Berita
Feature
Lubuk Linggau
Opini
SUMSEL
Tokoh
Dianggap 'Tak Tersentuh', Tapi Tidak di Mata Wali Kota Linggau
APERO FUBLIC I LUBUK LINGGAU.- Langkah Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, M.I.Kom yang dengan tegas dan berani menertibkan kendaraan angkutan batu bara yang kerap melintas di jalanan umum Kota Lubuk Linggau, patut diapresiasi setinggi-tingginya.
Keluhan masyarakat yang menahun ini, sebenarnya bukan tanpa sebab, karena kendaraan-kendaraan yang lebih banyak ODOL alias Over Dimension Over Load, membuat kerusakan jalan di berbagai titik. Bahkan saat kendaraan-kendaraan itu melintas, juga menimbulkan debu yang mencemari udara. Lebih parah, beberapa kali bahkan membuat ancaman keselamatan pengguna jalan.
Kehadiran kepala daerah yang turun langsung memimpin penertiban, merupakan bentuk keberanian dan keberpihakan yang nyata, tegas dan berani. Sebab, baru kali ini akhirnya permasalahan ini ditangani langsung oleh Wali Kota Lubuk Linggau.
Penertiban angkutan batu bara ini, bukan sekadar soal kenyamanan lalu lintas saja. Ini juga adalah soal keadilan ruang publik, sebab jalan kota dibangun dengan uang rakyat dan untuk kepentingan rakyat, jadi jelas bukan untuk menanggung beban industri ekstraktif yang meraup keuntungan besar, namun meninggalkan dampak sosial dan lingkungan bagi warga Kota Lubuk Linggau.
Ketika pemerintah daerah sudah berani hadir untuk membatasi dan menata, disitulah makna kepemimpinan diuji. Langkah ini, juga menunjukkan bahwa hukum tidak boleh kalah oleh kepentingan ekonomi semata, sebab selama ini truk batu bara kerap dianggap “tak tersentuh”, seolah memiliki keistimewaan tertentu.
Penertiban yang dilakukan secara terbuka, melibatkan aparat gabungan dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Lubuk Linggau, seperti mengirimkan pesan kuat, yakni aturan berlaku untuk semua.
Keberanian ini tentu tidak mudah. Tekanan dari berbagai kepentingan selalu ada. Namun justru di situlah nilai dari kebijakan ini, Wali Kota yang akrab disapa Yoppy Karim ini, sepertinya memilih berdiri bersama keselamatan warga Kota Lubuk Linggau, ketertiban Kota Lubuk Linggau dan masa depan lingkungan di Kota Lubuk Linggau.
Ini adalah contoh, bahwa otonomi daerah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga keberanian mengambil sikap demi kepentingan publik. Harapan masyarakat kini satu, yakni semoga Wali Kota Lubuk Linggau menjaga konsistensi, yakni penertiban harus berkelanjutan, bukan seremonial.
Pengawasan mesti diperkuat, jalur khusus angkutan batu bara harus dipatuhi dan sanksi ditegakkan tanpa kompromi. Jika ini dijaga, maka kebijakan ini akan menjadi tonggak penting dalam membangun Kota Lubuk Linggau yang lebih aman, tertib, dan berkeadilan, serta mendukung menjadikan Lubuk Linggau Juara, yakni Maju dan Sejahtera.
Langkah tegas ini layak dicatat, didukung dan dijadikan contoh, karena kota yang baik adalah kota yang pemimpinnya tegas dan berani. Linggau Juara!!!.
PENULIS : Pranata Meksiko, S.Pd
(Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Lubuk Linggau).
Editor. Tim Redaksi
Source: PWI Sumatera Selatan
Sy. Apero Fublic
Via
Berita

Post a Comment