Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
KPM UIN SUNA Bantu Perluas Pemasaran Tikar Seuke melalui Media Sosial
APERO FUBLIC I ACEH UTARA.– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 8 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe mengembangkan pemasaran tikar seuke melalui program SAKTI MEDSOS (Sosialisasi AKun TerIntegrasi MEDia SOSial) di Gampong Kuala Keureuto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (19/8/2026).
Melalui program tersebut, Muhammad Hafidz Afdzal selaku Humas KPM Kelompok 8 secara langsung mengajari Ibu Suriana membuat akun Shopee dan TikTok yang nantinya digunakan untuk memasarkan tikar seuke hasil kerajinan warga. Ibu Suriana akan menjadi pengelola akun tersebut dengan menerima tikar seuke dari para pengrajin untuk kemudian dipasarkan melalui media sosial.
Sebelumnya, para pengrajin tikar seuke di Gampong Kuala Keureuto menitipkan hasil kerajinan mereka kepada Ibu Suriana untuk dijual ke sejumlah daerah di Aceh Utara. Ibu Suriana membawa tikar seuke dan menawarkannya secara langsung kepada masyarakat. Pembelian dilakukan dengan dua cara, yaitu secara tunai dan angsuran.
Cara penjualan tersebut kemudian menjadi peluang bagi mahasiswa KPM Kelompok 8 untuk memperluas pemasaran tikar seuke melalui media sosial. Dengan adanya akun Shopee dan TikTok, pemasaran diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan secara langsung di wilayah Aceh Utara, tetapi dapat menjangkau calon pembeli dari berbagai daerah.
Muhammad Hafidz Afdzal mengatakan bahwa pembuatan akun media sosial tersebut dilakukan untuk membantu Ibu Suriana dalam memasarkan tikar seuke secara lebih luas.
“Selama ini pemasaran tikar seuke masih dilakukan secara langsung dan jangkauannya terbatas. Karena itu, kami melihat media sosial sebagai peluang untuk memperluas pemasaran. Kami mengajarkan langsung kepada Ibu Suriana agar akun tersebut nantinya dapat dikelola dan digunakan untuk memasarkan tikar seuke dari para pengrajin,” ujar Hafidz.
Upaya tersebut dilakukan karena tikar seuke saat ini menghadapi persaingan dengan tikar berbahan sintetis yang lebih praktis, murah, memiliki beragam motif, dan mudah diperoleh di pasaran. Kondisi tersebut turut memengaruhi penjualan tikar seuke yang menjadi salah satu kerajinan masyarakat Gampong Kuala Keureuto.
SAKTI MEDSOS merupakan kelanjutan dari program IDOLA (Identitas dan Desain Logo produk ungguLAn) yang sebelumnya dilaksanakan oleh KPM Kelompok 8. Melalui IDOLA, mahasiswa telah membuat identitas dan logo produk dengan nama “Bunga Pandan Laut Kuala Keureuto” sebagai identitas produk tikar seuke. Setelah identitas dan logo produk dibuat, kegiatan dilanjutkan melalui SAKTI MEDSOS dengan menyiapkan akun Shopee dan TikTok sebagai sarana pemasaran.
Ibu Suriana menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap pemasaran melalui media sosial dapat membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan tikar seuke kepada masyarakat yang lebih luas.
“Selama ini saya membawa tikar seuke untuk dijual ke beberapa daerah di Aceh Utara. Ada yang membeli secara tunai dan ada juga yang membayar secara angsuran. Dengan adanya Shopee dan TikTok, saya berharap tikar seuke semakin banyak yang membeli dan dikenal di berbagai daerah. Harapan kami, pemasaran ini dapat membantu meningkatkan penjualan para pengrajin dan membuat tikar seuke tetap dikenal sebagai kerajinan dari Gampong Kuala Keureuto,” ujar Ibu Suriana.
Harapan tersebut sekaligus mewakili keinginan para pengrajin tikar seuke agar hasil kerajinan mereka memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, sehingga penjualan dapat meningkat dan keberadaan tikar seuke sebagai kerajinan masyarakat Gampong Kuala Keureuto tetap terjaga.
Melalui SAKTI MEDSOS, KPM Kelompok 8 berharap pemasaran tikar seuke dapat berkembang melalui media digital dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pengrajin di Gampong Kuala Keureuto.
Oleh: KPM Kelompok 8.
Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 8 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment