-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Mitos Kisah Asal Usul Simpai
Mitos

Kisah Asal Usul Simpai

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
22 Feb, 2022 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Di suatu masa di Pedatuan Bukit Pendape hiduplah sepasang suami istri yang jahat, bernama Sambunu dan istrinya Rampa. Mereka memiliki lima anak laki-laki dan satu anak perempuan. Demi harta mereka relah menjadi penghianat pedatuannya sendiri. Sehingga membuat bencana di Pedatuan dan bagi keduanya.

Ada segerombolan perampok asing yang memasuki tanah Sumatera melalui Sungai Musi. Lalu menguasai puluhan talang-talang penduduk. Semua kaum laki-laki dipaksa menjadi pasukannya. Sedangkan kaum wanita di perbudak untuk kepentingan mereka. Pemimpin perampok bernama Duruka. Dia ingin membangun Pedatuan sendiri. Dia mengangkat dua orang kepercayaannya Kamita dan Kamito menjadi hulubalang. Dia pun menggelari dirinya, Depati Puyang Duruka.

“Bagaimana caranya kita menaklukkan Pedatuan Bukit Pendape, Kamita.” Tanya Tanya Puyang Duruka.

“Kalau diamati, pedatuan itu kuat. Rakyatnya bersatu dan pandai ilmu kuntau. Kita harus memakai siasat, dan mencari orang yang mau diperalat.” Kata Kamita. Dia makan ayam bakar dengan sangat rakus. Setelah itu, Duruka memerintahkan Kamito untuk mengintai dan memata-matai pedatuan dengan menyamar menjadi pedagang.

*****

Sebuah perahu kajang penuh dagangan merapat ditepian pedatuan. Tiga pekerja dan seorang saudagar. Tampak ramah sekali, mereka mempersilahkan dua pasukan pedatuan mengecek dagangan mereka. Seorang bendahara pedatuan menetapkan pajak untuk barang mereka. Setelah membayar pedagang itu bebas berjualan di seluruh Pedatuan. Menyewa sebuah kamar di pasar, sehingga mereka mudah berdagang setiap hari.

“Berapa kain songket ini.” Tanya seorang ibu-ibu yang ditemani suaminya untuk berbelanja.

“Mura sekali, Uwa.” Kata pedagang itu. “Saya akan memberikan cuma-cuma kalau kita mau saling membantu.

“Apa yang dapat kami bantu.” Ujar suami si wanita itu.

“Menjadi teman kami, seandainya kalian bersedia. Kami akan memberikan dagangan kami dan satu keranjang keping emas.” Kata pedagang itu. Kemudian dia memberikan puluhan kain songket secara cuma-cuma sebagai tanda serius. Sepasang suami istri itu bukan main senangnya. Setelah itu, bertambah sering mereka berkunjung ke tokoh saudagar asing itu. Karena sudah berteman mereka menjadi akrab dan diundanglah sepasang suami istri itu ke pedatuan perampok pimpinan Duruka.

*****

“Kalau kalian mau bekerja untukku, kalian akan Aku berikan satu keranjang emas. Kemudian akan Aku angkat menjadi Depati di pedatuan kalian nantinya.” Kata Perampok Duruka.

“Benarkah apa yang Puyang katakan.” Kata Sambunu. Mata istri Sambunu bersinar mendengar akan mendapat emas satu keranjang dan suaminya bisa menjadi Depati. Alangkah kayanya mereka nanti.

“Benar, Aku berjanji.” Kata Duruka. Sambunu bertanya apa yang harus dia perbuat. Duruka meminta dia membawa masuk pasukannya dengan diam-diam. Baik menyamar sebagai pedagang atau pekerja, atau pura-pura menjadi budak Sambunu. Rencananya, Sambunu diminta mengadakan pesta jamuan untuk warga Pendape. Undang untuk Depati, hulubalang, panglima dan datu-datu talang. Lalu makanan di racun agar mereka dapat dengan mudah mengalahkannya. Sambunu dan istrinya setuju, karena akan mendapat satu keranjang emas dan akan menjadi Depati.

“Sebagai hadia pertama, ambillah satu keranjang perak, satu ikat kain songket dan satu ikat baju tenun.” Kata Kamita. Pulanglah Sambunu dan istrinya dengan penuh kegembiraan. Perahu mereka banyak memuat hadiah dan tiga orang pekerja. Mereka seakan menjadi saudagar kaya raya sekarang.

“Apa tidak rugi kita memberikan banyak harta pada orang bodoh itu.” Tanya Makito pada Duruka.

“Nanti kita rampas kembali apa yang kita berikan. Bahkan kita rampas apa yang dia miliki.” Kata Duruka sambil tetawa senang. Dia yakin akan dapat menaklukkan Pedatuan Bukit Pendape.

*****

Sambunu mengadakan pesta jamuan makan besar. Dia memotong lima kerbau, lima sapi, ratusan ayam. Kemudian mengundang Depati, Panglima Pedatuan, Jurai Tue, Hulubalang dan prajuritnya. Para Datu dan pasukannya dari talang-talang. Sebagaimana direncanakan kalau makanan sudah diracuni.

Hulubalang Ujum, dia bertugas mengamankan pedatuan dengan misi-misi rahasia. Dia merasa ada hal aneh. Mengamati banyaknya pelayan tidak dikenal. Adanya saudagar-saudagar baru di pedatuan. Hulubalang melaporkan pada Depati, tapi dia tidak menanggapi dengan serius. Hanya meminta berjaga-jaga saja. Hulubalang menyamar menjadi pengemis bersama beberapa anak buahnya. Sedangkan yang lain bersiap siaga di sekitar itu.

“Ini saudagar terkaya di muaro, Depati. Semua ini pedagang dan pelayan-pelayannya.” Kata Sambunu memperkenalkan pada Depati pada saudagar-saudagar.

“Selamat datang di Pendape, saya harap puyang-puyang senang berdagang di sini.” Kata Depati. Panglima, Jurai Tue, Para Datu yang lain juga menyambut dengan rama.

“Mari-mari, kita makan-makan Depati hari ini. Datu-datu semua, mari makan, jangan sungkan.” Kata Sambunu mempersilahkan tamu-tamu. Semua makan dengan lahap.

“Ahhhh. Uggghhhh.” Teriakan di mana-mana setelah mereka hampir selesai makan. Hanya Sambunu dan kelompok saudagar baru itu yang terus makan. Mereka hanya tersenyum puas dan terus makan. Tahulah kalau makanan telah diracuni. Depati ingat apa yang dikatakan Hulubalang Ujum.

“Ha. Ha. Ha. Ha. Depati, Aku akan menjadi penguasa baru di pedatuan ini.” Kata lelaki yang mengaku saudagar itu. Sambunu berdiri senang tapi dia terkejut saat Duruka berkata kalau dia yang akan berkuasa. Bukankah dia berjanji kalau dirinya yang akan menjadi depati baru.

“Kurang ajar kau Sambunu, ternyata kau penghianat buruk lagi keji.” Ujar Panglima Pedatuan, dia menusuk kerongkongannya dan muntah sehingga semua makanan keluar. Tapi dia langsung ditendang beberapa anak buah Duruka, hingga jatuh pingsan.

Duruka mencabut pedangnya dan ingin menyerang Depati. Sedangkan Makita dan Makito beserta pasukannya yang pura-pura menjadi pelayan mulai akan menyerang para datu dan pasukannya. Mereka tidak berdaya, dengan kondisi teracuni. Beberapa mencoba berdiri dan mencabut pibang. Tapi jatuh kembali dan memegangi dada mereka.

“Brakkkk.” Muncul dari dalam plavon rumah, puluhan prajurit Hulubalang Ujum.

“Heeaaa. Wusss. Wuusss.” Pedang Duruka beradu dengan pibang hulubalang Ujum. Panah banyak menancap di tubuh anak buah Duruka. Sambunu bersembunyi dan hampir terkena serangan panah. Puluhan pasukan hulubalang masuk dan melindungi depati dan para datu. Sebagian mengangkat dan membawa pergi mereka. Puluhan pasukan tidak dapat di selamatkan. Selama melarikan para pemimpin mereka. Hulubalang Ujum dan pasukannya terus menerus di kejar dan dikejar oleh anak buah Duruka. Untung berhasil bersembunyi di hutan dan mengobati mereka semua.

“Masyarakat sudah mengungsi, anak buah Duruka menjarah pedatuan dan membakar rumah-rumah. Mereka juga berlaku bejat pada wanita yang tertangkap.” Lapor seorang prajurit pada Depati dan Hulubalang. Semua bersedih dan marah sekali, terutama pada Sambunu dan istrinya.

“Penghianat itu, akan menerima hukuman berat.” Kata Depati.

*****

Duruka begitu gembira dia berhasil menduduki pedatuan. Dia sekarang menempati balai pedatuan dan membangun benteng. Hulubalang Ujum berhasil mengumpulkan pasukan pedatuan dan berkumpul di tempat rahasia. Depati mulai sembuh dan bersiap memimpin penyerangan. Sementara itu, Sambunu dan istrinya begitu kecewa karena dia hanya diperalat. Tidak ada yang akan mereka dapatkan. Bahkan pemberian Duruka dirampas kembali. Bukan hanya itu saja, harta mereka dan rumahnya diambil oleh Duruka juga.

“Kita harus lari, sebelum mereka membunuh kita.” Kata Sambunu pada istri dan anak-anaknya. Karena Duruka khawatir mereka akan membuka rahasia mereka. Penghianat tidak dapat dipercaya, pedatuannya sendiri dihianati apa lagi musuh. Kata Duruka. Tanpa sengaja Sambunu mendengar kata-kata itu. Mengetahui itu, larilah dia ke hutan bersama anak istrinya.

*****

Pelarian Sambunu dan istrinya berakhir saat dia tertangkap oleh pasukan pedatuan yang berjaga dan patroli. Dia kemudian dihadapkan ke Depati.

“Apa yang membuatmu menjadi penghianat, Sambunu. Harta atau kedudukan yang kau inginkan. Kau tahu tidak akan ada orang yang percaya pada penghianat. Kebanyakan penghianat setelah diperalat, akan dibunuh. Sekarang pedatuan kacau, talang-talang dibakar. Wanita banyak diperkosa dan orang tidak bersalah terbunuh. Semua itu, adalah karena perbuatanmu. Berapa banyak hartamu, tapi sekarang habis dirampas perampok itu lagi. Itulah, hasil perbuatan penghianat sepertimu. Menjadi penghianat berarti; membunuh dirimu dan membunuh negerimu. Sebab pemerintahan itu adalah rumah besar setiap orang. Kalau dia merusaknya, maka dia juga akan rusak rumahnya.” Ujar Depati.

“Ampun depati, Aku menyesal sekali. Aku siap menerima hukuman. Asal anak-anakku dilindungi.” Kata Sambunu dan istrinya. Sementara anak-anaknya dipisahkan dari mereka.

“Kau akan dihukum dengan berat Sambunuh. Supaya menjadi pelajaran untuk anak cucu kita.” Kemudian Depati mencabut pibang saktinya. Lalu membaca matera perubah rupa dan kutuk diri.

Setelah merontah-ronta dan mengeluarkan asap aneh. Tubuh Sambunu dan Rampa istrinya merasa panas dan gatal-gatal. Lama kelamaan tubuh membengkak dan keluar air. Berlarianlah Sambunu dan istrinya tidak tentu arah. Entah apa yang terjadi, tubuhnya mulai tumbuh buluh-buluh kuning. Semakin lama semakin lebat dan lebat. Rupa juga berubah menjadi seperti kera. Tapi berbulu warna kuning dan badannya lebih beasar dari kera, sedangkan suara aneh.

“Ceyyyyyy-ceyyyy.” Suara berulang-ulang. Kadang juga. “Cayyyyyyy-caayyyyy.” Juga berulang-ulang. Penduduk Pedatuan Bukit Pendape menamakan hewan itu dengan, simpai.

Namun mereka punya anak yang menurunkan sifat mereka. Sehingga setiap penghianat dikemudian hari adalah keturunan dari Sambunu dan Rampa istrinya. Sebagaimana kita ketahui, semasa penjajahan Belanda banyak sekali penghianat hanya ingin mendapatkan sedikit imbalan seperti Sambunu dan istrinya, tapi menghancurkan negerinya. Bahkan sampai sekarang dimana banyak penghianat negara, mereka tentulah keturunan Simpai.

*****

Depati mengatur setrategi, dengan cara mengepung Balai Pedatuan. Mereka tidak menyerang langsung. Pasukan tombak dan panah di siapkan, berjaga siang dan malam. Sehari, sebulan dan sampai tiga bulan akhirnya Duruka bersama anak buahnya menyerang keluar. Mereka tidak punya pilihan lain selain menyerang keluar. Kalau tidak mereka akan mati kelaparan, sebab padi di dalam bilik pedatuan habis.

“Heaaaa. Heeaaa.” Terdengar teriakan putus asah anak buah Duruka. Mereka menggunakan tameng untuk melindungi diri. Tapi pasukan pemanah mengurung dan terus menerus memanah. Satu demi satu anak buah Duruka tewas tertembus panah atau tertembus mata tombak. Di setiap sudut hutan telah dijaga ketat, membuat langkah mereka tidak dapat melarikan diri. Perahu dan rakit telah dihancurkan, penjaganya diserang.

“Sekarang Kau mau lari kemana, perampok busuk.” Kata Datu Pedatuan Pendape. Tinggal tersisa Duruka, Makita dan Makito. Datu maju menghadapi Duruka, dan Hulubalang Ujum menghadapi Makita, sedangkan Makito berhadapan dengan Datu Kemenangan dari Talang Rengas.

“Ha. Ha. Ha. Ha.” Tawa Duruka membahana, dia meludah dan sesumbar kalau dia akan mengalahkan datu. “Bertarung satu lawan satu, Aku akan mengalahkan kalian semua. Kalau kalian laki-laki jangan main keroyok.” Kata Duruka sombong. Dia berkata kalau dia sudah sangat banyak berperang dan selalu menang. Datu diam saja, dia berkata agar Duruka segerah menyerangnya dan jangan hanya bicara saja.

“Heeeaaaa.” Trangg. Traang. Trang.” Tiga senjata beradu, dengan terikan membahana. Semua pasukan memperhatikan saja tidak ikut membantu. Karena itu pertarungan satu lawan satu. Pada awalnya Duruka mampu membuat Depati kewalahan dengan serangan membabi buta Duruka. Tapi berikutnya Duruka mulai habis tenaganya.

“Craasss.” Depati menyabet betis dan bahu Duruka. Tidak lama kemudian Hulubalang Ujum menusukkan pibang kidau di dada Makita. Makita roboh dan tewas seketika. Disusul dengan Datu Kemenangan dapat mengalahkan Makito. Tampak pibang kanan Datu Kemenangan menekan leher Makito dan Makito tidak dapat bergerak.

“Hari ini dalah hari terakhir kalian berbuat jahat di bumi ini. Kalian menumpahkan dara orang-orang, memperkosah wanita baik-baik, dan merampok di sana sini. Maka atas nama kebaikan dan penegakan hukum di Pedatuan Bukit Pendape, kalian dihukum mati. Depati Pedatuan kemudian memberi isyarat Datu Kemenangan untuk menghukum mati Duruka dan Makito. Pedatuan Bukit Pendape kembali aman dan tentram sepeti semula.


Oleh. Joni Apero.
Editor. Deni Sutra.
Palembang, 22 Februari 2022.

Sy. Apero Fublic

Via Mitos
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Monday, August 24, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Pengaruh Interaksi Edukatif Mahasiswa dan Guru Terhadap Peningkatan Kemampuan Literasi Informasi Digital Siswa MTS Nurul Huda

PT. Media Apero Fublic- Saturday, September 19, 2026 0
Pengaruh Interaksi Edukatif Mahasiswa dan Guru Terhadap Peningkatan Kemampuan Literasi Informasi Digital Siswa MTS Nurul Huda
Pengaruh Interaksi Edukatif Mahasiswa dan Guru Terhadap Peningkatan Kemampuan Literasi Informasi Digital Siswa MTS Nurul Huda Dosen Pembimbing  Fad…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261926
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN.--  Sebuah kegiatan outing kelas bertajuk "Pelestarian Budaya Lewat Permainan Tradisional" s...
  • Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa
    Sumber: pribadi/pedaljuara APERO FUBLIC   I  BEKASI.— Suasana di sekitar stan Bazaar Karya Juara perlahan berubah ketika siswa SMP Adisa mu...
  • Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017
    APERO FUBLIC  I  JAKARTA.—   Pemkab Musi Banyuasin menegaskan tetap mempedomani dan memberlakukan Permendagri Nomor 126 Tahun 2017 s...
  • Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN-TURI.—   Dukuh Gading Kulon, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, menjadi lokasi peny...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira
    APERO FUBLIC   I  BUNUT.—  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 92 mengadakan kegia...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Desa Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, m...
  • Dari Ruang Kelas Menuju Generasi Sehat, Mahasiswa KKNT IPB Edukasi Siswa Sekolah Dasar di Desa Sokasari
    APERO FUBLIC   I  TEGAL-SOKASARI.– Kebiasaan hidup bersih, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga lingkungan perlu ditanamkan...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019

Popular Post

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Monday, August 24, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

Monday, August 24, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Saturday, August 29, 2026
Dari Ruang Kelas Menuju Generasi Sehat, Mahasiswa KKNT IPB Edukasi Siswa Sekolah Dasar di Desa Sokasari

Dari Ruang Kelas Menuju Generasi Sehat, Mahasiswa KKNT IPB Edukasi Siswa Sekolah Dasar di Desa Sokasari

Sunday, August 23, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 72 Berita 1933 Berita Daerah 1813 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1251 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 127 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 12 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1207 Kesehatan 48 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 700 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 59 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 214 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 48 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us