7/12/2021

PAU: Mengungkap Jejak-Jejak Aksara Ulu di Musi Banyuasin.

Perkumpulan Aksara Ulu (PAU) Sumatera Selatan Beraudiensi Dengan Kabid Budaya Musi Banyuasin.

PAU Melakukan Penelusuran Artefak Surat Ulu di Musi Banyuasin.

APERO FUBLIC.- Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan Sumsel, merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pelestarian budaya Sumatera Selatan yaitu budaya tulis Surat Ulu Sumatera Selatan. Budaya tulis Surat Ulu Sumatera Selatan diperkirakan telah ada sekitar abad ke 12 M dan berkembang pesat sekitar abad ke-15 sampai abad ke-19.

Artefak Surat Ulu  di Sumatera Selatan tersebar dimasyarakat. Serta masih sedikit, bahkan ada yang belum  pernah sama sekali dikaji atau diteliti secara akademis oleh masyarakat di Sumatera Selatan, termasuk temuan artefak Surat Ulu di  Kabupaten Musi Banyuasin.

Selasa 29 juni 2021, tim Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan yang di ketuai oleh Nuzulur Ramadhona, beserta anggota tim perkumpulan yaitu Rahmat, Agil, Rizky dan Maulana, melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yaitu dengan instansi Dinas Kebudayaan dan Pendidikan, dengan kepala Bidang Kebudayaan. Pada saat audensi berlangsung audensi diwakili oleh Kasi Kebudayaan, Pak Hendri.

Dalam audiensi tersebut Nuzulur Ramadhona sebagai ketua Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan menyampaikan terkait tujuan audensi PAU yaitu mempererat silaturahmi dan mengajak bidang kebudayaan untuk bekerjasama dalam melestarikan dan mengembangkan Aksara Ulu di wilayah Musi Banyuasin.

Selanjutnya dalam audiensi tersebut PAU Sumsel juga meminta izin untuk melakukan pendataan Artefak Surat Ulu di wilayah Musi Banyuasin di Desa Muara Punjuran, Kecamatan Babat Toman. Di mana tim mendapatkan informasi keberadaan artefak Surat Ulu dari masyarakat bahwa di desa tersebut terdapat tinggalan artefak Surat Ulu Sumatera Selatan. Artefak Surat Ulu tersebut tersimpan di rumah masyarakat Desa Muara Punjuran pemiliknya ialah bapak Ardika.

Setelah beraudiensi dengan kabid bidang kebudayaan, tim Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumsel yang diketuai oleh Nuzulur Ramadhona, melakukan penelusuran ke Desa Muara Punjuran untuk mendata artefak tersebut, setelah sampai dilokasi. Tim terdiri, yaitu Maulana, Rahmat, dan Agil melakukan pendataan dan dari temuan tersebut artefak Surat Ulu berbahan dari bilah bambu (gelumpai) dengan bahasanya Melayu, isi teks naskah mengenai petuah (nasihat) atau kemungkinan syiar Islam. Artefak Surat Ulu ini sangat unik, hal ini bisa dilihat bentuk artefak yang menyerupai bentuk sumpit dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berbeda dengan artefak Surat Ulu yang banyak ditemukan di wilayah lain daerah Sumatera Selatan.

Melalui temuan artefak Surat Ulu tersebut yang dilakukan pendataan  oleh Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan, dapat disimpulkan bahwa di Musi Banyuasin juga terdapat tinggalan budaya tulis khas daerah Sumatera Selatan, keberadaan ini dapat memperkuat adanya budaya tulis di huluan Sumatera Selatan.

Sehingga temuan ini bisa menjadi acuan dalam tulis-menulis tentang Aksara Ulu yang ada di wilayah Musi Banyuasin. Harapan kami, untuk masyarakat dan Pemerintah Daerah agar dapat ikut serta dalam melestarikan dan mengembangkan budaya tulis Aksara Ulu Sumatera Selatan di daerahnya. Dikarenakan budaya tulis ini merupakan tinggalan leluhur kita, sekaligus budaya ini salah satu identitas daerah kita yang harus tetap dijaga dan dilestarikan  sampai kepada generasi selanjutnya.  

#Salam Aksara Ulu Sumatera Selatan.
#Sumselpunyaaksara.
#PAU SUMSEL.

Oleh: Vixkri Mubaroq dan Nuzulur Ramadhona.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 12 Juli 2021.

Sy. Apero Fublic

1 comment: