Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Kebijakan Harga Plastik Naik: Solusi Lingkungan atau Beban Sosial?
APERO FUBLIC I OPINI.- Kenaikan harga plastik belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Kebijakan ini dapat dinilai untuk mengurangi penggunaan plastik sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan. Namun, apakah kebijakan ini menjadi solusi untuk lingkungan atau menjadi beban sosial untuk masyarakat?.
Kenaikan harga plastik hampir dua kali lipat dari harga sebelumya atau sekitar 50-100%. Ini dikarenakan adanya konflik di Timur Tengah yang menjadi penghambat pasokan bahan baku plastik yaitu nafta adalah turunan dari minyak bumi yang Sebagian besar turun dari wilayah Timur Tengah.
Plastik menjadi bahan utama berbagai produk, dengan adanya kenaikan ini berdampak langsung pada biaya produksi dan harga jual barang. Jadi, bagi penjual mau tidak mau harus menaikkan harga jual agar tetap memperoleh keuntungan. Kejadian seperti ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat luas.
Dengan adanya kenaikan harga plastik seperti harga kemasan, kantong plastik dan produk berkemasan plastik lainnya yang naik dapat berdampak positif maupun negatif.
dampak positif yang dapat dirasakan yaitu dengan minimnya penggunaan plastik karena adanya kenaikan harga. Dengan ini masyarakat dapat beralih ke produk yang ramah lingkungan seperti tas kain atau produk ramah lingkungan lainnya.
Dengan ini, lingkungan akan tetap terjaga dari berbagai kondisi lingkungan yang buruk akibat penggunaan plastik, seperti pencemaran tanah, air, udara, dan juga banjir.
Tidak semua masyarakat bisa langsung menyesuaikan kebiasaan memakai produk ramah lingkungan ini.
Harga produk ramah lingkungan juga bisa dikatakan lebih tinggi. Masyarakat pasti juga memerlukan proses adaptasi sehingga penggunaan produk ramah lingkungan dapat diterima dengan baik seiring berjalannya waktu. Kebiasaan ini bisa memberi manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Kemudian, dari kenaikan harga plastik ini juga dapat menimbulkan dampak negatif untuk masyarakat luas, terutama pada pelaku UMKM dan konsumen. Dengan adanya kenaikan ini berdampak langsung pada harga jual produk yang naik.
Laba penjualan mungkin turun dikarenakan masyarakat mulai beralih menggunakan produk ramah lingkungan yang harganya relatif tinggi. Tetapi walaupun harga relatif tinggi dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Saya sebagai mahasiswa juga merasa dengan adanya kenaikan harga plastik ini memengaruhi sistem keuangan pada uang saku. Ini menyebabkan pengeluaran lebih dari biasanya.
Kenaikan ini juga menjadi beban sosial yang sangat terasa. Tetapi saya sebagai mahasiwa juga sadar bahwa kenaikan ini bisa mengubah kebiasaan seperti membawa tumbler, kotak makan, dan juga kantong belanja sendiri. Ini merupakan Langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan.
Keterkaitan kebijakan ini dengan nilai-nilai Pancasila yaitu khususnya pada sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai solusi lingkungan kenaikan harga plastik ini dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke produk ramah lingkungan.
Apabila ini benar-benar dapat diterapkan maka manfaat dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat yang berupa lingkungan sehat, bersih, terhindar dari pencemaran. Ini termasuk kedalam keadilan sosial jangka Panjang.
Sebagai beban sosial, kebijakan ini tidak adil karena dapat membebani masyarakat, dari konsumen yang memiliki banyak kebutuhan dan penjual yang menambah harga jual karena kenaikan harga ini.
Kebijakan kenaikan harga plastik yang disebabkan karena adanya konflik di Timur Tengah sehingga menghambat pasokan bahan baku plastik, ini dapat menjadi solusi lingkungan tetapi juga dapat menjadikan beban sosial bagi masyarakat.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya untuk solusi lingkungan, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat.
Dengan dukungan seperti penyediaan alternatif lainnya yang terjangkau dan adaptasi terhadap perubahan, diharapkan dapat menjadi solusi bagi lingkungan tanpa menjadi beban sosial, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
PENULIS : Meiva Wulandari
Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment