Bisnis
Media Sosial
Teknologi
Oleh: Ghefira Putri Prisilia
Membangun Personal Branding di Dunia Gaming: Strategi Ilham 7s Bertahan di Tengah Persaingan Content Creator
APERO FUBLIC I Di tengah pesatnya pertumbuhan industri content creator gaming di Indonesia, membangun personal branding menjadi salah satu tantangan terbesar. Banyak kreator baru bermunculan setiap hari dengan ide dan konsep yang beragam. Dalam situasi tersebut, memiliki identitas yang kuat dinilai menjadi faktor penting agar seorang kreator dapat terus berkembang dan tetap relevan di mata audiens.
Bagi content creator gaming Ilham 7s, personal branding bukan sekadar tentang memiliki banyak pengikut atau membuat konten yang viral. Menurutnya, personal branding adalah bagaimana seorang kreator dikenal karena karakter, gaya penyampaian, dan kualitas kontennya, sehingga penonton dapat langsung mengenali siapa pembuat video tersebut.
Perjalanan Ilham 7s di dunia konten digital dimulai pada tahun 2017. Awalnya, ia berencana membuat konten tutorial di YouTube. Namun, setelah mengamati perkembangan industri digital, ia melihat bahwa konten gaming memiliki peluang yang besar untuk berkembang.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan pengamatan terhadap meningkatnya minat masyarakat terhadap game mobile, terutama ketika pandemi COVID-19 mendorong lebih banyak orang mencari hiburan melalui platform digital.
Dalam menentukan game yang akan dibahas, Ilham tidak hanya mengikuti tren yang sedang populer. Ia selalu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jumlah pemain aktif, antusiasme komunitas, pembaruan yang dilakukan pengembang, hingga perkembangan kompetisi esports. Menurutnya, faktor-faktor tersebut menjadi indikator apakah sebuah game memiliki potensi untuk bertahan dalam jangka panjang.
Salah satu alasan mengapa Ilham memilih fokus pada Free Fire adalah karena game tersebut memiliki basis pemain yang sangat besar dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan. Dengan komunitas yang luas, peluang untuk menghadirkan konten yang relevan dan menjangkau lebih banyak penonton juga semakin terbuka.
Belakangan ini, Ilham juga mulai menghadirkan konten seputar Honor of Kings (HoK). Selain menjalin kerja sama dengan pihak game, ia melihat adanya potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Menurutnya, dukungan pengembang terhadap komunitas, pembaruan yang konsisten, serta perkembangan ekosistem esports menjadi beberapa alasan yang membuat HoK memiliki peluang untuk berkembang di Indonesia.
Meski demikian, Ilham menegaskan bahwa mengikuti tren bukan berarti harus kehilangan identitas. Ia tetap mempertahankan ciri khas kontennya dan berusaha menghadirkan konsep yang berbeda dari kreator lain. Baginya, tren dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan penonton, tetapi karakter seorang kreator tetap menjadi alasan utama mengapa audiens memilih untuk kembali menonton.
Pengalaman tersebut pernah ia rasakan ketika mencoba menghadirkan konsep video yang berbeda dari kebanyakan kreator. Konten tersebut berhasil memperoleh lebih dari 3,5 juta tayangan di TikTok, sekaligus menjadi salah satu momen yang semakin memotivasinya untuk terus berinovasi dan mengembangkan kualitas konten.
Menurut Ilham, kualitas video juga menjadi bagian penting dalam membangun personal branding. Ia berupaya memperhatikan proses editing, penyajian informasi, serta kenyamanan penonton saat menikmati setiap konten. Bagi dirinya, jumlah penonton memang penting, tetapi kualitas karya menjadi investasi jangka panjang yang akan membentuk kepercayaan audiens.
Namun, perjalanan sebagai content creator tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ilham mengaku pernah memiliki ekspektasi tinggi terhadap beberapa konten yang diyakini akan mendapatkan respons besar. Nyatanya, hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai perkiraan.
Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa dunia digital memiliki dinamika yang sulit diprediksi. Oleh karena itu, kemampuan untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki kualitas konten menjadi hal yang tidak kalah penting dibanding mengejar viralitas.
Selain mengandalkan kreativitas, Ilham juga percaya bahwa membangun hubungan dengan penonton merupakan bagian dari personal branding. Ia berusaha mendengarkan masukan dari audiens dan memahami jenis konten yang mereka sukai, tanpa meninggalkan identitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Bagi para kreator yang baru memulai perjalanan di dunia digital, Ilham membagikan beberapa pesan sederhana. Ia menyarankan agar setiap kreator berani membangun identitasnya sendiri, tidak hanya mengikuti apa yang sedang viral. Menurutnya, memiliki karakter yang jelas akan membuat seorang kreator lebih mudah dikenali dibanding hanya meniru konsep yang sudah banyak digunakan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas konten dan konsisten mengunggah video. Dalam industri yang terus berkembang, konsistensi menjadi salah satu faktor yang membedakan kreator yang bertahan dalam jangka panjang dengan mereka yang berhenti di tengah jalan.
Melihat perkembangan industri kreator digital yang semakin kompetitif, Ilham 7s optimistis bahwa peluang untuk berkembang masih terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar dan terus beradaptasi. Baginya, personal branding bukan dibangun dalam semalam, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi pembelajaran, evaluasi, dan konsistensi.
Melalui pengalaman yang telah dijalani sejak 2017, Ilham 7s menunjukkan bahwa menjadi content creator bukan hanya tentang menghasilkan video yang viral, tetapi juga tentang membangun identitas, menjaga kualitas karya, dan menciptakan hubungan yang berkelanjutan dengan komunitas yang telah memberikan kepercayaan selama bertahun-tahun.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bisnis

Post a Comment