7/17/2019

Bayumi. Tiga Pokok Dalam Pemberdayaan Desa

Apero Fublic.- Desa sebagai administrasi terkecil dalam sistem pemerintahan negara sesungguhnya adalah tonggak berdirinya negara tersebut. Desa seperti akar-akar hidup yang bergerak bagi sebatang pohon besar. Apabila akar-akar itu tidak berfungsi dengan baik maka akan menyebabkan kurang baiknya pertumbuhan pohon. Tidak mustahil lambat laun pohon akan tumbang dan roboh.

Begitupun dengan sebuah negara. Negara ibarat sebuah pohon besar dan rindang. Memiliki banyak buah dan bunga. Desa ibaratkan akar dari sebuah negara. Apabila kehidupan desa mulai tidak berfungsi dengan baik. Tidak ada pengembangan dan pembinaan. Kemudian cadangan moral juga rusak sebab pengaruh buruk dari luar. Tidak adanya pemberdayaan bagi masyarakat desa.

Akan membuat desa perlahan tidak berfungsi dengan baik. Apabila akarnya sakit (desa) maka negara akan sakit juga (pohon). Dalam hal ini, seorang pemuda bernama Bayumi, S. Hum, memiliki pandangan terhadap permasalahan tersebut. Dari pengamatan pola kehidupan desa, dia berpendapat. Ada tiga pokok yang harus dibangun oleh pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat desa:

Pertama, pendidikan moral meliputi tiga hal. Pertama pendidikan keagamaan untuk masyarakat. Kedua, pendidikan adat-istiadat atau kebudayaan. Ketiga, ilmu pengetahuan umum. Sebab pembinaan moral dan kesalehan sosial sangat tepat untuk menciptakan moral yang baik, bersih dan jujur. Dari tiga pokok ini akan melahirkan masyarakat yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Baik itu secara pribadi dan  rasa tanggung jawab ditengah masyarakat.

Kedua, pemberdayaan ekonomi masayrakat desa. Pemberdayaan ekonomi dimaksud: seperti pelatihan masyarakat tentang pentingnya koperasi. Pada bidang pertanian, seperti pemberdayaan pertanian seperti irigasi, ilmu-ilmu pertanian, bimbingan pemasaran produk pertanian, dan pengolahan limbah pertanian menjadi komoditas ekonomi kreatif. Misalnya pengolahan jerami padi menjadi media tanam jamur budidaya. Sehingga mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan tentunya terdampak pada kesejahteraan hidup.

Ketiga, pemberdayaan dalam administratif. Yaitu berupa motivasi, pelatiahan-pelatihan dalam berorganisasi. Mengingat masyarakat sangat sulit dalam menjalin persatuan dan kekompakan dalam menjalani sebuah misi usaha, musyawarah, dan menyampaikan pendapat. Kelemahan beroragnisasi ini juga menjadi kelemahan demokrasi desa. Kemudian setiap keputusan diambil secara sepihak oleh yang lebih mengerti.


Dari tiga sudut pandangan yang dikemukanan Bayumi. S. Hum. Dapat disimpulkan, yaitu pembangan moral, pembangunan ekonomi kerakyatan, dan pembangunan SDM (Sumber Daya Masyarakat) dalam artian kreatifitas. Memang selama ini, sistem pemerintahan desa tidak berjalan baik atau berjalan timpang.

Bukan sebab kecurangan pemerintahan desa tapi lebih dikarenakan SDM masyarakat yang belum cukup. Program-progaran pemerintah belum terealisasi dengan baik. Begitupun dengan SDM dari para pelaksana Pemerintahan Desa. Pemerintahan Desa cenderung hanya sebatas mengurusi administrasi penduduk, permasalahan pribadi penduduk, KTP, KK dan sebagainya.

Sedangkan bentuk kreatifitas dalam bidang pemajuan desa masih jauh tertinggal. Sehingga bentuk pengembangan tiga sektor tersebut terabaikan. Semoga kedepannya nanti ada upaya-upaya akademisi dan pemerintah dalam pemberdayaan Desa.
Bayumi sebagai mahasiswa semasa kuliah, aktif dalam pergerakan dan perjuangan mahasiswa dalam menegakkan kebenaran. Lokasi Kampus UIN Raden Fatah Palembang 2014.
Bayumi juga seorang mahasiswa yang aktif di kelas. Memiliki kemampuan komunikasi tinggi dan objektif. Membuktikan bahwa dia seorang mahasiswa yang cukup diperhitungkan, 2015.


Sekarang Bayumi. S. Hum mencalonkan diri sebagai anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) Desa Lubuk Rengas, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin (2019-2024). Dengan daerah pemilihan Dusun III, melingkupi suara pemilihan RT. 6. RT. 7. RT. 9Bayumi, S. Hum Dengan Nomor Urut Satu (I). Semoga pemuda yang amanah ini dipercaya oleh masyarakatnya menjadi wakil mereka. Sehingga dia dapat melaksanakan cita-cita luhur untuk memajukan tanah kelahirannya, Desa Lubuk Rengas.

Oleh. Asdi Merka. S.Hum
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 17 Juli 2019.
Foto. Apero Fublic.

Catatan: Bagi teman-teman yang ingin membangun karir dalam kepemimpinan. Atau memiliki sebuah usaha dan bisnis. Dapat menghubungi Apero Fublic dalam mengembangkan kepopuleran wadah untuk mempublikasi pengenalan di tengah masyarakat digital. Apero Fublic sebuah perusahaan digital yang bergerak dalam layanan jasa publikasi. Seperti penulisan e-biografi, publikasi aktivitas, karir politik, entertaiment, music, binis, produk, UKM dan sebagainya.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment