-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Sejarah Umum Manipulasi Isu dan Paradigma Swasembada Beras Zaman Orde Baru
Sejarah Umum

Manipulasi Isu dan Paradigma Swasembada Beras Zaman Orde Baru

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
12 Sep, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Apero Fublic.- Banyak orang berkata kalau pada masa Pemerintahan Otoriter Orde Baru Indonesia pernah mencapai swasembada beras. Sehingga Indonesia dianggap sangat makmur. Pemerintahan Orde Baru dianggap berhasil membangun ekonomi negara. Kesalahan persepsi dari orang asing, dan kesalahan anggapan dari orang Indonesia sendiri.

Orang-orang tersebut tidak memiliki pengetahuan tentang negara Indonesia secara mendalam. Mereka orang-orang asing membaca dari luar, dan melihat kulit yang diperlihatkan Orde Baru. Sedangkan orang Indonesia masa itu dilingkupi kebutaan dan tidak mengenal bangsa sendiri. Banyaknya beras atau gabah kering hasil petani di Pulau Jawa di anggap bentuk keberhasilan Pemerintahan Otoriter Orde Baru dalam membangun ekonomi.

Pada kenyataanya semua itu adalah berupa omong kosong mereka semua. Orang-orang yang tidak berpengetahuan berbicara tanpa mengerti apa-apa. Mereka berpikir pendek melihat gudang bulog yang penuh oleh beras yang tidak laku di tengah masyarakat Indonesia.

Dunia juga yang tertipu dengan keadaan tersebut, ketika sumbangan beras di PBB untuk Afrika. Sehingga Soeharto mendapat kesempatan berpidato pada peringatan FAO (Food and Agriculture Organization, di Italia 14 November 1985. Berikut ini, tiga faktor yang menyebabkan paradigma swasembada beras muncul dari orang-orang tidak bijak.

Faktor Populasi Penduduk.
Penduduk Indonesia pada masa Orde Baru belum sebanyak sekarang (2019). Di tahun 1985 jumlah penduduk Indonesia berjumlah 165 juta jiwa. Dari total jumlah penduduk diperkirakan 50% ada di pulau Jawa, Bali, dan Madura. Sehingga penduduk di luar Pulau Jawa sangat jarang, terutama di Papua dan Kalimantan.

Jumlah penduduk yang sedikit tentu juga menyebabkan kebutuhan ekonomi juga sedikit. Hutan-hutan yang luas dan penduduk masih jarang. Alam yang kaya raya memberi makan manusia Indonesia di pedalaman. Mobilitas kehidupan juga tidak seperti zaman diatas tahun 2000.

Faktor Produksi Masyarakat Petani.
Pada masa itu, dibawah tahun 1995, masyarakat petani di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Papua dan pulau-pulau lainnya masih memiliki cukup lahan untuk bertani. Mereka menanam padi ladang, hasl panen biasanya cukup satu tahun dalam satu kali panen. Menanam umbi-umbian, singkong, keladi, ubi jalar dan lainnya. Di daerah Maluku dan Papua masyarakat mengkonsumsi sagu yang banyak tumbuh subur di sana.

Ada juga kelompok masyarakat yang mengkonsumsi ubi. Selain itu, lingkungan sungai, alam masih terjaga sehingga masyarakat dapat menangkap hewan buruan dan menangkap ikan yang berlimpah di laut, sungai dan danau. Kehidupan penduduk masih semi tradisional. Masyarakat juga masih memiliki banyak hewan peliharaan, seperti ayam, sapi, kambing, kerbau, sehingga penduduk memiliki cukup dalam memenuhi kebutuhan daging.

Aku masih ingat sewaktu aku masih umur lima tahunnan. Dimana kehidupan di desaku, penduduk berladang, menanam padi dan sayur mayur. Kemudian hampir setiap keluarga besar memiliki ternak sapi, kambing atau kerbau. Membuat gula dari tebu dan gula aren. Kopi memproduksi sendiri dari kebun-kebun di belakang rumah mereka.

Membuat minyak sayur dengan kelapa, dan sebaginya. Selain itu ada juga masyarakat di luar Pulau Jawa yang bersawa. Sehingga masyarakat di luar Pulau Jawa tidak bergantung dengan beras dari Pulau Jawa. Maka Orde Baru bilang kalau Indonesia swasembada beras. Bentuk keberhasilan pemerintah dalam bidang perekonomian. Padahal itu adalah kelebihan produksi di Pulau Jawa sendiri.

Kemudian seiring waktu, keadaan sosial masyarakat berubah. Ketika tanah-tanah warga berganti dengan kebun karet, kebun sawit atau sebagainya. Masyarakat tidak lagi memproduksi kebutuhan pokok mereka. Maka masyarakat menggantungkan pada hasil luar daerah, atau pembelian di tokoh atau pasar. Begitupun saat lahan penggembalaan ternak berkurang akibat perkebunan masyarakat. Menjadikan penduduk tidak lagi mau memelihara ternak sapi, kerbau dan kambing mereka.

Sering mereka mendapat masalah saat ternak-ternak tersebut masuk ke dalam kebun warga. Ayam kampung yang biasanya mudah berkembang. Namun kemudian secara masal diserang oleh sejenis penyakit, di kenal dengan flu burung. Saya berharap pemerintah menyelidiki tentang virus tersebut. Karena dikhawatirkan ada oknum yang bermain dalam menyebarkan penyakit tersebut.

Maka sejak virus itu menyerang di Indonesia ternak ayam kampung warga habis karena mati mendadak secara masal. Sehingga sekarang kebutuhan daging ayam di suplai dengan ayam ternak pedaging. Pada sektor perikanan di atas tahun 2000 terjadinya peracunan sungai, danau, sehingga ikan air tawar berkurang.

Faktor Sosial Ekonomi.
Sebagaimana diketahui makanan pokok orang Indonesia berbeda-beda. Terutama di Indonesia wilayah timur. Banyak penduduk Indonesia di berbagai wilayah belum menggantungkan makanan pokok pada beras. Seperti di Maluku, Papua, Madura, Sulawesi.

Penduduk-penduduk tersebut masih mengkonsumsi makanan pokok seperti jagung, ubi, sagu, dan jenis umbian lainnya. Memang sudah ada beberapa bagian yang mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok mereka. Sehingga ketergantungan dengan beras belum begitu tinggi. Sedangkan sentra beras dibangun secara luas di jawa. Tanpa mengukur jumlah konsumsi masyarakat kala itu.

Di pulau Jawa sebagai sentra penghasil beras tidak begitu berarti bagi wilayah di luar jawa. Masyarakat belum membeli dengan sepenuhnya beras dari Jawa. Sehingga membuat produksi beras hanya berkumpul di Pulau Jawa. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintahan  Otoriter Soeharto akhirnya membeli beras petani tersebut.

Maka beras dan gabah kering hasil petani di Jawa memenuhi gudang-gudang bulog pada masa itu. Sehingga Pemerintahan Otoriter Orde Baru pernah mengirimkan bantuan seratus ton beras ke Afrika (Ethiopia). Membuat anggapan dunia dan pengakuan Orde Baru bahwa Indonesia swasembada beras.

Untuk menghabiskan beras-beras tersebut juga memaksa Aparatur Negara mengkonsumsi beras berkualitas buruk itu, yang tertimbun dari gudang-gudang bulog dengan alasan, beras jatah dari negara. Baru pada masa revormasi jatah beras diganti dengan uang. Sehingga mereka dapat membeli sendiri beras yang berkualitas baik.

Dampak Kecerobohan Tersebut.
Di zaman sekarang ketika penduduk Pulau Jawa meningkat dua kali lipat lebih. Entah bagaimana itu dapat terjadi sebab apa yang di lakukan Orde Baru. Sawa banyak di timbun untuk pembangunan. Masyarakat di luar pulau Jawa tidak lagi memproduksi kebutuhan mereka sendiri. Sehingga kebutuhan beras akhirnya perlahan-lahan meledak dan terpaksa negara membeli keluar negeri (infor).

Penduduk di Indonesia Timur mulai mengkonsumsi beras. Meninggalkan makanan pokok mereka karena masa Orde Baru dirusak dengan beras. Seharusnya di dukung agar tidak membengkak keperluan beras dalam jangka panjang. Beras di Jawa perlahan hanya cukup memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa tidak lagi seperti dulu sebab bertambahnya jumlah penduduk di Pulau Jawa.

Maka, bom waktu terjadi ekonomi Indonesia bergantung dari luar. Masihkan kita terjebak subjetivitas sejarah. Dengan bodoh percaya ada swasembada beras di zaman Pemerintahan Otoriter Orde Baru. Tidak, itu ketimpangan dan kecerobohan, arogansi dalam membangun ekonomi bangsa, dari paham sukuisme Soeharto. Kemudian menjadi bom waktu bagi perekonomian bangsa Indonesia.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 12 September 2019.
Sumber foto. Anoname.

Sy. Apero Fublic
Via Sejarah Umum
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Thursday, October 01, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

Saturday, September 26, 2026
Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Thursday, October 01, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Konflik Relokasi PKL Pasar Raya/Permindo, Kota Padang: Ketika Penataan Kota Berhadapan dengan Ekonomi Informal

PT. Media Apero Fublic- Sunday, October 11, 2026 0
Konflik Relokasi PKL Pasar Raya/Permindo, Kota Padang: Ketika Penataan Kota Berhadapan dengan Ekonomi Informal
APERO FUBLIC  I  Persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Permindo dan Pasar Raya Padang bukan sekadar urusan ketertiban ruang kota. Di balik …

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20262129
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Balikpapan Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Berita Nasionalis Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Cirebon Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampu Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olahraga9 Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat
    APERO FUBLIC  I  Kebakaran hutan dan lahan (Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Kebakaran hutan dan lahan (kar...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN.--  Sebuah kegiatan outing kelas bertajuk "Pelestarian Budaya Lewat Permainan Tradisional" s...
  • WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?
    APERO FUBLIC  I  Ada satu angka yang cukup menjelaskan arah politik Indonesia hari ini: dari delapan partai politik yang lolos ...
  • Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia
    Vani Satya Puspita Anggraeni APERO FUBLIC  I  Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi ke...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso
    APERO FUBLIC  I  Kegiatan Pelatihan Calon Transmigran (Catrans) Poso dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Ba...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • SKENARIO TERBAIK-NYA
    APERO FUBLIC   I  CERITA KITA .--  Tahun 2020 menjadi momen yang membingungkan bagi banyak orang. Pandemi COVID-19 mengubah bany...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Thursday, October 03, 2024
Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Monday, February 16, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Tuesday, October 08, 2024

Popular Post

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Thursday, October 01, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

Saturday, September 26, 2026
Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Thursday, October 01, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso

Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso

Saturday, September 26, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
SKENARIO TERBAIK-NYA

SKENARIO TERBAIK-NYA

Wednesday, June 17, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 74 Berita 1955 Berita Daerah 1830 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1252 Brand 117 Budaya Daerah 42 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 70 Cerita Rakyat 12 Cerpen 34 Dongeng 67 Ekonomi 129 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 9 Flora 67 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 19 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1379 Kesehatan 56 Kisah Legenda 10 Kuliner 35 Mitos 15 Opini 808 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 60 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 8 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 221 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 54 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us