6/24/2019

Kekuasaan: Tidak Akan Ada Kepuasan


Apero Fublic.- Dunia kekuasaan pada saat ini, begitu sangat dikuasai oleh nafsu keserakahan. Mereka masyarakat yang digelari golongan kelas atas. Namun sejatinya masyarakat kelas rendahan. Pada dunia kekuasaan selalu berusaha tidak mau sampai kehilangan dominasi dan kekuasaan mereka. Mereka berusaha agar tetap bertahan dalam kekuasaan tersebut.

Mereka berlomba-lomba bagaimana tetap berkuasa untuk selama-lamanya. Begitupun sebaliknya nanti, mereka yang baru terpilih juga akan menjadi seperti yang sudah-sudah. Apabila masa akhir dari jabatan mereka, mereka kembali berusaha dengan berbagai cara agar kekuasaan itu tetap tidak terlepas dari genggaman mereka. Paling tidak tetap pada kelompok mereka.

Dosa bagi mereka adalah hal yang biasa. Sehingga cara apapun akan menjadi halal dikemudian hari apabila mereka berkuasa. Dalam perkataan mereka mengaku memikul amanah, tetapi dalam praktek mereka hanyalah seorang atau segerombolan perampok uang rakyat.

Mereka tidak mengindahkan tentang pedihnya siksa Allah. Mereka tidak mau mengakui bahwa kekuasaan itu hanyalah sebuah amanah. Bukan pula suatu hal, yang dijadikan jalan keserakahan, perebutan dan pertikaian. Allah memerintahkan bahwa pemegang kekuasaan adalah orang-orang pengemban amanah.

Tetapi mereka melihat dengan berkuasa akan mendapatkan semua yang mereka inginkan. Dari harta benda, uang, kehormatan, dan wanita. Alasan mereka berebut kekuasaan atau ingin berkuasa adalah untuk mencari kekayaan semata. Tanpa pernah sedikitpun memikirkan masyarakat banyak. Rakyat hanya berguna saat pemilihan saja. Semua hukum mereka langgar, baik hukum negara atau hukum agama.

Mereka yang berkuasa, tidak mengindahkan semua peringatan Allah. Semunya memang hanyalah sekelompok orang-orang yang tidak memiliki kompeten sebagai pemimpin. Sekelompok brandalan dengan baju rapi dan dasi. Tetapi perampok dan pemerkosa keadilan di dalam negeri ini. Di dalam ajaran Islam, kekuasaan hanyalah seperti angin yang berlalu. Setelah berhembus akan hilang tanpa bekas. 

Apakah mereka takut dengan acaman dan siksa Allah. Sesungguhnya mereka hanyalah orang-orang yang buta mata hati. Walau mereka mengakui adanya tuhan tetapi bagi mereka secara pribadi itu hanyalah lelucon. Tuhan hanyalah sebentuk retorika saja. Mereka orang-orang setengah ateis.

Hasil mereka merampok uang rakyat akan mereka gunakan untuk bersenang-senang. Baik itu kepuasan perut atau kepuasan kelamin mereka. Hari demi hari mereka melakukan itu terus menerus. Sangat sedikit dari golongan orang-orang yang berkuasa itu jujur dan amanah. Untuk mereka yang mendapatkan uang dengan hasil yang halal, baik dalam mempergunakan.

Orang-orang ini sangat langkah dan hanya beberapa saja. Sangat sedikit yang berkuasa itu menjadikan tugas mereka sebagai ibadah dan mencari rhidah Allah SWT. Sungguh apabila mereka orang yang benar-benar beriman, pasti mereka berlomba-lombah dalam kebaikan.
Semoga mereka mendapat hidayah.

Semoga negeri kita akan muncul banyak pemimpin-pemimpin yang amanah. Puaskanlah dengan nafsu dan kekuasaan kalian. Karena kalian dari debu akan kembali menjadi debu. Lalu dihembus dan ditebangkan angin. Pada suatau masa kalian yang berkuasa juga akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kalian nantinya.

Oleh. Muhammad Syaifullah. S. Hum
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 26 April 2019.
Sumber foto. Zulkifli Adi Putra. & Ramadhani.

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya. Kirim saja ke Apero Fublic.

Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment