9/02/2021

SYARCE: Kau Hanyalah Angin

APERO FUBLIC.- SYARCE. Bait syarce dengan judul Kau Hanyalah Angin memberikan suatu gambaran pada orang-orang yang memiliki kepandaian berkata-kata dan bersosialisasi. Dia pandai membuat orang yakin atau percaya dengan perkataan dan janji-janjinya. Oleh karena itulah dia dimata orang yang berinteraksi dengannya adalah orang yang baik, hebat, dan berhasil.

Namun, semua itu hanyalah kata-kata cair biasa saja. Dia hanya mengumbar kata-kata saja tanpa perlu menepati dan tanpa perlu kebenaran apa yang dia katakan. Sebagai contoh misalnya dia seorang pemuda yang pandai berkata-kata dengan gadis-gadis. Rayuan dan bujukannya sunggu membuat gadis-gadis terlena sehingga banyak yang jatuh cinta padanya. Namun setelah mereka dia dapati, kemudian dia tinggalkan tanpa alasan dan tanpa pamit. Yang tersisa hanyalah rasa kecewa dan luka berserta janji yang tinggal janji.

Contoh kedua adalah seorang politisi atau seorang calon kepala desa, wakil rakyat, calon bupati, calon gubernur, calon presiden. Calon-calon ini sangat pandai berkata-kata dan berjanji-janji. Mereka tampak sangat alim dan baik pada masa kampanye. Setelah mereka terpilih apa yang terjadi. Janji tinggal janji, keramahan pun hilang. Bahkan dia kembali menjadi angin ribut yang membuat bencana. Begitulah mereka, yang kembali dengan berkorupsi yang tentu itu adalah bencana bagi masyarakat. Sebagai pelajaran kita semua, jangan mudah terlena dan tidak perlu percaya janji-janji. Buktikan atau silakan mundur.

 

KAU HANYALAH ANGIN
 
Betapa rama dirimu.
Menyapa, membelai saat berjumpa.
Memberi sejuk dan kedamaian.
Bagi hati yang merindukan.
Bagi jiwa yang menanti.
 
Lena jiwanya dalam buaianmu.
Harap selalu berjumpa,
Harap selalu bertemu.
Mengobati rindu-rindu.
 
Namun,
Kau hanyalah angin
Yang datang dan pergi sesuka hati.
Tanpa mengetuk, tanpa mengucap salam.
Kau pergi tanpa meninggalkan jejak.
Tapi meninggalkan rasa dan janji-janji.
 
Itulah dirimu, Hanyalah angin.
Saat kau sudah berjaya.
Kau lupa diri,
Lalu datang dengan keangkuhanmu.
Menjadi badai dan angin ribut.
Mematakan dahan dan ranting yang kau belai dulu.
Menggugurkan daun-daun yang pernah kau lenakan.
Kau hancurkan semua oleh terpaanmu.
 
Kau hanyalah angin,
Begitulah kiranya, hanya melenakan sewaktu.
begitulah penipu.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 3 September 2021.

Catatan: Syarce adalah syair cerita dimana dalam penulisannya sama halnya dengan menulis puisi atau syair pada umumnya. Yang membedakannya adalah syarce dilengkapi cerita pendek yang menjelaskan makna dan maksud dari syair tersebut. Sebab, banyak masyarakat awam bahasa sastra sehingga mereka tidak mengerti dari bait-bait syair tersebut. Dengan penambahan sedikit cerita maka mereka akan sedikit memahami apa maksud dan tujuan dari syair tersebut.

Buat sahabat semua bagi yang ingin mempublikasikan karya tulis dapat mengirimpakan tulisan ke Apero Fublic. Mari kita hidupkan kesastraan rakyat dan asah kreatifitas menulis kita. Sebab menulis awal dari cerdasnya seseorang dan terpelajarnya masyarakat.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment