6/24/2019

Lima Faktor Munculnya Konten Seks di Dunia Maya


Apero Fublic.- Perkembangan teknologi telah menciptakan suatu ruang yang lain dari dunia nyata. Dunia yang penuh dengan semua aksi kehidupan manusia. Dunia ini sangat kecil, tergenggam oleh tangan manusia tetapi dunia ini sanggup menampung semua kehidupan di dunia ini.

Dunia ini seperti dunia fiksi tetapi ada. Dunia inilah yang disebut dengan dunia maya. Salah satu penghuni dunia maya adalah mahluk seks. Seks dalam dunia nyata yang berupa hubungan normal antara lawan jenis manusia, di dalam dunia maya berubah dengan berbagai wujud, seperti literasi, foto, video, film, komunikasi.

Seks di dunia nyata yang hanya berupa kebutuhan biologis manusia berubah menjadi berbagai bentuk. Menjadi bentuk bisnis, bentuk nafsu, bentuk niat jahat untuk merusak moral, bentuk berita, dan bentuk ungkapan satas nama cinta. Munculnya konten seks di dunia maya di dorong oleh lima faktor umum. Pertama faktor bisnis, kedua faktor biologis, ketiga faktor hiburan, formalisme seks.

1. Bisnis
Sek dunia maya peringkat pertama adalah bisnis. Bisnis peringkat pertama adalah pada produksi industri film forno. Promosi produksi barang industri sek, seperti alat sek buatan, penis, dan boneka sek. Kemudian disusul dengan industri obat-obatan seks, seperti obat peransang tahan lama saat berhubungan intim, alat kontrasepsi, obat pembesar penis, pembesar payudara, dan pakeaian dalam.

Dari semua konten-konten sek tersebut dipublikasikan melalui media sosial, seperti blogger, website, twitter, youtube, facebook dan sebagainya. Konten-konten sek tersebut dikemas dalam bentuk cerpen, artikel, foto-foto, karikatur dan kartun, video, status media sosial, testimoni dan sebagainya. Para pemuat konten seks juga berafiliasi dengan pengunjung dari situsnya. Karena, semakin banyak pengunjung maka kemungkinan nilai iklan juga akan tinggi.

2. Kebutuhan Biologis
Kebutuhan biologis juga menjadi pendorong kuat memunculkan konten seks di dunia maya. Akses pengunjung yang ingin memenuhi hasrat seknya akan mencari konten seks dengan kata kunci pencaharian. Begitu banyak para blogger, website, membuat kata kunci akun-akun mereka dengan mendompleng nama berbau seks.

Membaca kebutuhan biologis inilah, kemudian para pelaku bisnis mempersembahkan konten seks, yang mereka sisipi dengan iklan-iklan produk mereka. Masyarakat maya yang haus informasi dan ingin melakukan sek dengan memperturutkan hawa nafsu dan dunia fantasi mereka, akan terus memburu dan mencari informasi tentang seks.

Kebutuhan biologis bukan hanya hal pemuasan nafsu seks, tetapi juga ada yang berupa pengobatan kesehatan seks. Pengobatan sek yang di maksud seperti terapi seks seperti “on klinik. Pengobatan impoten, susa hamil, lemah syawat dan sebagainya.

3. Perusakan Moral Hitam
Kenapa di istilakan perusak moral hitam, karena para pelakunya tidak di kenal. Atau dikenal, namun tinggal di negara yang hukumnya dan budaya yang berbeda dalam cara pandang terhadap seks. Kehadiran konten seks di dunia maya juga bentuk kampanye seks bebas.

Dimana adanya oknum hitam, kelompok hitam, komunitas hitam, yang memang sengaja membuat dan mempublikasikan konten-konten porno seperti fornografi, forno literasi, film forno, dan video forno. Seperti adanya video forno yang memakai hijab, atau foto bugil yang berhijab, dan literasi yang bercerita tentang bermain sek dengan wanita berhijab.

Ada juga konten yang berisi tentang bahwa kesucian wanita itu mitos. Mereka menulis kalau wanita jangan di nilai dari kesuciannya. Begitulah bermacam-macam cara agar rusaknya moral di tengah masyarakat, terutama umat Islam.

4. Atas Nama Cinta
Konten seks atau konten forno juga hadir di dunia maya juga di dorong oleh cinta. Atas nama cinta bagian tidak terpisahkan mendorong konten seks hadir di dunia maya. Seumpama, sepasang suami istri memposting  foto sedang berpelukan dalam keadaan setenga telanjang.

Sepasang suami istri atau sepasang kekasih mengunggah foto bercumbuh di dinding media sosial mereka. Ada juga yang membuat video seks dengan adegan hubungan intim, lalu di unggah di media sosial seperti youtube, twitter, dan sebagainya. Mereka melakukan itu didorong rasa cinta menurut mereka, walaupun itu perbuatan tidak senono dimana mempertontonkan kemesraan yang tidak layak.

5. Formalisme Konten Seks
Formalisme dalam konten seks di dunia maya adalah bentuk pemunculan konten seks yang dianggap biasa. Padahal sesunggunya cerita dari formalisme seks tersebut mempunyai efek seks dari pemirsa dalam mengunjungi konten tersebut. formalisme seks itu dapat hadir dari berita-berita tentang perbuatan seks.

Seperti berita skandal seks orang terkenal, seumpama artis, pejabat atau lainnya. Kemudian berita seks tentang perselingkuhan, pemerkosaan, pencabulan, pelecehan seksual, prostitusi, dan perzinahan sepasang kekasih yang belum sah. Konten seks ini walau disajikan dengan sopan, seperti  perahasiaan identitas pelaku.

Tetapi tetap saja menjadi berita yang bernuasa atau berkonten seks. Formalisme sek juga di motori oleh iklan dari jasa-jasa kesehatan dunia orang dewasa. Iklan program pemerintah, seperti keluarga berencana, penularan penyakit kelamin, dan sebagainya. Kemudian formalisme seks juga di wakili dengan lelucon, baik sebagai media hiburan atau media pembelajaran.

Kesimpulan
Dari kelima faktor pemunculan konten seks tersebut adalah bentuk perkembangan sosial masyarakat global yang terus bergerak. Berbagai bentuk budaya Asia yang memandang tabu tentang seks perlahan terkikis oleh konten seks tersebut. Dunia mulai memandang seks hal yang biasa, tidak lagi merupakan suatu kehirmatan bagi wanita.

Seks sudah menjadi komersil dan industrialisasi, dan murah. Di dunia sekarang, hanya tinggal umat Islam yang terseok-seok menahan gempuran industrialisasi seks. Seks yang sangat di sakralkan dan di hukum haram atau dosa besar bagi pelaku zina. Mulai di dobrak dari dalam oleh individu-individunya, secara terselubung. Tidak jarang ada yang secara terang-terangan melakukannya.

Yaitu melakukan kunjungan ke situs-situs atau membuka konten seks secara pribadi. Semoga suatu saat adanya jaringan internet syariah, media sosial syariah dimana tidak tersedia konten seks yang merusak moral umat Islam. Semoga juga ulama dan cendekiawan musim ada yang dihidayakan oleh Allah SWT untuk menulis fiqih dunia maya.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. Sos.
Palembang, 20 Desember 2018.
Foto diatas adalah sreenshot dari sebua situs yang menampilkan foto wanita dengan menampakkan aurat wanita, untuk memancing pengunjung mengklik tautannya. terkadang isi tautannya bukan memuat konten seks.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional,  quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment