10/08/2021

Mengenal Sastrawan Wanita: Sariamin Ismail

APERO FUBLIC.- Sariamin Ismail adalah salah satu sastrawan wanita generasi awal dalam masa pergerakan kebangsaan Indonesia. Dia lahir di Talu Lubuksikaping pada bulan Juli tahun 1909 Masehi. Masa itu, Indonesia masih dalam Pemerintahan Kolonial Belanda dengan nama Hindia Belanda. Lubuk Sikaping masuk Onder Afdeling dalam Afdeling Agam. Masa kemerdekaan Lubuk Sikaping masuk dalam Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Sariamin Ismail memiliki banyak nama samaran atau nama pena dalam mengarang, diantaranya Bunda Kandung, Ibu Sejati, Serigunting, Kak Karinah, Seritanjung, Serigunung, Seleguri. Beliau masuk Sekolah Normal Putri Padangpanjang. Sejak masih muda sekali dia menulis syair, sajak, gurindam dan dilanjutkan dengan roman. Diantara karya roman beliau yang cukup terkenal diantaranya berjudul Kalau Tak Untung dan Pengaruh Keadaan.

Kisah cerita roman berjudul Kalau Tak Untung menceritakan tentang cerita sepasang kekasih yang menjalani kehidupan cinta yang tidak sesuai harapan. Tokoh wanita cerita bernama Rasmani seorang gadis desa yang hidup miskin. Kemudian menjalin cinta dengan seorang anak muda yang kaya dan berparas tampan.

Masrul  dalam perjalanan hendak di jodohkan dengan anak pamannya (mamak). Tetapi sekali lagi Masrul menjumpai gadis yang cantik jelita bernama Muslina anak seorang guru, Guru Gedang. Karena terpesona akan kecantikan Muslina dia akhirnya memilih Muslina untuk menjadi istrinya. Rupanya kecantikan dan pesona Muslina tidak membuat kebahagiaan dalam rumah tangga. Sehingga Masrul menceraikan Muslina.

Setelah menceraikan istrinya, Masrul melamar Muslina sang kekasih di desa, mereka bertunangan. Sebelum pernikahan dilaksanakan Masrul pamit untuk mencari pekerjaan. Setelah setahun berlalu rupanya Masrul belum mendapat pekerjaan pengganti. Karena itu, dia bermaksud melepaskan Rasmani. Dia kemudian mengirim surat kebohongan, yang berisi kalau dia meminta putus. Dengan alasan matan istri pertamanya Muslina meminta dia kembali rujuk. Rasmani kemudian jatuh sakit.

Beberapa waktu berlalu, Masrul kemudian mendapat pekerjaan kembali. Maka dia siap untuk menikah karena memiliki pekerjaan untuk menapkahi keluarga. Maka dia mengirim surat kembali pada Rasmani, meminta dia untuk datang ke Medan. Rasmani yang sudah mulai sembuh dari sakitnya menjadi terkejut sekali, sehingga membuat penyakitnya kambuh. Tidak lama kemudian Rasmani meninggal dunia. Begitulah ringkasan cerita dari roman Kalau Tak Untung.

Untuk jalan cerita roman yang berjudul Pengaruh Keadaan sangat cocok untuk bacaan remaja. Kisah cerita Pengaruh Keadaan memiliki tokoh wanita yang bernama Yusnani. Yusnani diceritakan memiliki sifat yang muliah. Dia penyabar, lembut, dan baik hati. Tapi dia memiliki kecantikan yang tersembunyi. Yusnani dikisahkan hidup bersama ibu tirinya dan selalu menanggung kesusahan.

Karena dia memiliki kemuliaan akhlak, dia pun tidak mendendam pada ibu tiri dan saudara tirinya. Yusnani kemudian menikah dengan seorang lelaki bernama Syahruddin. Yusnani kemudian hidup berkecukupan dan bahagia. Dia pun akhirnya dapat mengakat kehidupan ibu tiri dan saudara tirinya. Banyak nasihat dalam roman tersebut.

Disusun: Tim Apero Fublic.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 8 Oktober 2021.
Sumber: Th. Sri Rahaju Prihatmi. Pengarang-Pengarang Wanita Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya, 1977.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment