Berita
Berita Daerah
Berita Nasional
Wakil Gubernur NTT Bersama Pimpinan Daerah se Pulau Sumba Kunjungi Warga Asal Sumba di Bedeng Proyek Bali
Kuta, Badung-Bali, 30 Januari 2026
APERO FUBLIC I BALI. - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma bersama para pimpinan daerah se Pulau Sumba diantaranya Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Yermia Ndapa Doda, pada Jumat (30/1/2026) pagi mengunjungi salah satu bedeng proyek di Bali tepatnya di Kuta-Badung, yang ditempati oleh beberapa warga NTT yang juga sedang bekerja di lokasi tersebut.
Dan kedatangan Wagub NTT dan jajaran tersebut disambut antusias para warga NTT di bedeng tersebut. Momentum dimana mereka merasa dimiliki oleh para pimpinan daerah.
Untuk diketahui, warga NTT yang dikunjungi di bedeng tersebut semuanya berasal dari Kabupaten SBD dan beberapa yang sudah berkeluarga hingga membawa serta istri dan anak-anak yang masih kecil yang juga putus sekolah.
Turut hadir pula sejumlah pejabat Pemprov NTT yakni Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra NTT yang juga Kadis Sosial Provinsi NTT, Kanis Mau, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan, Petrus Seran Tahuk, Kadis Nakertrans NTT, Sylvia Peku Djawang, Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Parera, Karo Umum Setda NTT, Gusti Sigasare, dan Kaban Penghubung NTT, Taty Setyawati.
Selain itu, tampak pula sesepuh Diaspora NTT di Bali yakni Yusti Dias dan Ardi Ganggas, Ketua IKB Flobamora di Bali, Herman Umbu Billy, dan Ketua Ikatan Keluarga SBD di Bali, Samuel Sairo Kalumbang, serta perwakilan pimpinan dari paguyuban se Pulau Sumba lainnya.
Kunjungan Wagub NTT dan jajaran tersebut untuk melihat langsung situasi dan kondisi serta mendengar secara langsung aspirasi dari beberapa kelompok warga NTT yang tinggal di bedeng dan juga berprofesi sebagai buruh proyek. Momentum tersebut juga dimanfaatkan oleh Wagub NTT dan para pimpinan se daratan Sumba untuk memberikan nasihat kepada para warganya sehingga dapat lebih mawas diri, menjaga diri dengan baik dan menaati tata krama dan norma-norma serta aturan yang berlaku di Bali.
“Selaku pemerintah daerah, kami tidak mungkin lepas tangan dengan saudara sekalian di sini. Saudara – saudara tahu sendiri kan akhir-akhir ini kita disorot di sini karena tindakan oknum-oknum warga NTT yang buat onar di Bali dan berimbas pada kita semua. Kami juga ingin melihat langsung kondisi kalian di sini, apakah baik-baik saja atau ada masalah. Yang jelas kalian harus tetap jaga diri dengan baik, kerja dengan baik, taati aturan yang berlaku di sini, sopan santun, dan beradaptasi dengan baik bersama lingkungan sekitar, agar semua sama-sama nyaman,” ujar Wagub Johni Asadoma dihadapan para warga NTT tersebut.
Ia juga meminta para warganya tersebut dapat secara bijak menggunakan gaji yang didapat untuk hal-hal yang bermanfaat terlebih tidak menggunakannya untuk membeli minuman keras yang justru bisa berakibat pada kericuhan jika sudah mabuk.
“Gunakan gaji kalian dengan baik, untuk kehidupan rumah tangga, untuk kebutuhan anak, namun jangan dipakai untuk beli minuman keras. Karena kita tahu sendiri, jika kita sudah mabuk akibat miras tersebut maka otak kita sudah tidak jalan normal lagi, kita tdk bisa berpikir sehat lagi, yang ada pasti buat onar. Ini yang perlu diperhatikan ya,” jelas Wagub Asadoma.
Sementara itu, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, pada kesempatan tersebut juga menanyakan aspirasi warganya tersebut. Ia memberi perhatian khusus kepada warganya yang belum memiliki kartu identitas resmi atau Kartu Tanda Penduduk, sehingga nanti Ia akan mengirimkan langsung dinas kependudukan untuk bisa melakukan perekaman data warganya tersebut.
Ratu Wulla juga meminta agar para warganya yang sudah memiliki anak dan tidak sekolah untuk segera bisa kembali ke daerah dan melanjutkan sekolah serta akan diakomodir melalui beasiswa dari pemkab SBD. Ia juga menjanjikan memberikan bantuan berupa program rumah layak huni kepada warganya tersebut, sehingga ia meminta para istri dari warganya yang bekerja sebagai buruh tersebut untuk bisa kembali ke Sumba dan mengurus administrasinya.
“Yang belum ada KTP akan kami data, supaya nanti saya tugaskan dukcapil datang ke sini untuk melakukan pendataan. Kalian wajib memiliki kartu identitas, supaya jelas sebagai warga negara. Dan supaya juga resmi sebagai pekerja di sini. Tidak ilegal. Untuk anak-anak ini nanti mamanya bisa bawa pulang dulu agar mereka bisa bersekolah, jika tidak bersekolah nanti kasihan masa depan mereka. Saya harap bapak / ibu mengerti hal ini. Nanti saya akan telepon sekolahnya, untuk di-update data anak-anak ini,” jelas Ratu Wulla.
Ratu Wulla juga meminta warganya untuk mengurus asuransi ketenagakerjaan supaya bisa memberikan jaminan dan santunan ketika terjadi kecelakaan dalam bekerja.
Ketua Umum Flobamora di Bali, Herman Umbu Billy dalam momentum tersebut, juga memperlihatkan buku panduan mandor dan para buruh proyek konstruksi bangunan kepada Wagub NTT. Buku itu berisikan panduan dan SOP yang jelas agar para pekerja khususnya para buruh bisa diperlakukan dan dipekerjakan secara profesional oleh perusahaan.
“Dengan buku ini, akan menjadi panduan bersama supaya warga kita dari NTT yang bekerja di sini bisa diperlakukan secara profesional sesuai SOP,” jelas Umbu Billy dihadapan Wagub NTT dan para pimpinan daerah se Pulau Sumba tersebut.
Editor. Tim Redaksi
Source/repost: Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemprov NTT
Sy. Apero Fublic
Via
Berita

Post a Comment