-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng Hikayat Si Buyung: Nasihat Buat Para Guru
Dongeng

Hikayat Si Buyung: Nasihat Buat Para Guru

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
09 Jul, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Pada zaman dahulu, hiduplah seorang wanita miskin bersama anaknya yang bodoh bernama si Buyung. Suaminya sudah lama meninggal sehingga membuat ekonomi keluarganya menjadi sulit. Si Buyung hidup sederhana bersama ibunya. Si Buyung terkenal sebagai anak yang rajin belajar, tapi sayang dia sangat bodoh. Sangat sulit menerima pelajaran dan dia hampir tidak bisa apa pun walau sudah belajar lama.

Tidak jauh dari rumahnya, ada seorang guru mengaji. Kebiasaan anak-anak di desa setiap malam setelah magrib belajar mengaji. Setiap malam berpuluh-puluh murid datang belajar mengaji, termasuk si Buyung yang miskin dan bodoh. Saat masuk mengaji, si Buyung diantar oleh ibunya. Di halaman rumah si Buyung terdapat sebatang pohon jambu, yang selalu berbuah. Kalau anak-anak lain selalu membawa berbagai macam barang untuk diberikan pada guru mengaji. Sedangkan si Buyung hanya membawa buah jambu saja, selama dia belajar mengaji untuk guru mengajinya.

Bertahun-tahun Buyung belajar mengaji, tapi tidak ada yang dia mengerti. Dia hanya bisa membaca basmallah saja. Sedangkan teman-temannya sudah pandai semua mengaji dan ilmu agama lainnya. Selama itu hanya basmallah yang dia bisa, bertahun-tahun belajar. Selain basmallah dia juga bisa wudhu dan shalat saja. Karena yang dia bisa hanya itu-itu saja, membuat guru mengaji juga bosan mengajarkannya.

Bukan hanya itu, si guru ternyata juga tidak begitu peduli pada si Buyung yang miskin, bodoh dan hanya memberinya jambu saja. Sehingga si guru bertambah segan mengajarinya yang sangat bodoh itu. Guru tidak simpati lagi pada si buyung. Pada suatu malam setelah semua murid selesai, berkatalah si Buyung pada gurunya.

“Jadi bagaimana Tengku, tolong ajarkan Aku semua tentang sembahyang ini.” Pinta si Buyung. Buyung ingin belajar semua tata cara shalat wajib dan sunnah.

“Em, eh. Begini sajalah Buyung. Kau susa menerima pelajaran. Ini Aku ajarkan saja doa sajalah terlebih dahulu.” Ujar gurunya. Dalam hati gurunya berkata kalau tidak ada gunanya mengajarkan si Buyung, sebab dia tidak akan bisa juga, menghabiskan waktu saja. Selain itu, Buyung juga hanya membawa buah jambu saja setiap hari untuknya. Buyung mengiakan, dan doa apa yang akan gurunya ajarkan.

“Kau dengar baik-baik dan kau hapalkan, setelah hapal lalu kau amalkan “Bismillahirrahmanirrahim, tebang birah iko lesung, si Buyung pande ngaji, ade aye ade ikan, yang mati diidupkan.” Ujar guru Buyung, dan buyung mengingat serta menghafalnya. Kalau dalam bahasa indonesia bira tanaman sejenis keladi, iko:ini, pande=pandai, aye:air, ade:ada, idup:hidup. Hanya itulah yang berhasil Buyung hafalkan.

*****

Suatu hari, si Buyung pergi berjalan-jalan disekitar desanya. Di tengah jalan pulang dia menemukan seekor burung puyuh mati tergelatak. Buyung menghampiri dan memperhatikan, mengapa kiranya burung puyuh itu mati. Kemudian dia ingat apa yang di ajarkan gurunya.

Buyung berpikir mungkin apa yang diajarkan gurunya dapat membantu burung puyuh itu. Dia bawak pulang bangkai burung puyuh, kemudian dia berwudhu seingatnya yang dia bisa. Setelah itu dia duduk di dekat bangkai burung puyuh, dan dia mengucapkan apa yang diajarkan gurunya. “Bismillahirrahmanirrahim, tebang birah iko lesong, Si Buyung pande mengaji, ada aye ade ikan, yang mati idup lagi.” Ucap si Buyung.

Beberapa detik kemudian bangkai burung puyuh itu bergerak-gerak, lalu melompat dan terbang. Buyung terkejut, dan dia merasa gembira sekali. “Nah, sudah mapan ilmuku.” Kata Buyung dengan ceria. Buyung semakin yakin dengan keilmuan gurnya. Semakin rajin buyung membawa buah jambu ke rumah gurunya, sebab itulah yang dia dapat berikan pasa sang guru. Walau bodoh, Buyung suka bertanya-tanya pada gurunya. Oleh gurunya si Buyung tidak dianggap serius. Sesuka hatinya saja dia menjawab.

“Tengku, bagaimana caranya orang pergi ke Mekkah, naik haji.” Tanya si Buyung dengan serius, dan banyak lagi yang dia pertanyakan tentang Mekah dan haji pada gurunya.

“Mengapa kau bertanya, kau mau naik haji?.” Kata guru Buyung dengan remeh.

“Iya Tengku, sepertinya Aku mau pergi haji.” Jawab Buyung.

“Oh, tidak susah-susah kalau kamu mau pergi haji ke Mekkah.” Jawab gurunya, dia tahu kalau ke Mekkah perlu biaya yang tidak sedikit. Sementara si Buyung makan saja kurang, dan bodoh minta ampun. Belajar hanya membawa jambu, dan tidak pernah membawa hal yang lebih seperti murid-murid yang lain.

“Bagaimana caranya, Tengku?.” Tanya si Buyung dengan serius sekali. Dia yakin dan percaya apa yang dikatakan dan diajarkan gurunya.

“Kamu sudah Aku ajari shalat.” Kata Gurunya. Buyung mengiyakan dan berkata kalau dia belum aktif lima waktu shalatnya, dua atau tiga waktu saja dia laksanakan.

“Ada pohon kelapa di dekat rumahmu?.” Tanya sang guru. Buyung jawab ada. Lalu gurnya melanjutkan. “Besok sebelum subuh kamu bangun, kemudian wudhu. Panjat pohon kelapa dan jangan lupa baca basmallah sebelum memanjat. Sampai di atas pohon kelapa kau shalat subuh. Setelah shalat subuh, kau berdiri dan pejamkan mata. Kemudian kau baca doa yang aku ajarkan waktu itu. Setelah selesai membaca doa itu, kau melompat dari atas pohon kelapa, dan sampailah kau ke Mekkah. Kalau kau mau pulang, begitu juga caranya. Kau naiklah pohon kurma yang banyak di Mekah.” Kata sang guru dengan nada mengolok-olok. Dia berkata demikian hanyalah mempermainkan si Buyung saja, mungkin juga bercanda. Sementara si Buyung sangat yakin dan percaya apa yang dikatakan gurunya.

Si Buyung pulang dari rumah gurunya, dia tersenyum dan bergembira. Sesampai di rumah dia menceritakan pada ibunya, bahwa dia diajarkan oleh gurunya cara pergi haji ke Mekkah. Ibu Buyung agak kurang yakin apa yang diceritakan si Buyung. Namun si Buyung tampak begitu yakin dengan apa yang dikatakan si guru. Melihat keyakinan anaknya, ibu si Buyung mengizinkan anaknya pergi haji ke Mekkah.

“Entahlah anakku, tapi kalau kau begitu yakin dengan apa yang dikatakan gurumu seperti itu, kau cobalah?.” Ujar ibu si Buyung dengan ikhlas. Keesokan pagi, sebelum waktu subuh si Buyung bangun. Dia kemudian berwudhu dan berjalan mendekat pohon kelapa di samping rumahnya. Sebelum memanjat pohon kelapa dia membaca basmallah. Sampai di atas pohon kelapa, ayam berkokok dan waktu subuh tiba.

Si Buyung mengetahui waktu subuh tiba, dia shalat subuh. Setelah shalat subuh dia berdiri diatas pelepah-pelepah daun pohon kelapa. Kemudian memejamkan matanya dan mengucapkan doa yang diajarkan gurunya. “Bismillahirrahmanirrahim, tebang birah iko lesong, Si Buyung pande mengaji, ada aye ade ikan, yang mati idup lagi.” Kata Buyung. Setelah selesai membaca doa, si Buyung tanpa ragu sedikit pun kemudian melompat dari atas pohon kelapa.

“Wussss.” Si Buyung melompat dengan mata terpejam.

Dalam waktu melompat buyung terpejam. Hanya angin agak deras dan tanpa disadari tubuh si Buyung melesat bagaikan kedipan mata. Beberapa waktu kemudian si Buyung membuka mata. Si Buyung terkagum-kagum bukan kepalang, sekarang dirinya sudah berada di Mekkah. Dari jauh dia melihat Masjidil Haram.

Si Buyung akhirnya mengikuti haji dengan cukup rukun hajinya di tahun itu. Setelah selesai ibadah hajinya, si Buyung mau pulang. Tapi sebelum pulang dia mau membeli oleh-oleh untuk ibunya. Tapi dia tidak punya uang, dan diam berpikir. Dalam waktu itu, tanpa sengaja dia menyentuh kantong sakunya. Dia merasa ada sesuatu dan dia mengambilnya.

Ternyata itu kantong uang dinar emas. Maka banyaklah si Buyung memberi oleh-oleh untuk dia bawak pulang. Setelah selesai, dia menunggu waktu subuh. Buyung membawa naik semuanya satu per satu ke atas pohon kurma. Karena di waktu subuh ramai orang keluar hendak shalat subuh ke masjidil haram. Ada juga yang melihat si Buyung diatas pohon kurma. Mereka merasa aneh dan heran mengapa ada orang shalat di atas pohon kurma.

Belum habis keheranan mereka, setelah selesai shalat subuh tubuh buyung bersama barang bawaannya melesat cepat ke langit dan menghilang. “Subhanallah.” Itulah ucapan orang-orang, mereka berpendapat pastilah orang tersebut bukan orang sembarangan. Beberapa saat kemudian, buyung tiba di halaman rumahnya. Matahari tampak kemerahan di langit timur. Ibu buyung tampak sedang memasak di dapur.

“Assalamualikum,” Mak, Buyung sudah pulang dari Mekkah.” Kata Buyung. Ibu Buyung terkejut dan dia buru-buru keluar dan membuka pintu.

“Waalaikum salam, Alhamdulillah kau sudah pulang anakku.” Ibu Buyung memeluk anak satu-satunya itu. Kemudian dia membawa semua barang yang dibawa si Buyung. Ada buah kurma, kain tenun, baju gamis untuk ibunya, dan jenis kacang-kacangan, dan air zam-zam. Semua benda-benda yang dia bawah asli dari Mekkah.

*****

Teman-teman si Buyung yang awalnya mengejek, sekarang menjadi kagum pada si Buyung. Sebulan Buyung menghilang, tenyata benar-benar pergi ke Mekkah. Sekarang tersiar kabar kalau si Buyung sudah pulang dari Mekkah. Teman-teman Buyung ingin membuktikan kalau dia memang benar-benar dari Mekkah. Maka bertandanglah mereka ke rumah si Buyung. Sesampai di rumah si Buyung mereka dihidangkan buah kurma dan minum air zam-zam. Percayalah mereka kalau Buyung benar-benar dari Mekkah berhaji.

Hari menjelang siang, tamu dan si Buyung mulai lapar. Maka Buyung meminta ibunya untuk memasak. Untuk menjamu teman-temannya. Buyung bertanya pada ibunya, apa yang ada dapat dimasak.

“Kalau beras ada sedikit, cukuplah ibu rasa. Hanya lauknya tidak ada.” Kata ibu Buyung. Buyung bertanya apakah ada buah kelapa. Ibu menjawab ada di dalam bilik penyimpanan hasil panen. Buyung kemudian turun kebawa rumahnya, lalu mengupas buah kelapa. Setiap kali hendak membelah buah kelapa, dia membaca doa yang diajarkan gurunya.

““Bismillahirrahmanirrahim, tebang birah iko lesong, Si Buyung pande mengaji, ada aye ade ikan, yang mati idup lagi.” Keajaiban muncul lagi, dari dalam buah kelapa melompat ikan cukup besar, ikan Lamedok. Buyung berkata perlu berapa membuka buah kelapa. Ibunya meminta sekalian dibuka lima biji. Mungkin ibu si Buyung mau buat kue nantinya selebih memasak. Buyung membuka buah kelapa lima biji, bersamaan itu lima ekor ikan besar juga muncul. Mereka, makan siang dengan nasi dan gulai pindang ikan Lamedok, yang lezat sekali.

*****

Buyung juga memberikan oleh-oleh pada gurunya. Baru sekali itu saja dia memberi gurunya yang lain dari buah jambu. Guru si Buyung menjadi heran dan dengki. Dia pada awalnya hanya mengolok-olok si Buyung dengan doa yang dia ajarkan. Begitu juga dengan apa yang dia ajarkan bagaimana cara pergi ke Mekkah.

Suatu hari, bertandanglah guru si Buyung ke rumahnya. Buyung dan ibunya begitu bangga dikunjungi oleh guru si Buyung. Setelah banyak berbincang-bincang, bertanyalah guru si Buyung bagaimana dia dapat pergi haji ke Mekkah.

“Buyung, bagaimana caranya kau pergi ke Mekkah waktu itu?.” Tanya gurunya.

“Yah, seperti yang Tengku ajarkan waktu dululah. Begitulah caraku pergi dan pulangnya.” Jawab si Buyung.

“Ohhh, hanya begitu saja.” Jawab guru si Buyung singkat. Di dalam hati guru si Buyung dia ingin mencobanya. Dia berpikir, dia pasti dapat seperti si Buyung, sebab si Buyung dia yang mengajarkannya seperti itu. Walau sebenarnya duluh dia hanya mengolok-olok si Buyung. Di rasa cukup guru si Buyung permisi pulang. Di tahun kemudian saat musim haji tiba, guru si Buyung akan mencoba sebagaimana si Buyung lakukan. Dia ingat bagaimana cara dia mengajarkan pada si Buyung.

Sebelum subuh guru si Buyung bangun, dia berwudhu dan mendekat batang pohon kelapa di samping rumahnya. Membaca basmallah, lalu memanjat ke atas pohon kelapa. Ayam berkokok, waktu shalat subuh tiba. Shalatlah guru si buyung di atas pohon kelapa. Setelah itu, dia memejamkan matanya dan membaca apa yang dia ajarkan pada si Buyung.

““Bismillahirrahmanirrahim, tebang birah iko lesong, Si Buyung pande mengaji, ada aye ade ikan, yang mati idup lagi.” Kata guru si Buyung. Kemudian dia melompat dari atas pohon kelapa.

“Wussss.” Kemudian terdengar suara benda jatuh. “Gedebukkk.” Guru si Buyung jatuh ke tanah dan berakibat buruk. Tulang-tulang badannya patah, dan dari mulutnya keluar darah. Kemudian guru si Buyung meninggal dunia. Dia tidak tiba di Mekkah, tapi tiba di alam barzah. Mendengar kabar meninggal gurunya, dia terkejut dan sedihlah hati si Buyung.

Demikianlah kisah seorang guru yang membeda-bedakan diantara muridnya berdasarkan harta, dan mengajar tidak ikhlas. Jadilah guru selalu berkata-kata baik walau pun murid bodoh dan sulit mengerti. Guru, tugasnya hanya mengajarkan ilmunya. Membuat mengerti dan membuat pandai bukan tugas guru. Sebab Allahlah yang memberikan hidayah pemahaman dan hikmanya.

Rewrite: Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 9 Juli 2021.
Sumber: Wildan, Dkk. Struktur Sastra Lisan Tamiang. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1998.

Sy. Apero Fublic

Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Natal: Saat Kasih Menyapa Kaum Miskin sebagai Jantung Injil. (Renungan Natal berdasarkan Lukas 2:1–20)

Natal: Saat Kasih Menyapa Kaum Miskin sebagai Jantung Injil. (Renungan Natal berdasarkan Lukas 2:1–20)

Thursday, December 18, 2025
Banjir Dayeuhkolot Kenapa Kita Masih Kena Bencana yang Sama?

Banjir Dayeuhkolot Kenapa Kita Masih Kena Bencana yang Sama?

Thursday, December 18, 2025
Hustle Culture di Balik Begadang Mahasiswa: Prestasi Dikejar, Atensi Menghilang

Hustle Culture di Balik Begadang Mahasiswa: Prestasi Dikejar, Atensi Menghilang

Thursday, December 18, 2025

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Bantuan Tiba di Sumut, Bupati Tapanuli Tengah dan Selatan Ucapkan Terima Kasih ke Warga Muba

PT. Media Apero Fublic- Saturday, January 10, 2026 0
Bantuan Tiba di Sumut, Bupati Tapanuli Tengah dan Selatan Ucapkan Terima Kasih ke Warga Muba
APERO FUBLIC   I  TAPANULI . -  Usai menjalankan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang, kini Jumat (9/1/2026) Tim Pemkab Muba utusan Bupati Muba HM Toha…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

Thursday, April 23, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 202664
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Alor Amerika Serikat Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bali Bandung Bangka Barat Bangkinang Banten Banyuasin Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Beladiri Belanda Belu Belum Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Berita Berita Daerah Berita Daerah Berita Nasional Berita Internasional Berita Nasional Binjai Biruisme Bisnis BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Brand Brazil Bro Daerah Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Cililin Dairi Daratan Daratan dan Hutan Deli Serdang Desa Dongeng Dongeng Dunia DPR RI DPRD DRPD Dunia Anak e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Fotografi Gatget Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Info Desa Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik KABAR Kabar Buku Kabar Desa Kabupaten HST KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolisian Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Keislaman Kekristenan Kepemimpinan Kepolisian Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita kesenian Ketapang Kisah Legenda Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu Labuhanbatu LABURA Lamandau Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lubuk Linggau Lubuk Pakam Lubuklinggau Mahasiswa Mahasiswa Pendidikan Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morowali Morut MORUT Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara MUSI Musi Rawas Musik Nasional NTT Ogan Ilir OKI OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Palangkaraya Palembang Panjat Tebing Pantun Papua Barat Daya Papua Selatan Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI Sumatera Selatan PWI Sumsel PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Solok Kota Sorong Sosial dan Masyarakat Sosial Masyarakat Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SUMBAR SUMBER Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar TANAH DATAR Tangerang TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPUT Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi UKM UKM-Bisnis UMKM Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Natal: Saat Kasih Menyapa Kaum Miskin sebagai Jantung Injil. (Renungan Natal berdasarkan Lukas 2:1–20)
    APERO FUBLIC    I    MAHASISWA .-  Natal selalu membawa pesan sukacita, namun sukacita itu tidak lahir dari kemegahan dunia. Da...
  • Banjir Dayeuhkolot Kenapa Kita Masih Kena Bencana yang Sama?
    Banjir Dayeukolot (dok. internet) APERO FUBLIC  I    OPINI .-  Banjir besar yang melanda Dayeuhkolot lagi-lagi bikin warga kerepotan. Cura...
  • Hustle Culture di Balik Begadang Mahasiswa: Prestasi Dikejar, Atensi Menghilang
    “Burnout is not the price you have to pay for success” — Arianna Huffington APERO FUBLIC   I    ESAI . -  Tuntutan untuk selalu ...
  • Remaja di Era Media Sosial: Aktivitas Fisik, Kecemasan, dan Kebugaran Tubuh
    “ Ketika jari terus bergerak di layar, tubuh perlahan berhenti bergerak di dunia nyata ” APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Kemudahan akses teknolog...
  • Shame Culture: Ketika Rasa Malu Menjadi Belenggu Kreativitas Generasi Muda
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Dalam lingkungan sosial Indonesia yang kental dengan nilai-nilai tradisional, konsep shame culture atau budaya m...
  • Jangan Stres Saat Sakit: Fakta Ilmiah yang Harus Kamu Tahu
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Sakit bukan cuma soal fisik. Ia juga menguji pikiran dan kesabaran kita. Makanya, setiap kali flu, d...
  • Memahami Hukum Jaminan Fidusia di Indonesia
    Penulis: Rurry Windhi Muttaqin APERO FUBLIC  I  OPINI .-  Dalam setiap transaksi utang-piutang, jaminan memegang peran krusial. Hukum jamin...
  • Event Perdana Berbalut Olahraga, Wisata, dan UMKM, Diikuti Pembalap dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel
    APERO FUBLIC   I  SUNGAI LILIN . — Kawasan Telaga Sena , Desa Mekar Jadi , Kecamatan Sungai Lilin , Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Dongeng si Kera dan si Bangau. Dari Sulawesi Utara

Dongeng si Kera dan si Bangau. Dari Sulawesi Utara

Saturday, January 18, 2020
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020

Popular Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Natal: Saat Kasih Menyapa Kaum Miskin sebagai Jantung Injil. (Renungan Natal berdasarkan Lukas 2:1–20)

Natal: Saat Kasih Menyapa Kaum Miskin sebagai Jantung Injil. (Renungan Natal berdasarkan Lukas 2:1–20)

Thursday, December 18, 2025
Banjir Dayeuhkolot Kenapa Kita Masih Kena Bencana yang Sama?

Banjir Dayeuhkolot Kenapa Kita Masih Kena Bencana yang Sama?

Thursday, December 18, 2025
Hustle Culture di Balik Begadang Mahasiswa: Prestasi Dikejar, Atensi Menghilang

Hustle Culture di Balik Begadang Mahasiswa: Prestasi Dikejar, Atensi Menghilang

Thursday, December 18, 2025
Remaja di Era Media Sosial: Aktivitas Fisik, Kecemasan, dan Kebugaran Tubuh

Remaja di Era Media Sosial: Aktivitas Fisik, Kecemasan, dan Kebugaran Tubuh

Tuesday, December 23, 2025
Shame Culture: Ketika Rasa Malu Menjadi Belenggu Kreativitas Generasi Muda

Shame Culture: Ketika Rasa Malu Menjadi Belenggu Kreativitas Generasi Muda

Tuesday, December 23, 2025
Jangan Stres Saat Sakit: Fakta Ilmiah yang Harus Kamu Tahu

Jangan Stres Saat Sakit: Fakta Ilmiah yang Harus Kamu Tahu

Tuesday, December 30, 2025
Memahami Hukum Jaminan Fidusia di Indonesia

Memahami Hukum Jaminan Fidusia di Indonesia

Friday, December 12, 2025
Event Perdana Berbalut Olahraga, Wisata, dan UMKM, Diikuti Pembalap dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel

Event Perdana Berbalut Olahraga, Wisata, dan UMKM, Diikuti Pembalap dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel

Monday, December 29, 2025

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 56 Berita 1087 Berita Daerah 1191 Berita Internasional 32 Berita Nasional 1126 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 28 Cerita Rakyat 12 Cerpen 12 Dongeng 67 Ekonomi 26 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 62 Healthy & Fitness 14 Ibu dan Anak 1 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 3 Jurnalisme Kita 17 Kampus 232 Kesehatan 18 Kisah Legenda 10 Kuliner 22 Mitos 15 Opini 179 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 39 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 48 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 24 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 13 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 28 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 7 Tablet 20 Teknologi 148 Tokoh Wanita 9 UKM-Bisnis 12 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23 kesenian 4
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us