Bantaeng
Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Sosial Masyarakat
SULSEL
Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Pasang Reflektor Jalan dan Luncurkan Modul Edukasi Keselamatan di Kelurahan Onto
APERO FUBLIC I BANTAENG.— Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 "Pemberdayaan Desa" Universitas Hasanuddin merespons ancaman keselamatan berlalu lintas di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, dengan merealisasikan program pengadaan serta pemasangan reflektor jalan. Langkah nyata ini dihadirkan guna mengatasi kerawanan di ruas jalan desa yang memiliki kontur menanjak, berkelok tajam, serta belum terjangkau fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai (09/08/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan di bawah supervisi Dosen Pembimbing Lapangan, Novy Nur Rahmillah Ayu Mokobombang, S.T., M.T.M., Ph.D. Penempatan fasilitas pemandu jalan ini diprioritaskan pada dua lokasi paling krusial hasil pemetaan lapangan: tikungan tajam menjelang jembatan kecil batas RW 9 Binamungan dan RW 10 Jambua, serta area tanjakan berkelok di wilayah RW 9 Binamungan.
Tim KKN menilai bahwa geometris jalan di kedua titik tersebut membatasi jarak pandang secara drastis saat malam hari. Walaupun pembatas jalan berupa guardrail sudah terpasang di sejumlah sudut, ketiadaan unsur pemantul cahaya dan penerangan membuat fungsinya kurang optimal sebagai petunjuk arah bagi pengendara.
Kondisi riskan ini selaras dengan kesaksian warga sekitar yang berulang kali menyaksikan insiden di jalur tersebut. Jalur tanjakan dan tikungan patah ini tergolong rawan pemicu kecelakaan karena pengguna jalan kerap terlambat menyadari lekukan jalur atau hilang kendali—terutama bagi pengemudi roda dua maupun pendatang yang belum akrab dengan medan setempat.
Seorang warga RW 9 Binamungan yang biasa menggunakan rute tersebut membenarkan bahaya yang mengintai aktivitas warga.
"Medan di sini menanjak lalu langsung menekuk, kondisi malam sangat gelap tanpa lampu jalan. Saya sudah beberapa kali melihat pengendara motor oleng bahkan terperosok ke parit akibat batas jalannya tidak terlihat. Setelah ada reflektor ini, jalur terlihat terang dari kejauhan sehingga warga bisa melambat lebih awal," tuturnya.
Inovasi pembatas jalan berbahan pipa PVC dengan balutan stiker reflektif dipilih karena sifatnya yang aplikatif, ekonomis, tahan cuaca, serta berdaya guna tinggi. Tanpa perlu pasokan daya listrik, alat ini bekerja optimal memantulkan sorot lampu kendaraan untuk menegaskan batas bahu jalan dan bentuk tikungan dari jarak aman.
Melengkapi pemasangan fisik di empat titik, tim KKN-T 116 melalui Dinda Syifa Khairunnisa turut menerbitkan Modul Keselamatan Jalan sebagai instrumen edukasi publik yang berkelanjutan. Modul ini mengulas analisis situasi, identifikasi lokasi rawan, studi kasus, hingga Prosedur Operasional Standar (SOP) pemeliharaan berkala.
Di dalamnya juga dirumuskan peran aktif masyarakat—mulai dari imbauan menjaga fasilitas, pelibatan Karang Taruna atau Pokdarwis dalam pemantauan, hingga alur pelaporan serta perbaikan berkala bersama pengurus RT/RW setempat.
Guna memastikan keberlanjutan program, tim mahasiswa telah membangun sinergi bersama Pemerintah Kelurahan Onto dan tokoh masyarakat agar pemanfaatan serta perawatan fasilitas reflektor beserta modul panduan ini tetap berjalan konsisten meskipun masa KKN telah usai.
Inisiatif terpadu ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan secara signifikan sekaligus membangun kesadaran keselamatan jalan bagi seluruh warga Kelurahan Onto.
Oleh: Dinda Syifa Khairunnisa
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 "Pemberdayaan Desa" Universitas Hasanuddin.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bantaeng

Post a Comment