Artikel
Esai
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Pentingnya Penguasaan Bahasa Indonesia dalam Dunia Pendidikan: Fondasi Utama di Sekolah Dasar
PENDAHULUAN
APERO FUBLIC I ARTIKEL.- Bahasa Indonesia bukan sekadar mata pelajaran di sekolah dasar. Ia adalah jantung dari seluruh proses pendidikan.
Sebagai bahasa nasional dan bahasa pengantar resmi di sekolah, penguasaan Bahasa Indonesia yang baik menjadi kunci pembuka gerbang ilmu pengetahuan serta pembentuk karakter dan identitas bangsa.
Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), fondasi ini diletakkan dengan kokoh, menentukan kesuksesan belajar anak tidak hanya di masa SD, tetapi juga di jenjang pendidikan selanjutnya dan dalam kehidupan bermasyarakat.
1. Bahasa Sebagai Alat Komunikasi dan Penyampaian Ide
Di ruang kelas, bahasa adalah jembatan antara guru dan siswa, serta antar siswa. Seorang anak yang mampu menyusun kalimat dengan baik, bertanya dengan jelas, dan menyampaikan pendapat dengan runtut akan lebih mudah memahami pelajaran dan aktif dalam diskusi.
Misalnya, saat pelajaran IPA tentang daur air, siswa perlu mendeskripsikan proses dengan kata-kata yang tepat. Tanpa penguasaan kosakata dan tata bahasa yang memadai, pemahaman konsep ilmiah pun bisa terhambat.
2. Bahasa Sebagai Fondasi Literasi Dasar
Kemampuan membaca dan menulis (literasi) diawali dengan penguasaan bahasa. Membaca pemahaman (reading comprehension) adalah keterampilan lintas mata pelajaran.
Soal cerita dalam matematika, instruksi dalam percobaan sains, atau memahami kisah sejarah, semua membutuhkan keterampilan membaca yang baik.
Begitu pula dengan menulis. Menuliskan jawaban, membuat ringkasan, atau menulis cerita pendek melatih anak untuk berpikir sistematis, logis, dan kreatif.
3. Bahasa Sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan Berpikir
Proses belajar Bahasa Indonesia—seperti menganalisis cerita, menyimpulkan informasi, atau berdebat dengan sopan—langsung melatih keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan berpikir kreatif.
Anak diajak untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah, menilai, dan menciptakan gagasan baru. Ini adalah keterampilan abad 21 yang sangat vital.
4. Bahasa Sebagai Pembentuk Karakter dan Identitas Kebangsaan
Melalui pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diperkenalkan pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sastra, seperti cerita rakyat, puisi, dan pantun.
Mereka belajar tentang kejujuran, keberanian, kerja sama, dan rasa hormat. Bahasa Indonesia yang baik dan santun juga mencerminkan etika dalam berkomunikasi.
Selain itu, sebagai bahasa pemersatu bangsa, penguasaan Bahasa Indonesia memperkuat rasa cinta tanah air dan identitas sebagai anak Indonesia dalam keberagaman suku dan bahasa daerah.
5. Bahasa Sebagai Penunjang Mata Pelajaran Lain
Tidak ada mata pelajaran yang terlepas dari bahasa. Matematika membutuhkan pemahaman instruksi. IPS memerlukan kemampuan membaca teks panjang. Bahkan, pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) membutuhkan bahasa untuk mengapresiasi karya.
Penguasaan bahasa yang lemah akan menjadi penghalang (bottleneck) dalam memahami semua mata pelajaran. Sebaliknya, penguasaan yang kuat akan memperlancar dan memperdalam pemahaman di segala bidang.
6. Bahasa Sebagai Bekal untuk Pendidikan Tinggi dan Dunia Kerja
Fondasi yang kuat di SD akan memudahkan anak di jenjang SMP, SMA, dan perguruan tinggi, di mana materi belajar semakin kompleks dan menuntut kemampuan analisis tinggi.
Di dunia kerja nanti, keterampilan berkomunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Indonesia yang baik menjadi salah satu kompetensi paling dicari. Mulai dari membuat laporan, presentasi, hingga negosiasi, semuanya membutuhkan penguasaan bahasa.
Tantangan dan Peran Penting Guru & Orang Tua
Tantangan di era digital adalah gempuran bahasa asing dan bahasa gaul yang dapat memengaruhi kemurnian berbahasa. Di sinilah peran guru dan orang tua menjadi krusial.
Guru: Menciptakan pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan menyenangkan. Tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik berkomunikasi. Memberikan ruang bagi siswa untuk berbicara, berdiskusi, dan menulis. Mengoreksi dengan bijak untuk membangun kepercayaan diri.
Orang Tua: Membudayakan komunikasi yang baik di rumah, membiasakan membaca bersama, menyediakan buku bacaan yang beragam, dan menjadi teladan dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang santun.
KESIMPULAN
Penguasaan Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar adalah investasi terpenting dalam perjalanan pendidikan seorang anak.
Ia lebih dari sekadar nilai di rapor; ia adalah alat vital untuk belajar, alat ampuh untuk berpikir, dan wahana untuk membentuk jati diri sebagai insan Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.
Oleh karena itu, memprioritaskan dan memperkuat pembelajaran Bahasa Indonesia di SD adalah langkah strategis untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
Mari bersama-sama, sekolah dan keluarga, menumbuhkan kecintaan dan kompetensi berbahasa Indonesia pada anak sejak dini.
PENULIS: Limka
Mahasiswi Jurusan PGSD, Fakultas FKIP, Universitas Sari Mutiara Indonesia (USMI).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Artikel

Post a Comment