6/28/2019

Tim LIPI Serbu Desa Parit Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin

Apero Fublic.- Banyuasin. Baru-baru ini Tim LIPI melakukan pendataan dan pencatatan jenis kuliner lokal di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau disingkat LIPI, merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementrian Republik Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementrian Negara Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KMNRT).

Dalam penelitian tersebut LIPI bekerja sama dengan BEKRAF. BEKRAF singkatan dari Badan Ekonomi Kreatif yang bertugas membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengordinasikan, dan singkronisasi kebijakan dibidang ekonomi kreatif. BEKRAF menyelenggarakan beberapa fungsi, seperti perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan pada bidang ekonomi kreatif.

Kegiatan penelitian LIPI dengan BEKRAF ini bersamaan, dilakukan di enam wilayah di Indonesia, salah satunya di Sumatar Selatan, dan terakhir di Bali. Tim terdiri dari 25 orang yang bertugas mendata dan mempelajari kuliner lokal atau kuliner khas wilayah Kabupaten Banyuasin. Setelah mendapatkan data kuliner, kemudian data di input ke ensiklopedi.dapurrakyat.id.

Kegiatan penelitian dimulai dari hari Jumat sampai hari Minggu (23-25/2018). Oleh stap LIP, tim peneliti  juga diajarkan bagaimana menginput data, cara penelitian kuliner, dan membuat proposal penelitian. Pada hari kedua, datang peninjauan langsung dari LIPI Pusat, dan tim BEKRAF dari Jakarta.


Para anggota peneliti tersebut menginap di rumah-rumah masyarakat, yang diistilahkan dengan rumah induk. Setiap rumah induk akan dikirim dua orang peneliti yang akan mempelajari dan mencatat tentang masakan tradisional setempat di tempat mereka menginap.
(Tim LIPI dalam Penelitian di Kabupaten Banyuasin)
Salah satu cara pendataan kuliner. Tim LIPI disuguhi makanan tradisional oleh ibu-ibu di Desa Parit. Sebelum menyantap hidangan, makanan mereka foto, sekaligus bertanya tentang makanan tersebut, seperti asal-usul kuliner tersebut, bahan-bahan, dan cara memasaknya.

Data yang sesuai keterangan dari tersebut warga tersebut di dokumentasi, dan di input ke ensiklopedi.dapurrakyat.id. Salah satu tujuan pendataan makanan khas daerah adalah untuk mengetahui dan mempelajari, kemudian melestarikan. Sebab makanan khas atau tradisional setiap tahun dikhawatirkan menghilang, banyak kuliner yang tidak dimasak lagi oleh masyarakat.

Sekaligus, sebagai pendataan agar tidak diklaim oleh negara-negara luar. Masakan tradisional atau khas daerah adalah warisan budaya tak benda yang harus dijaga keberadaanya. Dari pendataan ini, tentu kita mempunyai bukti bahwa kuliner tersebut adalah milik bangsa kita, Indonesia.

Tim LIPI di hari keberangkatan menggunakan transportasi bus, menuju Desa Parit, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, menuju lokasi penelitian. Kegiatan penelitian dari tanggal 23 , dan berakhir sampai 25 November 2018. Sambutan dan antusiasme Pemerintahan Setempat, dan masyarakat sangat besar.

Dalam penyambutan dan pembukaan dihadiri, Kapolsek Kecamatan Rambutan, Kepala Desa Parit, dan Camat Kecamatan Rambutan. Pada pembukaan kegiatan, kata sambutan di sampaikan oleh Dr. M. Alie Humaedi., MA. M.Hum. Beliau adalah ketua penelitian sekaligus peneliti Ahli Utama LIPI. Setelah selesai acaran pembukaan, tim LIPI Kemudian di jamu dengan makanan tradisonal masyarakat Desa Parit.

Malamnya tim dihibur oleh tarian kreasi dan Gending Sriwijaya yang di persembahkan pemuda-pemudi Desa Parit. Yang paling berkesan bagi tim LIPI adalah lantunan lagu khas dari Desa Parit. Hari kedua, tim LIPI kedatangan tamu dari BEKRAF, dari Kota Palembang. Baru malam sabtu malam minggu tim LIPI Jakarta mengunjuni rumah induk satu persatu untuk bersilatuhrahmi.
Pada pagi minggu tim melakukan ekspedisi pasar, dan setiap orang diwajibkan membeli makanan yang khas, unik, asli daerah di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Karena di Kecamatan yang terletak di Kota Pangkalan Balai memiliki jaringan internet bagus, barulah tim melakukan input data yang sudah diperoleh sebelumnya.

Yang menjadi catatan penting bagi seluruh rakyat Indonesia adalah, apabila seseorang atau komunitas, atau siapa saja yang ingin mendaftarkan makanan khas daerahnya, dapat berpartisipasi langsung, dengan cara kunjungi ensiklopedi.dapurrakyat.id.

Caranya, di mulai dari login, daftar, dan masukkan data kuliner asli daerah masing-masing, kemudian selesai. Hari minggu adalah hari terakhir kegiatan tim LIPI. Maka, setelah selesai semua aktivitas, kira-kira pukul tiga sore, 25 November 2018 tim kembali pulang ke Kota Palembang.

Laporan: Neni Trafika.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 25 November 2018.
Sumber foto. Neni Trafika.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment