6/20/2019

Dampak Ledakan Sosial. Studi UIN Raden Fatah Palembang


Apero Fublic.- Pertumbuhan kehidupan sosial Negara Indonesia tidak terhindari. Ledakan penduduk yang sangat pesat, membuat kebutuhan apa saja mengalami peningkatan pesat. Mulai dari dunia ekonomi, dunia transfortasi, sampai ke dunia pendidikan.

Kurangnya perhitungan dan pemikiran jangka panjang dari para pembangun terdahulu membuat keadaan ruang publik di negara Indonesia kacau. Pembangunan yang asal jadi, tidak pernah memperhitungkan masa yang akan datang telah mengacaukan semua lini. Seharusnya dalam pembangunan juga harus memperhitungkan kemajuan zaman.

Seperti sistem jalan, yang seharusnya di sisi jalan-jalan utama kota, jalan lintas provinsi, tidak di bangun gedung-gedung sekolah, perkantoran, antisipasi kemunculan pasar, dan pedagang. Ketika pagi saat anak-anak pergi sekolah, kemudian jam mereka pulang, otomatis memacetkan jalan. Begitupun saat keluar  masuk dari toko-toko, pasar, juga memacetkan jalan.

Kemudian sistem jalan yang sempit dibangun halte-halte tepat di bibir jalan, saat bus yang besar berhenti menaikan dan menurunkan penumpang, tentu akan memperlambat arus lalu lintas. Halte seharusnya dibangun menjauh dari bibir jalan, lalu di buat perhentian yang dapat menampung badan mobil keluar dari badan jalan utama, saat berhenti menaik dan menurunkan penumpang.


Dalam pembangun tata kota, apabila harus demikaian maka pembangunan sarana tersebut seharusnya jangan menghadap jalan utama secara langsung, tetapi membentuk barisan melintang sisi jalan, sehingga posisi jalan utama berada di sisi kiri atau kanan gedung-gedung (tengah).

Sistem sayap jalan, atau sistem keluar dari gedung, sehingga saat terjadi jam sibuk tidak langsung memenuhi jalan utama. Kemudian permasalahan banjir, karena sebab melalaikan sistem pengolahan air, tidak menghitung volume hujan, tidak memperhatikan sejarah geografis tanah, apakah disana ada lokasi banjir hujan.

Baik pemerintah, swasta, warga dalam membangun tidak mempelajari sistem geografis tanah dan air, sehingga membuat banjir-banjir di musim hujan di kawasan tertentu. Rawa-rawa, tanah renah lokasi banjir alami di timbun dan dibangun. Sehingga air hujan kehilangan tempat penampungan alami. Otomatis air akan naik dua kali lipat dari genangan alaminya.

Seharusnya, daerah genangan air harus mendapat ganti lokasi penampunan air. Dalam hal ini, kita berharap kesalahan penataan pembanguan harus kita hindari dari sekarang. Kesadaran warga dan pemerintah kedepannya demi kebaikan bersama, tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Agar dapat menata dan mengatur perkembangan mobilitas sosial di tengah ledakan masyarakat yang tidak terkendali.


Kita akan menyoroti Kampus Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Sebagai contoh imbas dari perkembangan sosial masyarakat yang tumbuh sangat pesat. Kampus yang terletak di Jalan. Prof. K.H. Zainal Abidin Fikri, Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Kampus yang dalam tahap perkembangan ini, memerlukan sistem penataan yang ekstra.

Pertama parkiran, kini di Kampus UIN Raden Fatah Palembang tidak ada lagi halaman kosong untuk berlalu di depan-depan fakultas-fakultas. Sehingga saat keluar atau menunggu waktu belajar mahasiswa duduk di teras-teras, lobi-lobi fakultas, masing-masing. Untuk keluar berbelanja saja mahasiswa harus sempit-sempitan dengan susunan sepeda motor. Bertambahnya jumlah mahasiswa berati bertambah juga penggunaan kendaraan.

Seharusnya lahan di depan fakultas adalah lahan terbuka dan bersi sebagai tempat bersantai dan menghilangkan kepenatan setelah belajar. Epek sempit berdampak pada angka stres mahasiswa dan tenaga pengajar. Untuk mengeluarkan sepeda motor saja perlu perjuangan, begitupun saat memarkirkan. Para satpam juga kesulitan mengatur kendaraan, sebab pengguna lahan parkir yang tidak disiplin.
Untuk halaman perpustakaan yang seharusnya hanya untuk petugas perpustakaan, kini menjadi parkir sumua orang. Lahan di depan fakultas masing-masing penuh sepeda motor milik mahasiswa. Ditambah dengan mobil-mobil dosen yang bersusun di depan fakultas-fakultas. Setiap mau lewat terpaksa menyelip diantara kendaraan tersebut.

Melihat kondisi ini, pihak pengembang kampus juga perlu menata dengan serius sistem parkir kendaraan. Saat kampus berkembang, penerimaan mahasiswa lebih banyak, jumlah fakultas bertambah, dan pembangunan gedung baru, maka perkembangan lainnya juga perlu di adakan. Seperti pembangunan gedung parkir misalnya.

Sesunggunya, di bagian samping dan di bagian belakang, Fakultas Adab, Fakultas Syariah, ada lahan kosong yang dapat di manfaatkan untuk lahan parkir. Namun lahan tersebut dibiarkan menganggur, ditumbuhi pohon pisang liar, dan rerumputan. Begitupun di samping gedung pascasarjanah juga terdapat lahan kosong tidak terpakai, dan berantakan tentu juga dapat digunakan untuk lahan parkir.

Hal yang paling buruk adalah sistem kebersihan WC. Sistem kebersihan sangat buruk sekali, sehingga perlu diperbaiki, di tata ulang, dan sistem pengaliran airnya. Tenaga-tenaga kebersihan begitu kurang. Sehingga mereka cenderung tidak dapat melaksanakan semua tugas dengan baik.

Selain itu, kampus UIN Raden Fatah Palembang sangat minimnya nilai estetika sebagai kampus Islami, membuat pemandangan mata menjadi beku. Sepajang mata melihat hanya pelataran semen atau tanah. Tidak ada pemanfaatan lahan dan ruang. Seperti penanaman bunga pot, atau tanaman pot. Atau pun, menanam bungah agar halaman tampak asri.

Untuk melakukan itu, ada baiknya pihak kampus dan mahasiswa membentuk perkumpulan atau organisasi pencinta lingkungan kampus. Urusan ini, dinaungi bem-bem fakultas, dimana mereka akan bekerja sama dalam menanam, menata, dan menjaga lingkungan tetap bersih. Kemudian diadakan lomba kebersihan dan keasrian fakultas sebagai penyemangat.

Pemberian penghargaan dan piagam sebagai tanda jasa bagi mahasiswa secara individu maupun kelompok. Sehingga para mahasiswa akan berkreasi mengenai lingkungan fakultas mereka. Hal demikian juga dapat dijadikan edukasi untuk mencintai alam. Mereka dapat menanam bunga-bunga, tanaman obat, angrek, atau jenis flora langkah asli Sumatra Selatan.

Selain itu, saat kita masuk keruangan tidak jarang kita akan temui sampah berserakan. Dari tisu, bungkus berbagai snak, bekas minuman, kertas makalah bekas seminar, sisa makanan, dan lain-lain. Begitupun dengan kursi tempat duduk, berantakan dan acak-acakan sekali.

Ada baiknya untuk para dosen yang akan mengisi mata kulia meminta mahasiswa untuk membersihkan kelas, menata kursi agar rapi. Si dosen jangan memulai mata kulia apabila kelas belum bersih dan rapi. Begitupun setelah kulia, meminta mahasiswa untuk bertanggung jawab dengan dengan sampa mereka, bungkus permen, bekas diskusi, dan sebaginya.

Setiap ruangan kelas diharapkan dilengkapi dengan alat pembersi seperti, sapu lantai, sekop pengumpul kotoran, dan tong sampah. Sebab mahasiswi saat aku masih kulia bilang, kalau ada sapu mereka bersedia membersihkan. Sistem kebersihan kelas juga diharapkan dengan pengorganisasian ketua kelas dan anggota kelas. Sedangkan untuk pengepelan lantai kelas, teras kelas, pembersihan kaca, dan pembuangan sampa pada tong sampah, dapat dilakukan oleh para karyawan kebersihan.

Kita lanjut menengok sisi masjid kampus. Masjid yang suda over kapasitas itu seharusnya sudah di perbesar, menjadi dua lantai. Saat masa kulia aktif dimana mahasiswa datang untuk shalat masjid penuh sesak. Sehingga ruangan di dalam masjid terpaksa menggeser ruang shalat putri. Sehingga mereka akhirnya menunggu di bagian luar ruangan.

Kemudian kebersihan yang perlu diperhatikan. Banyaknya jamaah yang tidak mengindahkan kebersihan, membuat lantai teras masjid selalu kotor. Begitupun dengan sistem toilet yang perlu di tata ulang (bongkar ulang) agar tidak selalu mampet. Seharusnya memiliki sepitank yang tinggi, agar dapat mengatur sirkulasi udara, baik sistem udara sepitank, dan aliran kotoran pada paralon.

Saya lihat, kadar air tanah di lokasi masjid tinggi. Ciri kadar air tanah tinggi adalah coba kita gali tanah, seumpama baru sepulu sentimeter sudah ada air keluar, berarti kadar air tanah tinggi, maka sepitank, kloset toilet harus tinggi. Agar saat musim hujan septiteng tidak penuh oleh air, dan ti mendesak ke paralon aliran pembuangan kotoran. Kloset WC selalu buntu, dan buntu.

Selama lima tahun saya kulia, kloset WC masjid buntu terus. Seharusnya, membangun objek sistem keperluan manusia banyak, jangan memakai tukang abal-abal yang hanya dapat memasang. Jangan hanya pekerja yang bekerja tanpa memikirkan kebaikan lain, selain uang dan cepat selesai. Bila perlu dengan meminta saran dari para arsitek.

Sistem kepengurusan masjid juga harus melibatkan lebih banyak anggota untuk kampanye menggalakkan dan mengingatkan agar jamaah selalu menjaga kebersihan. Sering sekali saat selesai wudhu berjalan di lantai yang kotor, berpasir, membuat merasa ragu dengan batalnya wudhu.

Sebab mungkin saja, sepatu jamaah yang entah dari mana telah menginjak najis. Saat shalat di bagian pinggir arah lantai yang penuh oleh tumpukan sepatu, begitu tidak mengenakkan oleh bau-bau dari sepatu jamaah. Saya merasa heran, jamaah masih saja menginjakkan sepatu di lantai padahal sudah dipasang merek batas suci. Sepertinya mereka tidak mengerti shalat yang sesunggunya.

Hendaknya dilengkapi dengan rak sepatu yang memadai. Maka, untuk menarik banyak marbot dari pihak mahasiswa, pihak pengurus masjid membangun pasilitas tempat tinggal yang layak, jangan asal ruangan. Mereka diberi tempat tinggal gratis, layak, kemudian diberi sertifikat setelah selesai kulia, atau selesai menjadi marbot.
Sebagai masjid kampus hendaknya masjid mewakili nilai keislaman dan nilai akademisi yang sempurna. Ada ruang perpustakaan yang memuat buku kajian keislaman. Hendaklah masjid kampus ditata dan dibangun dengan baik, atau di istilahkan dengan masjid hijau. Masjid hijau adalah konsep pembangunan dan penataan lingkungan masjid yang ramah lingkungan, dan tertata baik.

Pertama, seumpama seperti adanya sistem daur ulang air wudhu, lalu digunakan kembali sebagai penyiram tanaman, kebersihan, atau apabila tidak melanggar syariat dapat digunakan untuk wudhu kembali. Kedua, sistem penampungan air hujan, dan pemanfaatannya.

Di musim hujan air sangat berlimpa, sehingga dapat termanfaatkan dan menghemat biaya air. Begitupun dengan kebersihan lantai. Begitupun pengelolaan dan organisasi kepengurusan masjid lebih aktif dan berfungsi, seumpamanya pembuatan badan hukum. Memiliki rekening yang tersosialisasi sehingga penyumbang dapat mentransfer, dan keuangan masjid juga terpublikasi.

Tentu kita malu apabila masjid kita semrawut, sebab dimasjid kampus adalah simbol intelektual keislaman kita. Hendaklah adanya kelompok kreatif dalam merencanakan pengembangan lingkungan masjid kampus. Jangan sampai masjid kampus yang penuh dengan sarjanah, itu kalah dengan masjid kampung.Kalau sekarang dalam keadaan pembangunan jadi jamaah harus sabar.
Di sepanjang jalan di area gerbang sampai di ujung kampus agar para pedagang di tertibkan. Dengan cara, membangun tempat atau gedung untuk pasar kampus. Selain menampung pedagang kecil, juga diharapka UKM Kampus berpfungsi untuk praktek mahasiswa (ekonomi dan bisnis) dalam berwirausaha.

Setelah pedagang di tertibkan, maka harus diawasi agar para pedagang tidak lagi muncul disepanjang jalan area kampus. Pemasangan rambu-rambu dilarang parkir dan berjualan, agar masyarakat tahu. Dalam penertiban dan penentuan lokal juga dihindari KKN dari oknum, sewa jangan terlalu tinggi.

Kedepankan ketertiban lingkungan kampus. Begitupun dengan tata letak ATM di sepanjang jalan, agar posisi pintu di balik ke bagian dalam halaman kampus (fakultas syariah). Apabila barisan ATM tersebut tetap menghadap jalan, maka, para pengguna ATM akan memarkirkan kendaraan mereka di jalan, baik mobil atau motor.

Tentu kemacentan akan segerah terjadi, saat kuliah aktif dan jam sibuk, sebab jalan sempit. Ada baiknya  ATM tersebut di gunakan khusus mahasiswa dan masyarakat umum tanpa harus memarkir kendaraan di jalan. Apabila tetap ingin menghadap luar halaman, maka tata letak barisan ATM di rubah melintang, dan menyediakan lahan parkir kecil untuk mobil atau motor.

Begitupun dengan ATM disamping BAK Pusat agar di pindahkan, sebab selain menggagu jalan lewat, sering nasabah memparkir kendaraan di jalan, nasabah antri. Begitupun di depan BAK ada baiknya menyediakan lahan parkir. Sebab ada waktu-waktu dimana mahasiswa yang mengurus administrasi memparkir kendaraan di jalan raya di depan BAK Pusat.

Suatu hal yang paling penting adalah pihak kampus agar membentuk sistem Lembaga Internal Kampus (dalam hal ini khusus seluruh Indonesia, masih ingat dengan kasus pelecehan di sebuah Perguruan Tinggi). Kegunaan lembaga ini untuk menyelesaikan permasalahan kampus, dan memperbaiki moral kampus.

Untuk menanggani permasalahan sosial di dalam kampus, seperti pelecehan dosen terhadap mahasiswi, pelecehan mahasiswa terhadap mahasiswi. Selanjutnya untuk menuntaskan permasalahan lain seperti keterlambatan skripsi, baik di sengaja oleh mahasiswa, atau oleh oknum dosen.

Sebab tidak mustahil adanya oknum yang memanfaatkan kedudukan tertentu untuk berbuat negatif. Yang paling rentan adalah para mahasiswi. Lembaga ini diharapkan memberikan rasa keadilan dan demokrasi yang luas. Sering adanya monopoli pihak fakultas dalam suatu kegiatan, misalnya penyelenggaraan kegiatan katakanlah dalam kegiatan internal kegiatan mahasiswa.

Untuk  mengawasi munculnya fahan radikalisme di kalangan mahasiswa. Yang terakhir adalah mencega melahirkan sifat neofeodalisme di kalangan dosen. Suatu sifat yang keakuan dan merasa sangat berkuasa dan tidak adanya norma keseimbangan dalam bertindak.

Di sana mereka membuat keputusan bukan berdasarkan alasan akademis, tetapi alasan emosional karena merasa lebih profesional. Dengan adanya Lembaga Internal Kampus ini, akan dapat menyelesaikan permasalahan dengan cara baik-baik dan damai. Berguna untuk mahasiswa atau seluru stap kampus dan para dosen, memiliki tempat meusyawara dan mengadu tentang hal-hal yang menyeleweng di dalam kampus.

Lembaga Internal Kampus harus di sosialisasi ke mahasiswa agar dapat di manfaatkan. Punya kantor dan stap sendiri, terpisah dari urusan kampus yang lainnnya. Lembaga Internal Kampus seharusnya ada di setiap kampus-kampus di Indonesia. Beranggotakan guru-guru besar yang tidak lagi memiliki peranan penting dalam aktivitas kampus, netral dan independen.


Untuk saat ini, situasi lingkungan kampus UIN Raden Fatah Palembang, mahasiswa harus bersabar, kampus juga dalam pembangunan dan perkembangan. Gedung kampus baru di Jakabaring cepat selesai. Semoga tulisan kecil ini sedikit memberikan masukan dan dampak dalam pembangunan kedepannya. Opini ini ditulis melihat keadaan dan situasi yang sesuai antara tahun 2017 sampai 2018. Selain itu pengirim opini, membaca artikel yang memuat tentang pelecehan dosen terhadap mahasiswi. Ada juga pembacaan artikel pelecehan di oleh mahasiswa di sebuah universitas (sebagai inspirasi).

Oleh. Muhammad Ishak
Editor. Joni Apero.
Palembang, 29 Desember 2018.


Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama. Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional,  quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment