Ekonomi
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Efek Konflik Global : Harga Plastik Melambung, Pelaku UMKM Bingung
Sumber gambar: Dokumentasi pelaku usaha, mikro, dan menengah (UMKM) dalam proses pengemasan produknya. (Sumber: Dok. Pribadi)
APERO FUBLIC I OPINI.- Baru-baru ini para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) resah, pasalnya harga plastik kian melambung tinggi hingga mengalami kenaikan hingga 35 – 60% per pack (isi 50).
Kenaikan harga ini akibat dari konflik global yang memengaruhi harga minyak bumi yang dimana minyak bumi tersebut merupakan bahan baku dari si plastik itu sendiri. Kenaikan harga ini menjadi masalah bagi pelaku UMKM khususnya di Indonesia ini.
Mengapa demikian? Yang kita semua tahu bahwa 97 dari 100 UMKM di negara kita ini sangat bergantung kepada plastik. Mulai dari pedagang es teh, warung kelontong, pembungkus makanan baik yang berkuah maupun tidak atau bahkan dari pembungkus tempe sekalipun.
Memang terlihat sepele bukan? Tetapi ternyata yang terlihat sederhana tetapi sangat berpengaruh kepada para pelaku tersebut dan membuat mereka semakin kebingungan, apalagi hal ini dapat mempengaruhi stok dan kelangkaan untuk beberapa hari yang akan mendatang.
Dalam situasi seperti ini, kelangkaan yang terjadi akan mengganggu persediaan stok si pelaku usaha. Dari perspektif akuntansi, persediaan merupakan aset penting yang harus dikelola dengan baik dan efisien.
Ya benar saja, sudah terjadi dan dirasakan oleh para pelaku UMKM dimana stok (plastik) sulit didapat maka mau tidak mau UMKM harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mendapatkan barang tersebut.
Hal tersebut sangat mengganggu kelangsungan usaha mereka baik dari harga pokok penjualan (HPP), laba, dan arus kas dalam berlangsungan bisnis sehingga mereka harus memutar otak untuk menaikkan harga jualnya atau mengurangi bahan baku dari per produknya.
Menurut saya, peran dari pemerintah itu sendiri juga sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi di Indonesia ini. Seperti yang sudah dicantumkan di dasar negara kita pada sila ke-5 Pancasila, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa pemerintah perlu hadir untuk melindungi para UMKM dari masalah dan tekanan ekonomi dari segala konflik global ini.
Pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan untuk meringankan pelaku UMKM contohnya seperti menjaga stabilisasi harga bahan baku, subsidi jika diperlukan serta merealisasikan inovasi-inovasi kemasan ramah lingkungan.
Di sisi lain, pelaku UMKM juga perlu bersikap adaptif dan kreatif dalam menghadapi situasi ini. Misalnya dengan mengurangi penggunaan plastik, beralih ke kemasan ramah lingkungan seperti kertas, atau menerapkan kebijakan penggunaan ulang (reuse), seperti mendorong konsumen membawa kantong atau wadah sendiri.
Langkah ini tidak hanya membantu menekan biaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Dengan demikian, kenaikan harga plastik akibat konflik global bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat sangat diperlukan agar permasalahan ini dapat diatasi secara bersama-sama.
Jika sinergi ini terwujud, maka tidak hanya stabilitas ekonomi yang terjaga, tetapi juga tercipta sistem usaha yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan, sehingga mampu membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih kuat, mandiri, dan tangguh di tengah dinamika global.
PENULIS: Farah Nafiah Widyaningsih
Mahasiswi Program Studi Akuntansi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment