Kampus
KKN
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Revitalisasi Kader Jumantik: Ikhtiar Mahasiswa UAD Wujudkan Bokoharjo Bebas DBD
APERO FUBLIC I SLEMAN.– Di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu peningkatan kasus penyakit berbasis lingkungan, kesiapan masyarakat menjadi kunci utama.
Menyadari hal tersebut, tujuh mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 14 turun langsung ke lapangan untuk memperkuat kapasitas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Kelurahan Bokoharjo, Sleman.
Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) ini dipimpin oleh Nurham Al Afgani Agusalim bersama anggota timnya: Rizkita Arfiana, Gesti Mursalina, Lutfi Munifah Izzah, Dwi Yuliatin Sholiah, Misyka Fajratul Izzah, dan Miersa Sawitri Hayyusari.
Fokus utama mereka adalah memastikan para kader memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Februari 2026 ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Tim mahasiswa UAD menggunakan pendekatan edukasi yang terukur.
Para kader dibekali pemahaman mengenai cara mengidentifikasi jentik di tempat-tempat yang sering terabaikan, seperti tampungan air di belakang kulkas, vas bunga, hingga lubang pagar besi.
Data menunjukkan bahwa sebelum kegiatan, rata-rata nilai pengetahuan kader berada di angka 21,71. Namun, setelah mendapatkan pelatihan intensif, nilai tersebut melonjak menjadi 23,50.
Peningkatan ini membuktikan bahwa edukasi berkelanjutan sangat efektif dalam memperbarui literasi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, tim mahasiswa UAD menyimpulkan bahwa penguatan peran kader sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran kolektif.
Kader Jumantik di Kelurahan Bokoharjo memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, mengingat mereka memiliki kedekatan sosial dengan warga sekitar.
Peningkatan skor post-test menjadi bukti sahih bahwa materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik dan siap diimplementasikan dalam pengawasan jentik sehari-hari.
Meski kegiatan berjalan sukses, tim PRODAMAT UAD memberikan beberapa saran strategis untuk keberlanjutan program:
1. Konsistensi Kader: Diharapkan para kader Jumantik melakukan pemantauan secara rutin dan mandiri tanpa menunggu instruksi, terutama saat memasuki musim penghujan.
2. Dukungan Pemerintah Setempat: Kelurahan diharapkan terus memfasilitasi kebutuhan kader, baik berupa sarana maupun dukungan kebijakan untuk menggerakkan kerja bakti warga secara rutin.
3. Kesadaran Mandiri Warga: Saran terpenting ditujukan kepada seluruh warga Bokoharjo agar tidak hanya mengandalkan kader, tetapi aktif melakukan PSN mandiri di rumah masing-masing demi memutus rantai penularan DBD secara total.
Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Sulistyawati, S.Si., MPH., Ph.D, berharap kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini menjadi model pencegahan penyakit yang berkelanjutan.
"Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Jumantik yang kuat, kita membangun benteng pertahanan kesehatan desa yang kokoh," pungkasnya.
PENULIS:
Ketua Kelompok : Nurham Al Afgani Agusalim (2408053042)
Anggota Kelompok: Rizkita Arfiana (2408053031), Gesti Mursalina (2575053014), Lutfi Munifah Izzah (250705300), Dwi Yuliatin Sholiah (2507053002), Misyka Fajratul Izzah (2507053004), Miersa Sawitri Hayyusari (2507053020).
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Dosen Pembimbing Lapangan : Prof. Sulistyawati, S.Si., MPH., Ph.D.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment