Mertua Khalid tidak berkata-kata, dia menyembunyikan rasa terharunya. Kemudian menunjuk ke kamar, dan melangkah masuk kamar. Khalid melihat mertua perempuanya terbaring berselimut tebal. Badannya sudah kurus dan matanya tertutup. Khalid menjadi khawatir dan dia duduk di pinggir pembaringan.
“Ibu, kenapa? Apa ibu sakit? Mengapa tidak memberi kabar!!!.

Mata berkeriput itu membuka. Menatap Khalid beberapa saat, kemudian mata rabun itu mengeluarkan air mata. Khalid menjadi sedih dan terharu. Kembali Khalid bertanya apakah ibu mertuanya sakit. Jawaban lembut dari mertuanya. “Tidak apa-apa, hanya demam.” Khalid ingin membawa ke bidan, tapi mertuanya menolak. Kemudian dia bertanya bagaimaan kabar Haifah dan anak-anak Khalid.

Khalid menceritakan bahwa keadaan mereka baik dan sekarang Haifah sudah mengajar di salah satu sekolah PAUD di Kota Sekayu. Kemudian dengan berlinang air mata, dia berpesan pada Khalid agar menyampaikan pesan permintaan maaf pada Haifah. Menjelang sore Khalid pulang ke Kota Sekayu dan tiba pukul delapan malam. Khalid menceritakan keadaan ibu dan ayahnya membuat hati Haifah terpukul dan sedih sekali. Air matanya tidak terbendung dan dia menangis meraung. Keesokan harinya, Haifah dan empat anaknya berangkat ke Kota Palembang.

Sesampai di rumah Haifah memeluk ayah dan ibunya. Mereka semua menangis haru dan bahagia. Anak Haifah, dan tiga adiknya bermain dan menyapu halaman rumah. Lalu membakar sampah dan halaman menjadi bersih. Haifah juga membersihkan rumah dan mencuci semua pakaian dan perabotan rumah. Rumah yang beberapa tahun sepi dan beku tiba-tiba menyalah.

Suara ramai anak-anak Haifah bermain seperti irama yang merdu di telinga kedua orang tua Khaifah. Begitupun saat suara orang sibuk memasak dengan suara-suara alat dapur beradu. Ayah dan Ibu Khaifah baru sadar sekarang. Di usia senja mereka bukan harta, bukan uang, bukan sanjungan semu. Tapi kasih sayang yang hangat yang ikhlas dari anak dan cucu-cucunya. Kebaikan bukan berupa hadiah, bukan beberapa lembar uang.

“Haifah, seandainya ibu telah menyakiti hatimu. Ibu memohon padamu agar maafkan ibu. Agar ibu tenang seandainya Allah memanggil ibu.” Kata Ibu Haifah memohon.

Haifah berkata dia tidak pernah merasa marah dan benci dengan ayah dan ibunya. Dia hanya menghormati dan menghargai jerih paya suaminya. Suaminya sudah bekerja keras dan relah mengurus ayah dan ibunya. Jarang ada menantu yang baik dan shaleh seperti Khalid.

Ayah dan Ibu Haifah mengerti betapa sulitnya Khalid, bekerja seharian kemudian menarik Gojek di malam hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Wajar saja kalau Haifah tidak pernah memberi uang jutaan sekali waktu, sebab semua kebutuhan hidup mereka yang menanggung. Haifah selalu memuliakan ibunya. Kemudian Haifah berkata.
“Ibu mau makan apa? gado-gado? atau kue bolu kesukaan ibu? Nanti Haifah bikinkan.” Tanya Haifah. Lama Ibu Haifah terdiam, kemudian dia berkata.
“Ibu meminta, pulanglah, hantarkan masa tua kami dengan damai. Ibu beruntung sekali, memiliki putri yang berhati mulia sepertimu, dan menantu yang baik, ibu telah salah menilai.” Jawab Ibu Haifah dengan haru. Haifah memandang ke ayahnya yang duduk di sisi kanan ibunya. Wajah tua yang dulu kencang sekarang sudah keriput. Rambut yang putih dan sudah tumbuh menipis.

Terkenang puluhan tahun lalu bagaimana sang ayah sering menggendongnya dengan kasih sayang. Haifah juga melihat mata ayahnya berkaca-kaca pertanda dia juga terharu. Haifah tidak tega menolak permintaan kedua orang yang sangat dia cintai itu, tangisnya pecah. Haifah mengiyahkan tapi dia ingin bermusyawara pada Khalid terlebih dahulu.

Khalid yang shaleh dan baik itu menyetujui. Betapa bahagianya Haifah memiliki suami yang sangat baik dan pengertian itu. Dua minggu kemudian Haifah dan anak-anaknya datang pulang, kembali kerumah orang tuanya. Khalid untuk sementara sendiri tetap di Kota Sekayu sampai perpindahannya di setujui perusahaan tempat dia bekerja. Sejak saat itu, Keluarga Khaifah kembali hidup bersama berbahagia.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 27 Agustus 2019.

Sy. Apero Fublic
Via Cerpen
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Gelar sebagai Tradisi dan Simbol Kehormatan dalam Sistem Pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai

PT. Media Apero Fublic- Tuesday, July 07, 2026 0
Gelar sebagai Tradisi dan Simbol Kehormatan  dalam Sistem Pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai
APERO FUBLIC  I  Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara yang berdiri di pesisir utara Aceh dan berperan penting dala…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261360
  • 20251140
  • 2024205
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat
    APERO FUBLIC   I  BANDUNG .— Tingginya jumlah angkatan kerja di Jawa Barat belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memad...
  • Kasus Kolusi Pemasok Logistik Menganti Bahan Bergizi Menjadi Substitusi Rendah Kualitas dan Keterlambatan Distribusi
    Latifa Rahmawati Kebijakan Publik MBG Dalam Persefektif Sosiologi Hukum: Kasus Kolusi Pemasok Logistik Menganti Bahan Bergizi Menjadi Substi...
  • Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?
    Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial? Oleh: Muhammad Izaz Alhafiz Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S....

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026

Popular Post

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Monday, June 15, 2026
Kasus Kolusi Pemasok Logistik Menganti Bahan Bergizi Menjadi Substitusi Rendah Kualitas dan Keterlambatan Distribusi

Kasus Kolusi Pemasok Logistik Menganti Bahan Bergizi Menjadi Substitusi Rendah Kualitas dan Keterlambatan Distribusi

Saturday, June 13, 2026
Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Monday, June 29, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1699 Berita Daerah 1653 Berita Internasional 42 Berita Nasional 1213 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 60 Cerita Rakyat 12 Cerpen 30 Dongeng 67 Ekonomi 101 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 877 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 642 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 56 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 196 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us