Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

9/15/2022

Mengenal Pohon Balolok

PAPERO FUBLIC.- Pohon balolok juga dikenal dengan nama pohon enau dan pohon aren. Di berbagai daerah di Indonesia pohon enau memiliki bermacam-macam nama. Seperti di Nusa Tenggara dikenal dengan nama pohon tuwa, tuwak dan lainnya. Ada juga daerah yang menamai dengan nau, hanau, paluluk, balolok, biluluk, kabung, juk, ijuk dan sebagainya. Nama latin pohon balolok arengga pinnata dari suku arecaceae. Balolok jenis tanaman palm-palemman, masih sejenis dengan pohon kelapa, sagu, kurma,pinang (Bangka), ibul, dan kelapa sawit.

Pohon balolok memiliki ketinggian rata-rata mencapai 25 meter dari permukaan tanah. Pohon balolok termasuk tumbuhan yang dilindungi undang-undang. Pohon yang sangat banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Masuk kategori pohon yang menyediakan kebutuhan manusia dan pangan. Misalnya, pelepah pohon besar dengan lidi daun besar-besar. Sehingga penduduk menggunakan untuk membuat sapu lidi yang kuat.

Adanya sejenis serabut hitam yang dinamakan ijuk, yang digunakan untuk sapu, untuk atap dan pembersih air. Buah balolok yang mentah tua dapat dijadikan makanan lezat, dikenal dengan kolang-kaling. Kolang-kaling menjadi menu nomor dua setelah buah kurma saat bulan ramadhan umat Muslim di Asia Tenggara. Di pasaran akan bermunculan penjual kolang-kaling sebagaimana buah kurma.

Pada zaman dahulu orang-orang sering mengolah pohon balolok untuk diambil sagunya. Sagu tidak jauh berbeda dengan sagu pohon sagu pada umumnya. Begitu juga saat pengelolaannya dalam proses membuat sagu pohon balolok. Selanjutnya penyadapan tandan muda buah balolok dapat menghasilkan air nira. Air nira diproses dan diolah menjadi air manis kental, yang disebut masyarakat Sumatera Selatan dengan manes kabung. Dinamakan manes kabung, karena cairan olahan air nira kental mirip dengan madu lebah. Madu lebah dalam bahasa daerah Sumatera Selatan disebut manes. Manes kabung dijadikan makanan, untuk pelezat makan umbi-umbian dan pemanis kue dan minuman.

Penyadapan buah balolok muda pada pangkal tandan buah menghasilkan air nira biasanya memakan waktu sehari semalam. Ujung tandan setelah dipukul-pukul beberapa hari, akan meneteskan air. Kemudian di tempatkan wadah yang umumnya bumbung bambu. Air nira berasa manis pada zaman dahulu dijadikan minuman penghangat badan, tapi dalam perkembangannya menjadi minuman beralkohol tradisional yang disebut tuak. Banyak sekali disetiap daerah-daerah pada masa sebelum Islam mengelolah nira menjadi tuak. Setelah masyarakat Indonesia menjadi muslim pengelolaan tuak di tinggalkan. Kebiasaan tersebut tetap di lanjutkan di daerah-daerah yang masih beragama asli dan non muslim.

Pelepah daun enau dapat diambil uratnya yang berupa benang. Dapat dijadikan tali pancing, tali jerat unggas, dan benang. Di daerah batak serat pelepah enau dijadikan senar tali gitar batak. Ijuk dapat juga dijadikan tali dengan cara di pulas. Pulas istilah memintal sesuatu sejenis tali dengan dua bagian, lalu dipilin dengan tangan sehingga menyatu dan menjadi kuat. Pada zaman dahulu tali dari ijuk sangat berguna untuk tali kapal laut karena tahan dengan air laut.

Begitulah pohon balolok atau pohon enau yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat zaman dahulu. Pohon yang berkembang biak dengan biji ini, tumbuh liar di dalam hutan tropis dan kadang ditanam manusia di sekitar tempat tinggal.

Pohon Balolok atau pohon aren tumbuh subur di Asia Tenggara sampai ke kawasan India Timur. Menurut penelitian pohon balolok menyebar dari India ke kawasan Asia Tenggara. Banyak hewan yang menyukai buah balolok seperti musang, tupai dan babi hutan. Saat orang-orang Cina berdatangan ke Pulau Bangka mereka sering memasang jebakan di bawah pohon balolok untuk menangkap babi hutan. Yang sangat menyukai buah balolok yang berjatuhan dari atas pohon.

Bagi anda yang tertarik menanam atau berkebun balolok. Anda sebaiknya mengambil buah aren yang sudah matang. Buah yang dijadikan bibit haruslah buah yang besar dan sudah terlepas dari cangkang buang. Kemudian letakkan buah pada wadah yang baik dan diletakkan ditempat yang sejuk.

Biarkan kulit buah membusuk. Kemudian pisahkan biji buah balolok yang akan dijadikan bibit. Gunakan pasir dan dicampur serbuk gergaji untuk menyemaikan. Lalu, tempatkan semai pada media tanam misalnya folibek. Setelah biji tumbuh dan berdaun baru ditanam pada lahan.

Disusun: Tim Apero Fublic.
Editor. Totong Mahipal
Tatagambar: Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic

9/12/2022

Kabar Kenabian Rasulullah SAW di Dalam Kitab Taurat.

APERO FUBLIC.- Kabar akan datangnya seorang nabi akhir zaman telah sejak masa yang lampau, yaitu pada masa Nabi Musa (as). Kabar tersebut diterima oleh Nabi Musa yang melalui firman Allah SWT, yang kemudian tercatat di dalam kitab Taurat. Taurat adalah kitab yang diturunkan pada Nabi Musa (as) untuk umatnya.

Nama lain dari Taurat adalah lima kitab Musa. Yaitu Keluaran, Kejadian, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Menurut kepercayaan umat Yahudi seluruh isi kitab diturunkan oleh Allah pada Nabi Musa di atas Gunung Sinai. Dalam bahasa Yunani istilah Taurat yaitu, pantateukh. Berikut ini, tentang kabar akan datangnya Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW di dalam kitab Taurat.

“Lalu berkatalah tuhan kepadaku (Musa): …..Seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka (yaitu keturunan Ismail), seperti engkau ini. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripadanya akan Aku tuntut pertanggungjawaban. (Ulangan, 18:18-19).

Kemudian ayat ketiga dari Taurat:

“Musa berkata: ‘Ya Tuhanku, Aku telah menemukan dalam Taurat suatu kaum sebagai suatu kaum terbaik dari seluruh kaum, yang akan diangkat untuk kemaslahatan umat manusia; mereka menyeru pada kebaikan dan melarang pada kemungkaran, dan mereka beriman kepada Allah. Jadikan mereka kaum-Ku!. Allah berfirman: ‘Itu adalah kaum Muhammad.” (Ali al-Qari, ibid. 1:746).

Hal demikian sangat jelas menggambarkan kaum Muslimin. Dimana hanya umat Islam yang dikenal sebagai rahmatan bagi seluru alam dan menegakkan amar makruf nahi munkar. Sebagai catatan didalam kitab-kitab tersebut nama Muhammad tertulis dalam bahasa Syria, seperti: Mushaffah, Munhamanna, Himyata. Nama Muhammad dengan jelas disebut hanya di beberapa bagian, namun orang-orang Yahudi yang dengki mengubah acuan-acuan ayat dan nama yang mengarah ke Nabi Muhammad SAW.

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatagambar. Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic

9/11/2022

Peramal Satih: Peramal dari Damaskus Yang Menjelaskan Arti Mimpi Raja Persia

APERO FUBLIC.- Sebelum datangnya Islam atau sebelum kenabian Muhammad SAW. Ilmu para peramal tentang pengetahuan ghaib masih berfungsi dengan baik. Para peramal mendapat kabar-kabar ghaib melalui mahluk halus, misalnya dari bangsa jin atau roh manusia yang telah mati. Namun, setelah Islam hadir dan kenabian Muhammad SAW dinyatakan.

Maka pintu-pintu langit di tutup, setiap para jin dan bangsanya mendekat pintu langit untuk mendengar berita peristiwa di dunia. Mereka tidak dapat lagi masuk, dan setiap kali masuk selalu diburu dengan bintang-bintang. Maka, ilmu peramal kemudian hilang, dan kalau masih ada peramal saat Islam telah ada. Maka peramal itu adalah seorang pembohong, dan orang yang pandai menduga-duga dan mengira-ngira.

Pada masa jauh sebelum datangnya Islam. Ada seorang peramal yang sangat hebat, dan terkenal di seluru kawasan Asia Barat dan Asia Tengah. Peramal tersebut bernama Satih, dari Damaskus atau Suriya sekarang. Satih terlahir aneh, kemungkinan mengalami kelainan genetic kalau pemahaman kita sekarang.

Tubuh peramal Satih hampir tidak memiliki tulang. Bahkan lengan dan kakinya beserta wajahnya tampak sama seperti bagian dari dadanya. Peramal  Satih berumur panjang, dia memiliki kemampuan meramal yang selalu menjadi kenyataan. Kebetulan pada masa itu, kerajaan Persia di perintah oleh Raja Chosroes.

Suatu ketika Raja Chosroes (Kosru) bermimpi aneh. Dalam mimpinya dia menyaksikan ambruknya empat belas menara istananya. Ternyata kejadian mimpi tersebut bertepatan dengan lahirnya rasulullah SAW. Raja Persia mengirim utusan bernama Mabazan kepada Peramala Satih untuk menanyakan tafsir mimpinya tersebut.

Peramal Satih kemudian menjelaskan; “Kalau akan berkuasa empat belas raja di negaranya (Persia) mulai saat ini. Barulah kemudian kekaisaranmu benar-benar hancur. Seorang anak laki-laki akan datang untuk mengajarkan agama. Dan akan mengakhiri agama kalian (Zoroaster) sekaligus kekuasaanmu (kerajaan Persia).

Demikianlah isi ramalam Satih yang akan menjadi kenyataan dikemudian. Akhir dari kekaisaran Persia (Dinasti Sasanid) pada masa kekhalifaan Utsman bin Affan, tahun 652 Masehi.


Disusun: Tim Apero Fublic
Sumber: Said Nursi. Terj. Sugeng Hariyanto, Mohammad Rudi Atmoko, dan Umi Rohima. Risalah An-Nur: Pemikir dan sufi besar abad ke 20. RajaGrafindo Persada. Jakarta, 2003.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Irhasat: Pengakuan Keislaman Sebelum Kedatangan Nabi Muhammad SAW

APERO FUBLIC.- Irhasat adalah sejenis ramalan kedatangan Nabi Muhammad yang dibuat oleh para peramal dan orang yang berilmu hidup diantara zaman Nabi Isa (Yesus) dan sebelum datangnya kenabian Rasulullah SAW. Pada masanya orang-orang tersebut dianggap orang suci atau tokoh agama.

Mereka meramalkan kedatangan Rasulullah dan mengungkapkan ramalan dengan puisi lalu mempercayakan pada generasi berikutnya. Banyak kejadian tersebut, yang diterima dan disampaikan oleh para ahli sejarah dan penulis biografi Nabi.

Salah satu pemimpin Yaman yang dikenal dengan nama Tuba menemukan gambaran Rasulullah di dalam kitab-kitab sebelumnya, lalu dia beriman kepadanya yang dia nyatakan di dalam syairnya, berikut ini.

“Aku bersaksi kepasa Ahmad bahwa ia adalah utusan tuhan, pencipta manusia.”

“Seandainya Aku hidup cukup lama sehingga bertemu dengannya, Aku akan menjadi menterinya, dan seperti sepupu baginya.”

Kemudian seorang bernama Saida yang merupakan ahli pidato yang paling ternama dan menonjol diantara orang-orang Arab. Dia adalah monoteis yang berwawasan luas. Sebelum Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi, dia mengumumkan kerasulan Muhammad dengan syair-syairnya. Berikut cuplikan syairnya.

“Dia anatar kita (Allah), mengirimkan Ahmad sebagai Nabi SAW yang terbaik dari yang pernah diangkat.”

Selanjutnya, diantara salah satu nenek moyang Rasulullah, bernama Ka’ab bin Lu’ay mengumumkan kenabian Muhammad SAW, dengan jalan ilham sebagai berikut.

“Di masa-masa ketidakpedulian, Muhammad tiba-tiba akan muncul; dia akan mengngabarkan berita-berita yang semuanya benar.”

Irhasat selanjutnya dari Sayf bin Dhiyazan juga salah satu pemimpin Yaman, melihat gambaran Rasulullah dalam kitab-kitab terdahulu, beriman kepada Nabi Muhammad SAW, dan sangat mencintainya. Ketika Abdul Muttalib, kakek Rasulullah tiba di Yaman dengan kafilah dagang dari Quraysh.

Melihat itu, Sayf bin Dhiyazan menyapa kakaek Rasulullah dan berkata: “Seorang anak akan lahir di Hijaz, dengan tanda diantara kedua bahunya yang menyerupai stempel. Dia akan menjadi pemimpin umat manusia. Lalu dengan secara rahasia dia memberi tahu Abdul Muttalib “Anda adalah Kakeknya.” Dengan demikian dia meramalkan kenabian Rasulullah dengan cara yang luar biasa.

Kisah sesaat setelah Rasulullah menerima wahyu pertama. Istri Rasulullah Khadijah menceritakan kejadian tersebut pada Warqah bin Nawfal. Lalu salah satu sepupu dari pihak ayahnya yang kemudian memberi tahu Khadijah agar membawa Rasulullah menemui  Waraqa. Setibanya, kemudian Rasulullah memberitahu tentang peristiwa penerimaan wahyu tersebut. Waraqa kemudian menjelaskan ‘kabar gembira bagimu, hai Muhammad. Aku bersaksi bahwa kau adalah Nabi yang ditunggu-tunggu, dan Yesus telah mengabarkan berita gembira tentangmu.

Seorang penganut ilmu ghaib bernama Askalan al-Himyeri. Apabila berpapasan dengan orang-orang Quraisy dia selalu bertanya pada mereka. ‘Apa ada diantara kalian yang menyatakan kenabian?. Semua orang-orang Quraisy menjawab tidak. Hal demikian terus berlalu, sampai pada akhirnya pertanyaan dijawab orang Quraisy dengan, Ya. ‘Ada seseorang yang menyatakan kenabiannya. Askalan membalas: Dialah yang telah lama ditunggu-tunggu oleh dunia.

Ibnu al-A’la salah satu ulama Kristen yang terkenal, meramalkan Kenabian Rasulullah SAW sebelum adanya pernyataan kenabian Rasulullah SAW, tanpa bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Baru beberapa waktu kemudian tersiar kabar kenabian Rasulullah SAW. Dia datang menemui Nabi dan menyatakan: ‘Demi dia yang mengirimmu kebenaran, Aku telah menemukan gambaranmu di dalam Injil, dan Perawan Maria mengabarkan berita gembira tentangmu.

Demikianlah sedikit kisah tentang irhasat atau kejadian luar biasa sebelum kenabian Muhammad SAW. Irhasat juga ditulis dengan irhas saja. Sesungguhnya banyak hal-hal yang terjadi sangat luar biasa. Namun sediki yang dapat dibahas. Namun sudah cukup untuk menamba wawasan kita tentang khazanah ilmu Islam.

Disusun: Tim Apero Fublic
Sumber: Said Nursi. Terj. Sugeng Hariyanto, Mohammad Rudi Atmoko, dan Umi Rohima. Risalah An-Nur: Pemikir dan sufi besar abad ke 20. RajaGrafindo Persada. Jakarta, 2003.

Sy. Apero Fublic