6/18/2019

Bukit Pesawat: Nongkrong Asik di Dekat Bandara SMB II



Apero Fublic.- Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II atau sering di singkat dengan Bandara SMB II, terletak di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. Bandar udara yang di operasikan oleh PT. Angkasa Pura II ini, memiliki panjang landasan pacu 9.843ft. Bandar Udara milik Pemerintah Indonesia tersebut, baru diperbesar dan diperluas saat menjelang PON XVI tahun 2004, karena Provinsi Sumatra Selatan menjadi tuan rumah. Sekarang Bandar Udara ini sudah terletak di tengah-tengah perumahan rakyat. Perkembangan penduduk inilah juga menjadi peningkatan mobilitas sosial di sekitar Bandar Udara SMB II.

Bagi warga sekitar yang ingin nongkrong dan menghabiskan waktu sore, dan hari libur, mereka datang menyaksikan pesawat-pesawat yang take up, dan landing, atau pesawat parkir. Apabila anda ingin menyaksikan burung besar naik turun ini, ikuti saja jalan Adi Sucipto apabila dari arah kota. Kalau anda masuk dari arah Talang Betutu maka telusuri jalan Kolonel Sai Husen. Sebuah bukit kecil yang diteduhi oleh pepohonan, dapat melihat dengan jelas burung-burung besar itu berjalan, dan naik turun.

Disekitar bekit kecil itu, banyak berdatangan pedagang asongan, seperti penjual kacang rebus, bakso bakar, mainan anak-anak, jenis es, mapek-mpek bakar, buah-buahan. Sedangkan sebuah warung makanan yang menyediakan bangunan sederhana terbuat dari bambu untuk bersantai, menyediakan bakso, kopi, es, mie ayam, kelapa muda. Hari yang ramai adalah hari libur, seperti sore sabtu, dan sore minggu. Apabila bulan puasa juga menjadi tempat nongki untuk menunggu waktu berbuka.

Datang ke bukit pesawat istilah warga menyebut tempat itu, dipenuhi oleh orang-orang yang membawa anak-anak. Anak-anak mereka sangat antusias saat melihat pesawat yang bagai burung besar berlalu di hadapan mereka.

Seakan-akan burung raksasa yang merayap. Sesunggunya, para remaja putra-putri juga hadir di sana, mereka duduk santai di bangku-bangku di dekat pagar Bandara, atau disekitar itu. Mobil, motor silih berganti berdatangan di bukit pesawat.

Suatu wisata kecil yang sederhana dan bersahaja, namun memberikan kesan yang mendalam bagi semua yang hadir. Kalau kita lihat para pedagang yang berjualan, mereka menghidupi keluarga, tentu ini membuat hal yang istimewa. Kesederhanaan dan kemewahan tidak tampak, semua sama bagai dalam satu lingkaran masyarakat di Kota Palembang yang damai.

Jadi, kalau mau nongki dan menghilangkan setres dari kepenatan, sudah bosan ketempat-tempat yang boros uang namun tidak memberi pengetahuan dan wawasan sekitar, ada baiknya anda mencoba datang menyaksikan burung besar di bukit pesawat, yang terletak di jalan Kolonel Husein, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.Seperti halnya masalah bagi tempat yang banyak di kunjungi adalah masalah sampah.

Ada baiknya Pemerintah Kota mengirim tim dari dinas kebersihan kota untuk membersikan sampa, meletakkan tong sampah, dan membangun beberapa pasilitas keperluan untuk masyarakat seperti WC, dan membangun tempat berjualan bagi warga agar tidak menyebabkan macet.

Petugas kapolisian yang memantau namun tidak perlu berpakaian dinas. Sebab dekat dengak bandara dan pesawat-pesawat yang berlalu-lalang. Yuk, kebukit pesawat melihat burung besar naik dan turun.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-samaBagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional,  quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim. Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis.

Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: joni_apero@yahoo.com. idline: Apero FublicwhatsApp: 081367739872. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

By. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment