6/13/2022

Mengenal Penyakit Sosial: Matariam

APERO FUBLIC.- Kita akan mengulas penyakit sosial yang diistilahkan dengan matariam. Kata matariam terdiri dari dua kata, mata dan riam. Mata berfungsi untuk melihat, dari melihat orang akan memikirkan juga termasuk menilai, merasa dan mengetahui. Riam dalam bahasa Sungai Keruh berarti sesuatu yang salah lihat dan salah duga hanya karena melihat sepintas lalu. Sehingga ada istilah melihat dengan matariam. Ada juga kata yang lebih kasar, mata ikan asin.

Penyakit sosial matariam bercirikan orang yang menaikkan kelas dirinya dengan mengukur makanan atau apa yang dia makan. Biasanya dia menilai suatu makanan baik dan bagus hanya dari kemasan dan produksi pabrik. Kemudian kalau makan di tempat umum dan banyak dilihat orang. Dia makan tidak bersih dan menyisahkan sedikit makanannya. Agar dinilai orang dia bukan orang rakus dan dianggap kalau makan hal demikian sudah biasa baginya justru dia sudah tidak suka lagi.

Orang-orang yang mengidap penyakit sosial matariam ini bukan orang berprestasi. Biasanya dia orang miskin yang secara kebetulan kehidupannya sedikit berubah. Orang di desa yang pindah ke kota, atau orang kota sok kekotaan. Dimana dia membedakan makanan-makanan orang kota dan orang desa. Padahal makanan dimanapun tempatnya sama, yaitu untuk memenuhi asupan kalori dan vitamin untuk tubuh.

Tidak ada makanan kuno atau makanan modern. Yang ada hanyalah kemasan dan pengolahan yang baru. Beras dan gandum sudah dikonsumsi sejak prasejarah. Jenis umbi-umbian juga sudah dibudidaya sejak masa lampau. Misalnya kentang yang diolah menjadi keripik. Zaman dahulu sudah ada keripik kentang, hanya saja belum ada kemasan dari pabrik seperti sekarang.

Mi instan juga demikian bentuk olahan gandum dan bumbu-bumbu. Bumbu-bumbu juga diolah dari cabai, kecap, garam yang juga olahan bahan makanan sejak lama. Maka, penilaian makanan itu, terletak pada manfaatnya bagi tubuh, dan efeknya bagi tubuh. Untuk apa makanan terlihat enak, tapi tidak memberikan manfaat baik untuk tubuh dan memberikan efek buruk bagi tubuh, misalnya obesitas, kanker dan sakit maq. (Red).

Oleh. Joni Apeo.
Editor. Rama Saputra.
Palembang, 14 Juni 2022.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment