Budaya
Cerita Kita
Keislaman
Opini
Sosial Masyarakat
Rutinitas Wirid Yasin: Perekat Silaturahmidan Kekompakan Warga Batang Samo HilirDesa Suka Maju
APERO FUBLIC I BATANG SAMO HILIR.– Lampu-lampu teras di Dusun Batang Samo Hilir, Desa Suka Maju, tampak lebih terang dari biasanya setiap Selasa malam. Bukan untuk pesta, melainkan untuk menjaga tradisi yang sudah turun-temurun: Wirid Yasin Rutin.
Pekan ini, Selasa 28/04/26, rumah Ibuk Iyel tampak ramai . Sejak selepas Isya, deretan sandal yang tertata rapi di teras menjadi tanda kuatnya antusiasme warga. Gema ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan bersama-sama seolah menyebarkan energi positif, menciptakan suasana menyejukkan bagi siapa saja yang melintas.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan seminggu sekali dengan tujuan untuk mempertebal keimanan sekaligus menjaga kerukunan antar warga. Melalui lantunan doa yang dipanjatkan bersama, diharapkan keberkahan senantiasa melingkupi Dusun Batang Samo Hilir serta menjauhkan masyarakat dari segala mara bahaya.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara berjamaah, dilanjutkan dengan tahlil dan doa keselamatan yang dipimpin langsung oleh Bapak H.Saini. Di rumah Ibu Iyel, nuansa yang terbangun terasa begitu tenang dan penuh penghayatan.
Tidak hanya sekedar ritual ibadah, momen ini juga menjadi ajang bagi warga untuk saling bertukar kabar dan mempererat kembali ikatan persaudaraan di tengah kesibukan sehari-hari.
Usai doa bersama, suasana khidmat berubah cair. Sambil duduk melingkar, warga menikmati jamuan yang telah disiapkan ditemani teh manis yang mengepulkan asap tipis. Di sinilah "ruh" kekompakan itu terlihat nyata; obrolan mengalir mulai dari masalah pertanian hingga candaan ringan antar tetangga.
Dapur Gotong Royong; Racikan Bumbu Penuh Kebersamaan
Di balik hangatnya jamuan yang disajikan, terdapat cerita tentang kekompakan yang sudah dimulai sejak sore hari. Tradisi di Batang Samo Hilir tidak membiarkan tuan rumah bekerja sendirian. Sore itu, dapur Ibu Iyel tampak sibuk oleh ibu-ibu sekitar yang datang membantu -sebuah pemandangan khas yang mereka sebut sebagai wujud nyata gotong royong.
Proses pembuatan hidangan tersebut dilakukan secara bersama-sama. Ada yang bertugas meracik bumbu rempah tradisional, mengiris bahan pelengkap, hingga menyiapkan tumpukan kerupuk. Sambil memasak, gelak tawa dan obrolan ringan tak henti mengalir, membuat pekerjaan berat menjadi terasa ringan.
"Memasak bersama ini bukan cuma soal makanan, tapi soal rasa peduli. Kami saling bantu supaya yang punya rumah tidak merasa repot sendirian," ujar salah seorang warga yang ikut membantu.
Rasa gurih dari hidangan yang dihasilkan seolah menjadi simbol dari perpaduan tangan-tangan yang tulus bekerja demi menyukseskan acara malam tersebut.
Ibu Iyel selaku tuan rumah mengaku sangat bersyukur rumahnya bisa menjadi tempat berkumpulnya kebaikan.
"Alhamdulillah, melalui wirid ini rumah jadi terasa lebih berkah dan kami sekeluarga merasa sangat senang bisa menjamu saudara-saudara sekampung," ujarnya dengan wajah sumringah.
Di tengah kesibukan duniawi yang kian cepat, warga Batang Samo Hilir memilih untuk sejenak melambat, duduk bersila, dan mengikat kembali batin mereka melalui doa. Ini adalah bukti nyata bahwa kekompakan warga tidak akan luntur oleh zaman.
PENULIS : Rosalina
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Budaya

Post a Comment