11/17/2021

Legenda Dari Toraja: Batu Tomate.

APERO FUBLIC.- Pada zaman dahulu kala terjadilah suatu peristiwa. Dikisahkan ada serombongan orang pergi mengantar mayat untuk dikuburkan di liang batu. Dalam perjalanan menuju tempat pemakaman cuaca berubah menjadi buruk lalu turun hujan lebat segerah. Karena itu, rombongan berhenti untuk berteduh. Karena kalang kabut menghindar hujan mereka buru-buru meletakkan mayat di tanah dan lupa memasang alasnya. Hanya istri si mayat (istri atau suami) yang tetap menunggui mayat itu dalam hujan.

Beberapa waktu berlalu hujan pun redah. Warga yang berteduh dari hujan kembali untuk menguburkan si mayat. Namun aneh, saat mereka hendak mulai mengangkat dan membawa si mayat. Ternyata mayat sudah berubah menjadi batu. Sementara istrinya yang menunggui si mayat juga berubah menjadi batu.

Batu ini berada di Kampung Padang, Desa Tondon, Kecamatan Sanggalangi (Administrasi tahun 1986). Batu tersebut oleh warga kemudian diberi nama, Batu Tomate yang berarti batu orang mati. Menurut kepercayaan masyarakat Toraja; orang yang pergi berperang tidak boleh membelakangi atau melewati begitu saja batu tomate itu. Barang siapa melanggar, pasti terkena peluru atau terbunuh di medan perang.

Begitu juga saat orang pergi untuk menyabung ayam, dipantangkan untuk tidak membelakangi batu tomate. Usahakan untuk selalu menghadap ke arah Batu Tomate berada.

Dari kisah inilah, menurut kepercayaan masyarakat Toraja. Terdapat ketentuan bahwa apabila saat mengantar mayat dan akan beristirahat dalam perjalanan menuju lokasi penguburan. Maka saat meletakkan mayat di atas tanah harus diberi alas dengan apa saja yang penting ada alasnya. Baik itu alas sederhana misalnya dedaunan, kayu atau benda lain yang dapat dijadikan alas.

Rewrite: Tim Apero Fublic.
Editor. Ahmad Reni.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 17 November 2021.
Sumber: Muhammad Sikki, Dkk. Struktur Sastra Lisan Toraja (Transkripsi dan Terjemahan). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986.

Sy. Apero Fublic


0 komentar:

Post a Comment