6/24/2019

Yunita Herlina. Ujian Cinta


Apero Fublic.- Hidup selalu memiliki problematika yang sulit. Berani hidup berarti berani menemui tantangan dan ujian. Persoalan hidup adalah siapa baik dan paling beriman di hadapan sang pencipta. Allah selalu memberikan ujian dan cobaan pada setiap hambanya.

Ujian bukan kebencian dari sang pencipta pada hambanya. Tetapi ujian diberikan untuk pendewasaan, untuk pengalaman, dan untuk keimanan dari seseorang. Semakin besar ujian, maka semakin berkualitaslah nantinya jiwa manusia tersebut. Yang maha kuasa, akan memberikan ujian pada hambanya sesuai kemampuan hambanya.

Setiap manusia akan mendapat ujian masing-masing selama perjalanan hidupnya. Dari ujian cinta, nafsu, harta, perasaan, kedudukan, kemiskinan, ketakutan, dan sebagainya. Allah telah berkata, apakah hambanya dibiarkan saja mengaku sudah beriman, sedangkan mereka belum diberi cobaan.

Salah satu ujian Allah pada manusia yang selalu dilewati oleh setiap insan adalah jodoh.  Jodoh yang dirahasiakan, dan dijadikan misteri membuat manusia begitu resah dan khawatir. Rasa takut akan tidak memiliki atau mendapatkan jodoh sebab di batasi waktu dan umur membuat insan berlomba-lomba dalam menemukan jodohnya. Maka mereka berusaha dengan sekuat tenaga.

Ujian ini begitu berat dan besar bagi dara-dara muda. Sangat banyak mereka tumbang dalam kemaksiatan dan dosa-dosa lainnya. Banyak yang berzina dan akhirnya membunu anak, membuang anak. Tidak jarang ada yang tega membunu kekasinya karena hamil, tidak mau bertanggung jawab. Ujian cinta telah banyak yang tumbang.

Telah banyak menyesatkan, meneteskan air mata, dan korban yang tidak sedikit. Namun bagi insan yang beriman dan berhati kuat. Dia dapat mengendalikan perasaan-perasaan akan lewat dari ujian cinta ini. Dia akan sabar dan menunggu sang kekasih dengan sabar.

Dia tidak mengikuti godaan syatan, yang menjerumuskan. Walau cintanya seberat gunung akan terasa seringan kapas, sebab dia bawa dalam keimanan. Kemudian dia pasrakan pada Allah yang telah mengatur jalan jodohnya. Di keremangan temaram cahaya lampu malam, dia bersujud meminta dipertemukan dengan jodohnya.

UJIAN KU

Kamu.
Orang yang sangat menyebalkan
Orang yang sangat cuek
Orang yang sangat tidak serius
Tapi Kamulah,
Orang yang selalu ada buat ku.

Kamu.
Entalah, kenapa hati ini.
Terasa aneh bila di dekatmu.
Mungkinkah,
Ini yang dinamakan cinta, sayang.
Aku tidak tahu
Karena ini sulit di jelaskan.

Aku ingin melupakanmu.
Tetapi aku tidak mampu.
Aku ingin berlari sekencang mungkin.
Tetapi bayanganmu, semakin nyata.
Sehingga membuat aku mengalah dengan keadaan.

Lagi-lagi aku terpuruk
Aku tak mampu lagi untuk bangkit.
Hanya ada satu jalan, yaitu,
Mendekatkan diri pada sang khaliq.

Di atas sajadah aku menangis.
Di dalam sujud aku mengadu.
Di dalam doaku, aku ingin melupakanmu.
Tetapi mengapa Allah menghadirkanmu, lagi.

Semakin dekat diri ini kepada Allah.
Allah menghadirkanmu.
Semakin dekat denganmu.
Maka sakit hatilah yang aku rasakan.

Apakah Allah cemburu padaku
Apakah ini dinamakan bukan takdirku
Apakah ini yang dinamakan bukan jodohku.
Atau, apakah ini,
Yang disebut ujian, untukku.

Sekilas tentang penyair cantik ini. Nama panggilan akrabnya Yunita atau Yun saja. Dia seorang mahasiswi di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, pada bidang studi Sejarah Peradaban Islam (SPI). Sekarang sudah memasuki smester ke tujuh. Nama lengkapnya Yunita Herlina.

Lahir pada tanggal 17 Juni 1997 di Kota Palembang. Mahasiswi cantik ini, mempunyai hobi membaca dan menulis. Kalau makanan favoritnya adalah bakso, dan model yang pedas. Untuk warna kesukaannya, warna biru, pink, abu-abu, dan dongker. Nah, bagi cowok yang mau PDKT, dapat di kadoi, hijab, gamis, atau jilbab yang berwarna biru, abu-abu, dongker atau pink.

Moto hidupnya, “hidup hanya sekali, maka gunakanlah kehidupanmu sebaik mungkin. Untuk pesan-pesannya, “jadilah orang yang terbaik diantara orang baik. Kalau masih penasaran, dan pengen tau lebih banyak atau keppo kedang Yunita silakan kunjungi medsosnya, facebook #Yunita Herlina(Nuh), dan Instagram, #@yunita herlina

Oleh. Yunita Herlina.
Editor: Selita. S.Pd.
Palembang, 16 November 2018.
Foto dan sumber foto. Yunita Herlina.
Fotografer. Dadang Saputra.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com idline: Apero Fublic.  Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment