6/30/2019

Antologi Puisi. Catatan Suasana


Apero Fublic.- Slamet Sukirnanto adalah seorang pujangga yang lahir pada tanggal 3 Maret 1941, di Solo,  putra dari pelukis R. Goenadi. Pendidikan beliau diawali dari SD Muhammadiyah I, SMP Negeri III, dan SMA Negeri II di Solo. Kemudian beliau melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Universitas Indonesai (UI), pada fakultas sastra Universitas Indonesia, dan mengambil jurusan Sejarah Asia Tenggara.

Dalam berorganisasi Slamet Sukirnanto aktif di Hisbul Whaton, belajar melukis, dan menjadi acara radio di RRI Solo, pada acara Ruang Pelajar. Sala satu dari pendiri Teater Margoyudan Solo, pada tahun 1964.

Beliau juga ikut mendirikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Beliau juga dikenal sebagai tokoh demonstran 1966. Juga pernah menjadi Ketua Presedium KAMI Pusat (1966-hingga bubar). Sebagai anggota DPRGR/MPRS (1967-1971) mewakili mahasiswa. Pada tahun 1973 menjadi redaktur kebudayaan harian Sinar Harapan.

Menjadi anggota badan sensor Departemen Penerangan Republik Indonesia (1978-1982), dan kegiatan dalam bidang pembaharuan. Sejak tahun 1967, penyair ini banyak mengadakan perjalanan dari daerah ke daerah, dan dari desa ke desa di tanah air, yang tercermin dalam karya-karya puisinya yang mengandung dialog dengan alam sekitarnya. Banyak menulis puisi dan esai.

Puisinya banyak di muat dalam berbagai antologi. Beliau juga menjadi salah seorang editor pada pertemuan teater 80 DKI, 1980. Beberapa antologi puisinya dimuat dalam beberapa judul seperti, Kidung Putih(1967), Jaket Kuning (1967), Gema Otak Terbanting (1974), Bunga Batu (1979), dan Catatan Suasana (1982). Buku antologi puisi catatan suasana diterbitkan pada tahun 1982 oleh Penerbit Balai Pustaka, rancangan kulit oleh Hanung Sunarmono di Jakarta.

Kata pengantar oleh penerbit, dan buku terdiri dari 80 halaman. Dalam penulisan puisi terdiri dari enam bagian, pada bagian pertama adalah catatan suasana I, catatan suasana II, catatan suasana III, catatan suasana IV, Kidung Putih, dan Perjalanan.

Pada bait puisi berisi empat lirik sair, dengan bentuk tulisan berbagai macam, seperti rata kiri, zig-zag, hanya satu bait atau hanya terdiri empat baris syair dalam satu puisi. Ada juga bait puisi yang lebih dari empat lirik syair seperti pada puisi berjudul katakanlah padaku halaman 26. Berikut adalah cuplikan puisi dari Slamet Sukirnanto.

Catatan suasana I
LAYANG-LAYANG MILIKKU

Layang-layang milikku, kumanjakan kau
Membumbung di langit biru
Dialam raya bersama burung-burung yang bebas
Adakah negeri-negeri bebas yang angkuh?

Satu pesan yang kusampaikan dari bumi ini
Jangalah meninggalkan daku, kemudian kau pergi
Sebab jarak antara kita akan semakin jauh
Di kota ini aku sendiri dengan pijar nasib.

Layang-layang milikku, kumajakan kau
Membumbung dilangit biru
Sampaikan salam; hidup teguh disini
Nyanyian bumi dalam ujud puisi.[1]

Catatan Suasana II
KEPADAMU KUSAMPAIKAN

Kapak merpati terbang di jaring mentari
Putih-putih bagai berlayar mega-megah abadi
Kapak gagak terbang di jaringan mentari
Hitam-hitam bagai awan memendam duka yang dalam
            Sungguh, dik, hidup mesti begini
Tentang kasih, maut menagih
Memendam, di dasar hati, antara kau dan aku.[2]

1967

Catatan suasana III
PEREMPUAN

Bagaikan sungai
Ketika sampan menyusuri
Gaib mimpi-

Menderas ke hilir
Menembus kabut
Menggapai lemah
Dunia lain-

Hanyut dalam senandungmu
Menguraikan was-was
Atau cemas: masuk gerbang
Yang menggertarkan
Pilar-pilar batin
Petualang sesaat
Kejantanan dirimu!
Juga yang tak terucapkan
Kegelapan dan samar.

Dataran enggan terang
Bulan mencelupkan wajahnya
Didasar pusaran kali.
Hanya hati yang hendak
Pergi! Meninggi
Namun tertahan
Melingkar –
Bolak-balik
Dan surut tenggelam
Dalam gelak arus
Batinmu!
Lelaki:
Bagaimana balak dikabarkan kembali?[3]

1974

Catatan suasana IV
LANGIT MALAM

Langit malam
Langit malammu juga
Tanpa kata-kata
Membawa bebannya.[4]

1970

Kidung Putih
KIDUNG PUTIH

Bagai semula! Burung kembali kepaknya
Dan kini kurentangkan tanganku
Menadah kepada-Mu!
Kembali kepada-Mu![5]

1966

Demikian cuplikan singkat dari antologi puisi catatan Suasana oleh Slamet Sukirnanto. Semoga menjadi informasi berguna bagi pencinta sastra moderen Indonesia. Informasi ini hanya sebatas pengenalan dan tidak di bahas secara mendalam.

Oleh: Totong Mahipal
Editor. Selita. S.Pd.
Foto. Dadang Saputra
Palembang, 2018.
Sumber dan Hak Cipta: Slamet Sukirnanto, Catatan Suasana, Jakarta: Balai Pustaka, 1982.

[1]Slamet Sukirnanto, Catatan Suasana, Jakarta: Balai Pustaka, 1982, h. 11.
[2]Slamet Sukirnanto, Catatan Suasana, h. 25.
[3]Slamet Sukirnanto, Catatan Suasana, h. 44.
[4]Slamet Sukirnanto, Catatan Suasana, h. 40.
[5]Slamet Sukirnanto, Catatan Suasana, h. 65.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment