Budaya
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
PPKn
Kirab Pusaka 1 Suro di Kromenga, Malang: Tradisi yang Tetap Hidup di Tengah Zaman Modern
APERO FUBLIC I OPINI.- Di tengah perkembangan zaman yang serba modern, masih ada tradisi yang tetap dijaga dengan penuh kesadaran oleh masyarakat. Salah satunya adalah Kirab Pusaka 1 Suro yang rutin digelar di Desa Kromengan, Kabupaten Malang.
Tradisi ini bukan hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan rasa syukur masyarakat.
Kirab ini dilaksanakan untuk mengenang sosok Syeh Kanduruhan, yang dipercaya sebagai tokoh pembabat alas Desa Kromengan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat bersama perangkat desa, TNI-Polri, dan tokoh agama berjalan kaki menuju makam beliau sambil membawa hasil panen seperti sayur dan buah.
Suasana semakin terasa sakral dengan penggunaan pakaian adat Jawa yang dikenakan oleh para peserta.
Menariknya, tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan terlibat langsung, sehingga tercipta rasa gotong royong dan solidaritas yang kuat. Selain itu, doa bersama yang dilakukan di akhir kirab menjadi bentuk harapan agar hasil panen masyarakat selalu diberi kelancaran dan keberkahan.
Namun, di sisi lain, tradisi seperti ini juga menghadapi tantangan di era modern. Tidak sedikit generasi muda yang mulai kurang memahami makna di balik kegiatan tersebut.
Oleh karena itu, penting untuk terus mengenalkan dan melibatkan generasi muda agar tradisi ini tidak hanya bertahan, tetapi juga tetap bermakna.
Kirab Pusaka 1 Suro di Kromengan menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini adalah bagian dari identitas yang perlu dijaga bersama.
PENULIS : Nadhila Masturina
Mahasiswi Prodi PPKN, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Budaya

Post a Comment