Kampus
Lampung
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Teknologi
Inovasi Mahasiswa Polinela dalam Pengembangan Sistem Smart Hidroponik
Inovasi Mahasiswa Polinela dalam Pengembangan Sistem Smart Hidroponik Untuk Tanaman Superfood (KALE) Berbasis Nutrient Film Technique (NFT) Menggunakan Sistem Kontrol dan Internet of Things (IOT)
APERO FUBLIC I KAMPUS.— Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika Politeknik Negeri Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi terapan yang solutif bagi masyarakat (20/01/2026).
Melalui kegiatan Project Base Learning tim mahasiswa yang terdiri dari Rizal Ashi Dicky, Ilham Sahputra, Yolandri Satria Nugraha, Jibran Nasrullah, Abdul Gadir Luthfi Ahmad Fauzi, Muhammad Apriyono, Marcellinus Firdian Saputra, Muhammad Fadli Khalid Amridengan bimbingan intensif dari dosen pembimbing Ir. Iqbal May Aryanto, S.Kom., M.T.
Telah sukses merampungkan pengembangan sistem kendali otomatis dan monitoring jarak jauh pada Smart Hidroponik NFT berbasis Internet of Things (IoT).
Proyek ini merupakan hasil riset mendalam yang menggabungkan disiplin ilmu elektronika, pemrograman, dan manajemen data untuk menciptakan sebuah purwarupa lingkungan pertanian yang sepenuhnya mandiri, efisien, , dan mampu beradaptasi terhadap perubahan cuaca secara otomatis.
Dengan adanya teknologi Smart Hidroponik yang berbasis Internet of Things (IoT), sistem NFT dapat dipantau secara otomatis, terutama mengenai larutan nutrisi dan pH.
Ini akan mempermudah proses pengelolaan, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan menghasilkan kale dengan kualitas yang lebih baik.
Pengembangan Sistem Smart Hidroponik kale menggunakan NFT di Lampung diharapkan dapat memberikan model pertanian modern yang produktif, berkelanjutan, dan berkontribusi pada ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi lokal.
Smart Hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem NFT ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32 dan sensor TDS dan pH. untuk memantau kualitas air serta kondisi lingkungan secara otomatis dan real-time.
Data kondisi larutan nutrisi (PPM) dan pH hanya ditampilkan secara langsung, tetapi juga disimpan ke dalam database untuk pemantauan riwayat dan analisis grafik jangka panjang.
Sistem ini juga dilengkapi kendali otomatis (seperti Fuzzy Logic) untuk merespons kondisi aktual guna menjaga kestabilan tanaman sesuai panduan operasional.
Lebih jauh lagi, kegiatan ini menghasilkan sebuah platform monitoring digital yang komprehensif menggunakan ekosistem Grafana, Node-RED, dan InfluxDB.
Seluruh data yang ditangkap oleh perangkat di lapangan dikirimkan menggunakan protokol MQTT menuju sebuah dashboard interaktif yang dapat diakses oleh pengguna melalui peramban web maupun smartphone.
Hasilnya, pemilik greenhouse dapat memantau tren historis pertumbuhan, melihat grafik fluktuasi lingkungan, hingga menerima notifikasi peringatan jika terjadi kondisi kritis tanpa harus berada di lokasi fisik.
Pencapaian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan dosen di Program Studi Teknologi Rekayasa Elekronika telah berhasil mentransformasi konsep pertanian tradisional menjadi pertanian digital yang cerdas dan terukur.
Smart Hidroponik NFT adalah pengembangan dari sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT), yaitu cara bertani tanpa tanah yang menggunakan aliran larutan nutrisi dalam lapisan tipis yang mengalir terus menerus melalui akar tanaman.
Pada sistem NFT, larutan hara dipompa dari wadah penyimpanan menuju pipa di mana tanaman ditanam, kemudian larutan tersebut kembali lagi ke wadah untuk disirkulasi.
Dalam sistem ini, sebagian akar tanaman terendam dalam aliran nutrisi yang tipis, sementara bagian lainnya berada di dalam ruang yang kaya oksigen, sehingga akar mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
Prinsip dasar ini dibahas dalam penelitian yang meneliti pengaruh debit aliran NFT, yang menegaskan bahwa keberhasilan pertumbuhan tanaman seperti kale sangat dipengaruhi oleh kestabilan aliran nutrisi, oksigenasi akar, dan konsentrasi nutrisi yang tepat.
Sistem NFT berfungsi 24 jam penuh karena penghentian aliran nutrisi dapat mengakibatkan akar kekurangan air, kekurangan oksigen, dan mengganggu penyerapan unsur hara.
Di sisi lain, pengembangan sistem ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Ketua tim, Ilham saputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa alat, tetapi juga menekankan proses pembelajaran selama pengembangan sistem.
“Melalui proyek ini, kami belajar bahwa apa yang kami harapkan dalam membuat dan mengembangkan sebuah alat tidak selalu sesuai dengan realita yang dihadapi. Terdapat banyak proses trial and error yang harus dilalui,” ujarnya.
Pengembangan Sistem Smart Hidroponik untuk Tanaman Superfood (Kale) berbasis Nutrient Film Technique (NFT) menggunakan Sistem Kontrol dan Internet of Things (IoT) merupakan wujud inovasi mahasiswa Politeknik Negeri Lampung dalam mengintegrasikan teknologi dengan sektor pertanian modern.
Inovasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, serta pemecahan masalah dalam menghadapi tantangan produksi pangan yang berkelanjutan.
Melalui penerapan sistem kontrol otomatis dan teknologi IoT, sistem ini dirancang untuk memantau serta mengendalikan parameter penting seperti nutrisi, PH dan kondisi lingkungan secara real-time guna meningkatkan efisiensi pertumbuhan dan kualitas tanaman kale.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi pertanian cerdas, meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan, serta mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkunga.
Dosen pembimbing, Ir. Iqbal May Aryanto, S.Kom., M.T, menyampaikan bahwa hasil yang dicapai dalam kegiatan ini bukan sekadar sebuah produk teknologi, melainkan sebuah bukti nyata atas kompetensi mahasiswa Teknologi Rekayasa Elektronika Politeknik Negeri Lampung dalam menyerap dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk kebermanfaatan sektor agrikultur.
Inovasi ini diharapkan tidak berhenti pada tahap purwarupa saja, namun dapat terus dikembangkan menjadi produk yang skalabel bagi petani lokal maupun skala industri.
Dengan adanya teknologi Smart Hidroponik ini, efektivitas pengelolaan lahan pertanian diharapkan dapat meningkat pesat, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di Politeknik Negeri Lampung untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi-inovasi berbasis teknologi tepat guna di masa depan.
PENULIS: Rizal Ashi Dicky
Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika Politeknik Negeri Lampung.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment